Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
Setiap pasangan yang sedang berpacaran, pasti menginginkan hubungannya diteruskan ke jenjang pernikahan. Hal ini sebagai komitmen dan tanda keseriusan, dari kedua pasangan yang sedang dilanda cinta.
Baca Juga:
- Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
- Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
- Gema Kemanusiaan TMMD 127: Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
Memilih pasangan untuk diajak menikah memang tidak boleh sembarangan. Kita harus memiliki kriteria yang sesuai dengan ajaran agama, apalagi jika Anda menginginkan rumah tangga yang dibina berumur panjang, bahkan hingga ajal menjemput.
Namun tidak sedikit mereka yang menikah memiliki perbedaan umur yang cukup jauh. Salah satunya gadis berumur 18 tahun ini, yang rela dinikahi seorang kakek yang sudah berumur 66 tahun. Lalu apa alasan sang gadis menerima pinangan kakek ini?
Gadis yang berasal dari Malaysia bernama Nur Nasirah Mohd Nazri mengakui, jika ia sangat mencintai pria tersebut.
“Meskipun usia kami jauh berbeda, namun saya menikah dengan dia karena cinta, bukan karena uang atau utang budi,” ucap Nasirah.
Ia menikahi pria bernama Ismail Lombok, yang sudah berumur 66 tahun, sebagai suaminya. Nasirah mengenal kakek ini sekitar dua tahun lalu. Ketika itu Ismail yang merupakan seorang pensiun, sering minum di warung ibunya, Salma Abdullah yang umurnnya pun masih lebih muda yaitu 42 tahun di Paka, sebuah kota pantai di Terengganu, Malaysia.
Nur mengakui jika ia mencintai Ismail karena sikapnya yang baik. Di saat itulah, ia merasa cintanya sudah melekat pada sang kakek delapan anak ini.
Setali dua uang, Ismail pun rupanya menaruh hati pada Nur. Meskipun jatuh cinta, awalnya Nur tidak memberi perlakuan spesial kepada sang pria. Bur melayani Ismail seperti pelanggan lainnya.
“Biarlah apa kata orang, saya menerima dia apa seadanya, dia begitu peduli dan menyayangi saya sepenuh hati. Setelah kami direstui keluarga, kami menikah dengan cara yang sah, ikut adat,” kata Nur Nasirah. (int)
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
kota
Gema Kemanusiaan TMMD 127 Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
kota
Di Pondok Sederhana Sangkunur, Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel Jadi Penolong bagi Ibu Siti Halimah
kota
Di Bawah Terik Matahari, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Sertu Himsar Panjaitan Cat Toren Sumur Bor Demi Air Bersih Warga Sangkunur
kota
Kuas Pengabdian Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Percantik Wajah Baru Fasilitas Air Sangkunur
kota
Keringat Prajurit untuk Rakyat Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Bantu Wujudkan Rumah Impian Warga
kota
Bukan Main! Rumah Impian Pak Anton Akhirnya Terwujud di Tangan Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel
kota
sumut24.co MEDAN , Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini berada di fase penting dalam sejarah panjangnya sebagai salah satu perguruan t
kota
sumut24.co ASAHAN, Masjid Agung H.Achmad Bakrie di Jalan Jendral Sudirman (Jalinsum), Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat, me
News