MEDAN | SUMUT24
Terkait kematian Andi Pangaribuan yang merupakan kasus pemilik beberapa paket ganja dan tewas di Sel tahanan Mapolres Tobasa beberapa bulan yang lalu, puluhan mahasiswa mengatasnamanakan Hima Tobasa menggeruduk Poldasu, Selasa (21/6)
Baca Juga:
Aksi unjuk rasa ini meminta Kapoldasu segera mencopot Kapolres Tobasa karena sebelumnya, Kapolres Tobasa AKBP Jiddin Siagian mengatakan bahwa Andi Pangaribuan tewas karena gantung diri. Namun belakangan ini, Ditreskrimum Poldasu Subdit III/Jahtanras menetapkan 2 personil Mapolres Tobasa sebagai tersangka tewasnya Andi Pangaribuan.
“Andi ditemukan meninggal dengan cara gantung diri di sel tahanan. Namun setelah diperiksa dan diamati oleh pihak keluarga, ternyata terdapat beberapa kejanggalan terkait kematian Andi Pangaribuan. Yakni ditemukannya luka lebam hitam pada mata kanan, bibir pecah dan luka memar pada punggung. Hal ini membuktikan bahwa adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam pemeriksaan yang dilakukan,” ujar Kordinator Lapangan Irvan Silalahi saat melakukan orasi.
Lanjut Irvan mengatakan bahwa setelah penetapan tersangka kepada dua personil kepolisian Mapolres Tobasa. Hima Tobasa mendesak agar Kapoldasu mencopot Kapolres Tobasa Jiddin Siagian.
“Kami meminta Kapoldasu segera copot Kapolres Tobasa Jiddin Siagian dan berhentikan secara permanen karena tewasnya Andi Pangaribuan diduga pastinya ada peran Kapolres Tobasa, Usut tuntas kematian Andi Pangaribuan, Kapolres Tobasa sudah melakukan pembohongan terhadap public. Jadi Kami Meminta Kapoldasu mencopot Kapolres Tobasa,” ungkap Silalahi menegaskan.
Tak lama, datanglah perwakilan dari Humas Poldasu. Kompol Jonny. Dilokasi Kompol Jonny mengatakan akan menyampaikan aspirasi mahasiswa ini kepada Kapoldasu.
” Terima kasih atas aspirasi teman-teman, aspirasi teman-teman akan kita teruskan kepada bapak Kapoldasu,” ujarnya. Mendengar itu, massa Hima Tobasa membubarkan diri dengan tertib dan teratur.
(Reza)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News