Medan|SUMUT24
Fraksi Persatuan Nasional (Pernas) DPRD Medan mengungkapkan masih banyak program yang disampaikan masyarakat melalui reses belum terakomodir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan Tahun Anggaran (TA) 2017.
Baca Juga:
“Ini sama halnya terjadi pada tahun 2016. Banyak masyarakat mengeluhkan sudah menyampaikan aspirasinya, bahkan mereka sudah membuat proposal. Namun ternyata dalam APBD tidak ada. Dalih ’tahun depan’ sering diungkapkan. Namun kerap tidak menjadi kenyataan,†ungkap Ketua Fraksi Pernas, MT Tarigan, saat membacakan pendapat fraksinya terhadap Rancangan APBD Kota Medan TA 2017, dalam sidang paripurna dewan, pekan lalu.
Menurut dia, hal ini harus menjadi catatan bagi setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD). “Memang ada program prioritas, tapi tidak ada salahnya pula ke depan untuk memprioritaskan kebutuhan rakyat yang langsung lahir dari aspirasi mereka, sehingga dewan tidak disalahkan,†Tarigan.
Selain itu, Fraksi Pernas-gabungan Partai Nasdem dan PKPI, juga meminta agar Pemko Medan serius menangani piutang pajak dan retribusi, yang hampir setiap tahun mengalami peningkatan, sebagaimana hasil temuan BPK RI pada tanggal 1 Agustus 2016 lalu.
“Wacana dengan berbagai kebijakan tidak akan cukup menangani ini, namun harus ada action yang nyata, sehingga para penunggak pajak menjadi jera,†kata Tarigan, seraya menyimpulkan Fraksi Pernas tetap menerima dan menyetujui APBD TA 2017. (R02)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News