Minggu, 26 Juli 2026

Cuaca Buruk di Sumut-Aceh, 7 Kapal Tenggelam, 1 Tewas -1 Hilang

Administrator - Rabu, 10 Februari 2016 11:00 WIB
Cuaca Buruk di Sumut-Aceh, 7 Kapal Tenggelam, 1 Tewas -1 Hilang

BELAWAN|SUMUT24 Cuaca buruk dan ombak yang mencapai ketinggian dua sampai tiga meter melanda perairan Belawan dan Langkat Sumatera Utara serta Aceh, Minggu (7/2) hingga Senin (8/2).

Baca Juga:

Akibatnya, sebanyak 7 kapal nelayan tenggelam di Belawan, Langkat dan Aceh dengan mengakibatkan 1 korban tewas dan 1 dinyatakan hilang.

Di Belawan, tiga kapal nelayan mengalami kecelakaan di sekitar Bouy 1 alur Belawan, Senin (8/2).

Akibatnya KM MBF 938 jenis pukat hela dinakhodai Suyatno, KM Bintang Terang XII jenis pancing dinakhodai Ahmad Nasution dan satu KM tanpa nama jenis pancing cumi dinakhodai Ali Nur Lubis asal Kampung Nelayan dikabarkan tenggelam.

Dalam peristiwa tersebut nakhoda TB Pancaran XLV-1215 sempat menolong 10 nelayan yang merupakan ABK kapal tanpa nama yang sudah terapung di laut.

Sedangkan TB Marina juga menyelamatkan empat ABK KM Bintang Terang XII yang tiga di antaranya dalam kondisi lemas.

Namun, seorang anak buah kapal (ABK) KM Bintang Terang XII, Wardi (29) warga Andan Sari, Kelurahan Terjun, Medan Marelan dilaporkan hilang dan hingga kini belum diketahui nasibnya.

Sedangkan, Irwansyah (60) warga Kampung Nelayan ditemukan meninggal dunia oleh patroli Polair Polda Sumut.

Menurut Dinas Penerangan (Dispen) Lantamal I Belawan, kecelakaan tersebut akibat cuaca buruk dan angin kencang yang menimbulkan gelombang hingga tiga meter. Ketiga kapal terhempas sebelum sempat mendarat di TB Pancaran XLV-1215.

Dari Langkat, tiga kapal nelayan Langkat tenggelam di perairan Alur Buoy Pulau Sembilan, Kecamatan Pangkalan Susu, Senin (8/2).

Seluruh nelayan ketiga kapal nelayan tersebut sempat diselamatkan nelayan lain yang sedang melintas di laut tersebut.

Ketiga kapal tenggelam adalah kapal bermuatan nelayan dari Desa Pulau Sembilan Kecamatan Pangkalan Susu dengan tekong Akim, Satu kapal lainnya ditumpangi nelayan Sei Bilah Kecamatan Sei Lepan dan satu kapal nelayan asal Desa Perlis Kecamatan Brandan Barat dengan tekong Yunus.

Rencananya, ketiga kapal tersebut hendak menjaring ikan di tengah laut, tiba-tiba datang angin kencang disertai ombak besar menghantam kapal mereka. Akibatnya, kapal terbalik dan satu di antaranya tenggelam hingga kini belum berhasil ditemukan.

Kasatpol Airud Pangkalan Susu, AKP Maladirman mengatakan, ombak besar dan angin kencang menyebabkan kapal nelayan karam.

Di Aceh Utara, kapal ikan berkapasitas 2 GT milik nelayan tradisional Seunuddon karam setelah dihantam ombak besar di kawasan Kuala Jambo Aye, Aceh Utara.

Panglima Laut Seunuddon Amir Yusuf menyebutkan, dua awak boat, Is Herman (35) dan Surya Hamdani (30) warga asal Desa Ulee Rubeik Barat berhasil diselamatkan nelayan lain namun kapal mereka tenggelam.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
UNPAB Dukung Pelestarian Warisan Pemikiran Bangsa melalui Peluncuran Buku Karya Iskandar, S.T. Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme
Jalan Panyabungan–Muara Soma Makan Korban, H. Syahrir Nasution Desak Gubsu Segera Bertindak, Dana Perbaikan Diduga Sudah Ada
H. Ikrom Helmi Nasution Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pengurus MW KAHMI dan FORHATI Sumut 2026–2031
Bahas Penguatan Hubungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Bupati Solok Ikuti Audiensi APKASI Bersama Pimpinan DPR RI
UNPAB Perkuat Kebersamaan dan Profesionalisme melalui Silaturahmi Bulanan Pegawai dan Dosen
Perluas Akses Pembiayaan UMKM, Bank Sumut Resmi Jadi Mitra Penyalur Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen Pemko Batam
komentar
beritaTerbaru