Medan|SUMUT24
Pusat Studi Hak Azasi Manusia Universitas Negeri Medan (Pusham Unimed) melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Sumatera Utara (PWI Sumut) terkait penelitian tentang media dan pendidikan HAM di gedung PWI Sumut Jalan Adinegoro No.4 Medan, Senin (4/4).
Baca Juga:
FGD yang dipandu langsung Kepala Pusham Unimed Majda El Muhtaj diikuti
sejumlah Pengurus PWI Sumut yakni Ketua H Hermansjah SE, Sekretaris
Dewan Kehormatan H War Djamil SH, Wakil Ketua Bidang Organisasi Drs
Khairul Muslim, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Rizal Rudi Surya SH,
Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Wilfrid B Sinaga SH, Wakil Ketua
Bidang Program dan Kerjasama Drs H Agus S Lubis, Sekretaris Edward
Thahir S.Sos, Wakil Sekretaris II Jalaluddin, dan Bendahara Zul Anwar
Marbun.
Menurut Majda El Muhtaj, penelitian Pusham Unimed difokuskan pada
peran strategis PWI dalam pendidikan HAM khususnya di PWI Provinsi
Sumut, PWI Kota Binjai, PWI Kabupaten Deli Serdang, PWI Kabupaten
Labuhan Batu, PWI Kabupaten Asahan, dan PWI Kota Pematang Siantar.
Tujuan penelitian, kata Majda, pertama untuk mengetahui kondisi
pendidikan HAM di PWI Sumut dan di enam PWI Kabupaten/Kota di Sumut.
Kedua, untuk mengetahui hambatan, tantangan dan capaian dalam
mengimplementasikan relasi media dan pendidikan HAM. Dan ketiga, untuk
mengetahui upaya-upaya konkrit yang dilakukan dalam pendidikan HAM.
Untuk pelaksanaan FGD selanjutnya, kata Majda, dijadwalkan
dilaksanakan di PWI Kota Binjai 6 April 2016, PWI Kabupaten Deli
Serdang 7 April 2016, PWI Kabupaten Labuhan Batu 12 April 2016, PWI
Kabupaten Asahan 13 April 2016, dan di PWI Kota Pematang Siantar 14
April 2016.
Menanggapi FGD dalam kaitan penelitian Pusham Unimed dengan studi
kasus organisasi profesi PWI, Ketua PWI Sumut H Hermansjah SE sangat
menyambut positif.
Herman berharap, hasil penelitian yang nanti akan dibukukan setelah
melalui serangkaian FGD yang panjang, dilanjutkan pengolahan data,
finalisasi dan penyerahan laporan pada Oktober 2016, kiranya dapat
menghasilkan point-point kesimpulan yang dapat direkomendasikan kepada
berbagai pihak.
Apalagi, kata Herman, sebagai organisasi profesi tertua dan terbesar
di Indonesia, PWI dituntut mampu memperkuat penghormatan dan
perlindungan HAM. “Karena relasi media dan HAM sesungguhnya sangat
kuat,†katanya. (rel)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News