Senin, 27 Juli 2026

Mahasiswa Antropologi UMSU Mini Riset di Kp Mandaling

Administrator - Rabu, 04 Desember 2019 12:40 WIB
Mahasiswa Antropologi UMSU Mini Riset di Kp Mandaling

Medan I SUMUT24.CO

Baca Juga:

Mahasiswa Antropologi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Semester Pertama menggelar Mini Riset (tugas mata kuliah) di Kp Mandailing, Lingkungan III, Kelurahan Darat, Kecamatan Medan Baru, Rabu sore (4/12/2019).

Kedatangan delapan mahasiswa UMSU tersebut disambut oleh Nurdin Lubis, Kepala Lingkungan III, Kel. Darat didampingi Ketua BKM Al-Azhar Amru Lubis SAg di Mesjid Al-Azhar.

Nurdin Lubis kepada mahasiswa menjelaskan, bahwa awalnya kenapa dinamakan Kp Mandailing, dikarenakan dulunya yang tinggal dan bermukim di kampung ini adalah suku Mandailing dan melayu.

“Atok-atok (keturunan,red) kami memang dari suku Mandailing yang datang merantau dari Tapsel ke kampung ini dan tinggal di disini sekitar 70 tahun lalu. Selain suku Mandailing, juga ada suku Melayu. Jadi penggabungan suku mandailing dan melayu lah yang bermukim, berkeluarga, beranak pinak pada awalnya membuka dan bermukim di sini,” ujar Nurdin Lubis.

Dikatakan kepala lingkungan yang sejak lahirnya sudah di kampung Mandailing ini, “saya sudah generasi ketiga sekarang. Awalnya, atok saya, kemudian ayah dan ibu saya dan sekarang ini saya, istri dan empat anak saya masih tinggal di kampung ini. Begitu juga dengan lainnya, kami sebagai generasi yang ketiga di kampung ini,” rinci Nurdin Lubis.

Sedangkan Ketua BKM Al-Azhar Amru Lubis mengatakan, kearifan lokal di Kp Mandailing ini masih kental. Buktinya, warga masih mau bergotongroyong bersama, berkumpul dalam satu acara, pengajian Yasinan setiap malam Jumat, membantu orang kemalangan (ada keluarga yang meninggal), menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah ke sungai Babura.

Lebih lanjut dikatakan Tokoh Masyarakat ini, menerima pendatang dengan tangan terbuka, terima anak kos dengan baik, berolahraga main bulutangkis, bergotongroyong bersama di halaman mesjid, juga memberikan kebebasan pada pemancing dari luar yang ingin memancing di Sungai Babura.

“Pada Sabtu dan Minggu atau hari libur, biasaya pemancing warga luar kampung datang dan sering kali dapat ikan dari Sungai Babura, seperti ikan patin, lele dumbo, bado dan lainnya. Warga kampung ini tak pernah mengutip bayaran, pemancing bebas asal tetap jaga keamanan dan kebersihan,” ujar Amru Lubis.

Sementara itu, Prasasti Ekayani, Kordinator Mahasiswa UMSU yang melakukan Mini Riset kepada SUMUT24 mengatakan, tujuan dari mini riset di Kp Mandailing untuk mengetahui keberadaan atau sejarah tinggalnya warga di Kp Mandailing, tokoh masyarakatnya, kearifan lokal yang masih dimiliki dan lainnya.

“Kita lakukan mini riset ini dengan harapan kita mengetahui masih ada kampung di tengah perkotaan yang dihuni oleh warga khususnya suku Mandailing. Pelaksanaan adat istiadat dan pelestarian budaya selama ini dilakukan warga di Kp Mandailing bersama tokoh-tokoh madailing yang masih ada,” ujar Ekayani.

Lebih lanjut dikatakan Ekayani, mini riset ini diikuti 8 orang mahasiswa yang juga dari beragam suku. Dengan kita lakukan riset ini, diharapkan jadi bahan acuan, bacaan atau data base yang bisa dipergunakan masyarakat umum. Dipenghujung pertemuan foto bersama antara mahasiwa UMSU, Keplig dan Ketua BKM di tangga Mesjid Al Azhar. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Lengkapi Mobilitas Kota Medan, Bluebird Prime Hadirkan Pengalaman "Next-Level Comfort"
2.000 Bungkus Vape Getar asal Malaysia Gagal Beredar di Medan
Begal Sadis Bacok Korban 8 Kali, Rampas Uang Rp.900 Ribu
Bobby Nasution Ajak DHD 45 Sumut Perkuat Semangat Juang Sejalan dengan Pembangunan Daerah
Tim Sembilan Kejaksaan Agung Panggil 9 Saksi Terkait Tiga Perkara TPPU Tersangka FA, Enam Mangkir
Kejati Kalbar Lakukan Pemeriksaan Internal Terkait Dugaan Keterlibatan Pegawai Kejari Sekadau
komentar
beritaTerbaru