Deliserdang | SUMUT24
Baca Juga:
Hingga kini pembangunan tower yang diduga milik PT Dayamitra
Telekomunikasi atau disingkat Mitratel yang berdiri di Desa
Saentis Psr III Kecamatan Percut Sei Tuan tak ada kejelasannya.
Sejak tower itu dibongkar oleh pihak Satpol PP Deliserdang
beberapa bulan lalu karena dianggap tak memiliki izin, maka
pembangunan tower itu pun mandek total.
Pantauan SUMUT24, Selasa (25/10), tower yang berdiri di areal
lahan PTPN II itu kini diberi garis police line. Tak hanya itu
jalan-jalan disana pun tampak rusak berlubang dan tak ada yang
bertanggung jawab memulihkannya. Tentu dengan kejadian ini warga
kesal dan akan membongkar paksa sendiri tower itu karena
dianggap meresahkan warga.
Warga juga menilai, masyarakat juga banyak tertipu dengan janji manis PT Mitratel yang pernah mengatakan akan ada uang ganti rugi warga. Namun hingga kini uang ganti rugi tersebut tak ada
ditepati.
Menanggapi hal ini, Koordinator LSM Langit RI, Saipul Nasution, menegaskan akan mendukung langkah yang akan dilakukan masyarakat tersebut.
Dan pembongkaran ini akan dilakukan secepatnya jika
pihak perusahaan tower ini tak menanggapi kritikan warga disini.
“Memang dari hasil yang kita selusuri semua pihak yang terkait
dan terlibat dalam pembangunan awal tower ini pada diam seribu
bahasa. Baik itu di pihak Balai Desa, Pesbun, bahkan GM PT
Mitratel yang diduga bernama arsyad saat kami minta konfirmasi
tak ada yang berani menanggapi dan langsung mematikan telponnya.
Jadi jangan salahkan warga jika nantinya tower ini tiba-tiba
sudah rata dengan tanah,” tegas Saipul.
Dia juga meminta agar pihak perusahaan tower ini bertanggung
jawab atas kerusakan-kerusakan sarana atau pun fasilitas warga
disini.
Sementara itu, hal senada juga dikatakan Man salah satu warga
yang menjadi korban penipuan PT Mitratel.
“PT Mitratel pernah janji mau ngasih uang ganti rugi lahan yang
di pakai untuk bangun tower ini, karena berhubung tanah ini juga
saya pakai untuk usaha jadi saya pun mau. Namun sampai sekarang
perusahaan tak ada mengganti ruginya, dan kalau pembangunannya
gak jelas otomatis ini mengganggu usaha saya,” tegasnya.
Dia berharap agar pihak berwajib juga serius menangani masalah
ini, sebab akan banyak warga yang dirugikan kalau pembangunan
tower ini tak ada finishingnya. (tim)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News