Minggu, 04 Oktober 2026

Cegah Rasa Jenuh, Imigran Korban Konflik Diajarkan Buat Aksesoris dari Kain Perca

Administrator - Selasa, 05 November 2019 12:34 WIB
Cegah Rasa Jenuh, Imigran Korban Konflik Diajarkan Buat Aksesoris dari Kain Perca

MEDAN I SUMUT24

Baca Juga:

Tim Pengabdian Dosen Muda Universitas Sumatera Utara (USU) memberikan ketrampilan kepada para imigran wanita korban berbagai konflik di kantor Yayasan Pendidikan Anak Perkebunan (YPAP), Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.

“Kita berharap ketrampilan yang diberikan dapat mengatasi rasa jenuh para imigran wanita selama di penampungan,” kata Tim Pengabdian Dosen Muda USU, dr. Devi Nuraini Santi, M.Kes, dan dr. Halinda Sari Lubis, M.K.K.K dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, kemarin.

Kegiatan yang digelar 31 Juli lalu itu merupakan salahsatu upaya para imigran di YPAP yang merupakan salah satu tempat tinggal imigran korban konflik dari beberapa negara. Para imigran pada dasarnya merasa jenuh selama berada di penampungan karena aktifitas terbatas dan juga tidak bisa bekerja untuk menafkahi keluarganya. Maka para imigran di YPAP perlu diberdayakan dengan memberi keterampilan yang menghasilkan nilai ekonomis dan mengisi waktu luang yang ditujukan untuk mengurangi tingkat stress pada pengungsi. Berdasarkan catatan, YPAP terdapat wanita dewasa sebanyak 52 orang.

Kegiatan pemberdayaan yang dilakukan yakni pembuatan aksesori dari kain perca dan manik-manik yang diolah menjadi berbagai aneka kreatifitas yang mempunyai nilai jual tinggi.

Kain perca merupakan salah satu sampah yang cukup susah diuraikan. Penelitian menunjukkan bahwa sampah kain perca akan terurai dalam jangka waktu 6 bulan sampai 1 tahun. Pada kegiatan pengabdian ini tidak lupa juga tim pengabdian melakukam penyuluhan kesehatan agar pengungsi tetap memperhatikan kondisi kesehatanya.

Dalam kurun waktu 2 bulan setelah pelatihan ini, tim pengabdian secara terus menanyakan kepada imigran wanita terkait dengan kendala ataupun masalah yang dijumpai dalam pelaksanaan pengolahan, produksi dan pemasaran aksesoris berbahan limbah kain perca dan manik-manik.

Nantinya target pemasaran usaha kerajinan aksesoris berbahan dasar limbah kain perca dan manik-manik ini setelah produksi selesai akan bekerjasama dengan Dinas Sosial, Dekranas dan sektor terkait lainnya agar lebih diketahui masyarakat dan hasil pemasukan dari pamanfaatan aksesoris tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi imigran sehingga tidak jenuh dengan kehidupan sehari-hari yang monoton.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Hery Subiansauri: TNI Kuat Bersama Rakyat
Gema Santri Nusa dan Majlis Sholawat Akhsa Nusantara Siap Bersinergi dengan Polda Sumut
Andar Amin Harahap Apresiasi Kapolri Baru, Siap Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Negara
Ucapan Selamat Dr. H. Hery Subiansauri atas Amanah Baru Irjen Pol. Arman Achdiat
Jual Narkoba di Pinggir Rel Pria Paruh Baya Diciduk Satresnarkoba Polrestabes Medan
Kabinet yang Gemuk!!!
komentar
beritaTerbaru
Kabinet yang Gemuk!!!

Kabinet yang Gemuk!!!

OPINI Ada satu istilah yang pernah begitu melekat pada sosok Prabowo Subianto gemoy. Sebuah citra yang menggambarkan sisi santai, humor

Umum