Kembalikan Marwah Partai Ka'bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
Kembalikan Marwah Partai Ka&039bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
News
Medan|SUMUT24 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menganggarkan Rp 600 juta lebih untuk membangun ruang khusus merokok. Proyeksi bukan hanya di fasilitas umum (fasum), akan tetapi juga di mall yang ada di Kota Medan. Rencana ini pun langsung ditentang anggota DPRD Medan.
Baca Juga:
“Kalau di fasum publik, kita setuju. Kalau di mall, saya minta dicoret. Mall itu kan orientasinya bisnis,” kata anggota Komisi B DPRD Medan, M Nasir, saat rapat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Medan Tahun Anggaran (TA) 2017 bersama Dinkes Medan, pekan lalu.
Penolakan datang setelah Sekretaris Dinkes, Irma Suryani, memaparkan rencana pembuatan ruang khusus merokok yang dicantumkan dalam R-APBD. Titik pembuatan ruang khusus belum ditentukan, namun dijelaskannya anggaran yang diproyeksikan itu untuk membangun 20 unit ruang khusus merokok.
Direncanakan ruang khusus merokok ini dibangun di gedung kantor pemerintah, fasilitas pendidikan dan mall. Irma pun mengatakan, masukan dari Komisi B DPRD Medan mengenai lokasi pembuatan ruang khusus merokok akan menjadi pertimbangan.
Dalam rapat itu, Irma juga menyampaikan rekomendasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD Medan agar menambah dana jaminan kesehatan masyarakat atau premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Penambahan itu dari Rp 60 miliar menjadi Rp 70 miliar sudah diakomodir. Rekomendasi Banggar DPRD Medan disampaikan saat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran – Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS).
“Penambahan PIB (Penerima Iuran Bantuan) kesehatan sudah diakomodir. Namun, pagu anggaran Dinkes tidak berubah. Makanya, dialihkan dari program yang ada,” katanya.
Anggota Komisi B, HT Bahrumsyah, nampak kecewa atas penjelasan Irma. Bahrumsyah yang juga sebagai anggota Banggar, menegaskan penambahan dana kesehatan dialihkan dari dana satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain. “Bukan pengalihan darinprogram yang ada,” katanya.
Dia menjelaskan, usulan penambahan anggaran kesehatan masyarakat itu mengingat kewajiban iuran PIB naik, dari Rp 22.500 menjadi Rp 23.000/peserta. Pengurangan itu bisa mengakibatkan berkurangnya jumlah peserta yang ditanggung oleh Pemko Medan. Sebelum pembahasan, Irma menjelaskan sejumlah program yang dirancang pada tahun anggaran 2017. Diantaranya, program administrasi perkantoran Rp 9,6 miliar, program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Negara Rp 1,7 miliar. Peningkatan sumberdaya aparatur Rp 154 juta, peningkatan sistem pelaporan kinerja dan keuangan Rp 136 juta. (R02)
Kembalikan Marwah Partai Ka&039bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
News
Proyek Bahu Jalan Paya Gambar Disorot Debu Bertebaran, Tanpa Plank Proyek
News
Adik Wawako Medan Jadi Kadiv Propam Polri, CEO Sumut24 Group Nazly Putra Terbaik Sumut
News
Ikanas Sumut Prihatin Binsar Nasution Jadi Korban Kriminal, Minta Polisi Usut Tuntas
News
Adik Kandung Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap, Irjen Mahmud Nazly Harahap Kini Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri
News
H. Ruslan SH Didaulat Jadi Ketua Dewan Pembina DPP PASEDA Sumut, Dorong Seni Budaya Bangkit dan Berkembang
News
Bela Negara di Era Digital, Bupati Saipullah Dorong Mahasiswa Lawan Hoaks dan Radikalisme
kota
Perkuat Sinergitas TNIPolri, Polresta Deli Serdang Beri Surprise HUT Ke81 TNI
News
BANDA ACEH Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh mulai memperkuat langkah membangun organisasi dan pembinaan sepakbola mini
Sport
VANDUNG Sebanyak 25 advokat baru resmi diangkat oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perkumpulan Advokat Indonesia (PERADI) di wilayah huk
Hukum