Menziarahi Sang Penyambung Lidah Rakyat, Abdullah Rasyid: Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah
BLITAR, SUMUT24.CO Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. Abdullah Rasyid, M.E., melaksanakan zi
News
MEDAN I SUMUT24.co Banyak tokoh dan politisi di Kota Medan yang tengah berebut perhatian Bobby Nasution. Mulai dari pengusaha, pensiunan hingga birokrat. Namun mereka semua masih terlihat mencari posisi aman sebagai calon wakil walikota di Pilkada Medan tahun 2020 ini.
Baca Juga:
Ketua Umum Badan Kordinasi Pemuda Muslim (Bakopam) Sumut Ibnu Hajar mengatakan, dari semua tokoh dan politisi tersebut, mereka semuanya pada masih saling intip dan saling selip untuk mencari perhatian Bobby Nasution.
“Ada yang mereka lupa, Bobby Nasution itu anak menantu dari Presiden Jokowi. Hari ini, pemimpin di Kota Medan ini adalah kader partai yang menyukseskan bapak mertuanya dua periode memimpin republik ini. Bobby pasti sangat wanti-wanti memilih pasangan. Pastinya dia ingin mencari pasangan yang nantinya tidak menikamnya dari belang,” kata Ibnu Hajar di kawasan Jalan Menteng Raya, Medan, Rabu 29 Januari 2020.
Ibnu memastikan Bobby Nasution sudah mendapat dukungan dari sejumlah partai, meski partai pengusung bapak mertuanya belum memberikan kepastian. Namun respon sudah berdatangan dan Bobby tinggal menentukan pilihan siapa yang layak mendampinginya di Pilkada Medan.
Dari sekian banyak tokoh dan politisi yang berpotensi mendampingi Bobby, menurut Ibnu, ada seorang wanita yang sangat layak mendapingi Bobby Nasution. Wanita itu juga seorang tokoh dan juga politisi yang cukup dikenal di Sumut, khususnya di Kota Medan.
Mantan Ketua GP Ansor Medan, ini menilai Sekjen DPD Demokrat Sumut Melizar Latif sangat pantas mendapingi Bobby Nasution di Pilkada Medan. Alasan Ibnu, peluang untuk berkhianat dipastikan tidak ada pada sosok Melizar Latif.
“Pascareformasi sudah tiga kali Walikota Medan masuk penjara. Semuanya masuk penjara tidak terlepas dari intrik politik, ini yang harus menjadi perhatian Bobby, mengapa harus Melizar Latif. Bobby harus tahu, pada sosok Melizar Latif tidak ada karekter seorang penghianat,” kata Ibnu.
“Melizar Latif sudah teruji dan terbukti. Sejak dari DPRD Medan dua periode, DPRD Sumut juga dua periode, hingga menjadi Sekretaris Demokrat Sumut sampai saat ini,”Ucap Wakil Ketua NU Medan itu.
Ibnu menginginkan Walikota Medan mendatang tidak lagi menjadi seorang narapidana karena adanya intrik politik. Wakil Walikota Medan dari perempuan tidak mungkin berkhianat.
“Seorang wakil sangat dominan tertuduh sebagai dalang kepala daerah masuk penjara. Itulah politik demokrasi kita saat ini, semua yang terjadi karena ada intrik politik, semua karena kepentingan. Saran saya, Bobby harus wanti-wanti memilih wakilnya nanti,” cetus kader Nahdlatul Ulama (NU) ini. (Red)
BLITAR, SUMUT24.CO Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. Abdullah Rasyid, M.E., melaksanakan zi
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pesta Oang Oang ( suka cita ) di peringati setiap tahunnya di kabupaten Pakpak Bharat, giat tersebut di gelar di
News
sumut24.co MEDAN, Polrestabes Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengungkap kas
kota
Dua tokoh Asia Dua dunia yang berbeda Satu visi tentang inklusivitas.
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan terus memperkuat langkah penanggulangan stunting melalui Gerakan Aksi Bergizi di Se
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Peringatan hari jadi Kabupaten Pakpak Bharat yang ke 23Tahun, yang dilaksanakan setiap tahunnya pada tgl 28 Juli.
News
Polres Padangsidimpuan Bergerak Cepat! Empat Terduga Pelaku Pembacokan Mahasiswa Ditangkap, Satu Masih Diburu
kota
Perang Melawan Rokok Ilegal! Polres Padang Lawas Serahkan Dua Kasus ke Bea Cukai Sibolga
kota
Polres Padang Lawas Bantah Isu Dugaan Penerimaan Uang oleh Penyidik, Tegaskan Informasi Viral di Media Sosial Hoaks
kota
Polres Tapsel Raih Predikat Pelayanan Prima dari Kapolri, AKBP Anton Santoso Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat Tanpa Diskriminasi
kota