Rapat Paripurna DPRD Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar, di Gedung Harungguan
Rapat Paripurna DPRD Peringatan Hari Jadi ke155 Kota Pematangsiantar, di Gedung Harungguan
kota
Baca Juga:
Palas | Sumut24.co
Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Padang Lawas bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Padang Lawas melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penjualan gas LPG 3 kilogram bersubsidi di wilayah Kota Sibuhuan, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan pengawasan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Padang Lawas, AKP Irwansyah Sitorus. Tim melakukan penyisiran ke sejumlah kios dan pengecer yang menjual LPG bersubsidi guna memastikan harga jual tetap sesuai ketentuan pemerintah.
Dalam sidak tersebut, petugas menemukan adanya pedagang yang menjual LPG 3 kg dengan harga jauh di atas harga eceran resmi.
Salah satu temuan terjadi di Lingkungan IV, Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas. Di lokasi ini, petugas mendapati seorang pedagang menjual LPG 3 kg bersubsidi seharga Rp35.000 per tabung.
Padahal, harga eceran resmi LPG 3 kg yang ditetapkan pemerintah berada di kisaran Rp20.500 per tabung.
Melihat adanya selisih harga yang cukup tinggi, tim langsung mengambil tindakan dengan mengamankan sejumlah tabung LPG sebagai barang bukti untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil sidak tersebut, tim menemukan dua lapak pedagang yang menjual gas LPG 3 kg bersubsidi dengan harga yang dinilai tidak wajar. Petugas kemudian melakukan penindakan sesuai prosedur dengan mengamankan beberapa tabung LPG dari lokasi tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap distribusi barang bersubsidi agar tetap tepat sasaran dan tidak memberatkan masyarakat.
Kasat Reskrim Polres Padang Lawas, AKP Irwansyah Sitorus menjelaskan bahwa setelah barang bukti diamankan, pihaknya akan memanggil para pedagang terkait untuk dimintai keterangan.
"Selanjutnya kami akan memanggil pedagang yang bersangkutan untuk dilakukan wawancara dan pemeriksaan. Kami juga akan melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah ada keterlibatan pangkalan dalam praktik penjualan dengan harga tinggi ini," ujarnya.
AKP Irwansyah mengaku prihatin dengan temuan tersebut, terlebih saat ini masyarakat tengah menjalani Bulan Suci Ramadhan dan bersiap menghadapi Hari Raya Idulfitri.
Menurutnya, praktik penjualan LPG bersubsidi dengan harga tinggi sangat merugikan masyarakat kecil yang memang menjadi sasaran utama program subsidi pemerintah.
"Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi, apalagi di bulan Ramadhan menjelang Lebaran, ketika kebutuhan masyarakat meningkat," katanya.
Polres Padang Lawas memastikan pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi akan terus dilakukan secara rutin guna mencegah terjadinya penyelewengan harga di tingkat pengecer.
"Kami berharap ke depan tidak ada lagi pedagang yang menjual LPG bersubsidi di atas harga ketentuan. Kami berkomitmen akan terus melakukan sidak secara berkala," tegas AKP Irwansyah.
Pengawasan ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga LPG bersubsidi di pasaran sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan energi rumah tangga dengan harga yang wajar.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Rapat Paripurna DPRD Peringatan Hari Jadi ke155 Kota Pematangsiantar, di Gedung Harungguan
kota
Wali Kota bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke30 Tahun 2026
kota
Wali Kota melepas Karnaval dalam memeriahkan Hari Jadi ke155 Kota Pematangsiantar Tahun 2026
kota
Ketua Senat Unimed Prof. Syawal Gultom Wafat
kota
Tanpa Dasar Hukum Kuat Hingga Diduga Pakai Insentif Pegawai Gebyar Pajak Sumut Berisiko Jadi Temuan BPK
kota
Rekor Baru! UKT Taekwondo Sumut Diserbu Ratusan Peserta
kota
Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison ,S.Sos, M.Si Buka Rapat Koordinasi dan Evaluasi sekaligus Sosialisasi BPBL.
kota
Patroli Skala Besar Brimob Polda Sumut Sasar Titik Rawan Belawan, Ciptakan Rasa Aman Masyarakat
kota
JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma
kota
sumut24.co MedanPerempuan hari ini tidak lagi hanya menjadi pengikut keadaan, tetapi menjadi penggerak perubahan dalam setiap krisis yang
kota