Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
News
Baca Juga:
Singapura I SUMUT24 Sebuah pesawat maskapai Singapore Airlines (SIA) diancam bom saat sedang mengudara dari Mumbai, India ke Singapura. Pesawat penumpang ini terpaksa dikawal jet tempur Singapura saat melakukan pendaratan di Bandara Changi.
Seperti dilansir Channel News Asia dan Straits Times, Selasa (26/3/2019), ancaman bom itu diterima saat pesawat jenis Boeing 777-300ER ini baru saja lepas landas dari Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji, Mumbai pada Senin (25/3) malam, sekitar pukul 23.36 waktu setempat.
Ancaman bom pertama kali diterima pihak maskapai Singapore Airlines. Si penelepon menyebut ada sebuah bom di dalam pesawat rute Mumbai-Singapura tersebut.
“Singapore Airlines mengonfirmasi bahwa ada ancaman bom terkait SQ423 yang beroperasi dari Mumbai ke Singapura,” demikian pernyataan juru bicara SIA kepada Straits Times.
“Kami membantu otoritas setempat dengan penyelidikan mereka dan menyesalkan bahwa kami tidak mampu memberikan informasi detail lebih lanjut,” imbuh pernyataan juru bicara SIA seperti dilansir Channel News Asia.
Diketahui bahwa pesawat dengan nomor penerbangan SQ423 itu membawa 263 penumpang saat insiden ini terjadi.
Dilaporkan Straits Times bahwa pesawat itu dikawal jet tempur Angkatan Udara Singapura hingga mendarat dengan selamat di Bandara Changi. Laporan menyebut pesawat itu mendarat di Bandara Changi pada Selasa (26/3) pagi, sekitar pukul 07.54 waktu setempat. Waktu kedatangan pesawat itu, sebut Channel News Asia, terlambat 31 menit dari jadwal seharusnya.
Changi Airport Group menyatakan insiden itu tidak berdampak pada operasional bandara. Namun laporan Plane Finder menyebut peta pelacak pergerakan pesawat-pesawat menunjukkan sejumlah pesawat lain yang ada di sekitar SQ423 terpaksa dialihkan saat pendaratan dengan emergency alert dilakukan.
Kepolisian Singapura menyatakan, setelah pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Changi, operasi penggeledahan langsung dilakukan terhadap pesawat tersebut. Hasilnya tidak ditemukan adanya benda-benda mencurigakan. Ternyata ancaman bom itu hanyalah hoax.
“Polisi menangani seluruh ancaman keamanan dengan serius dan tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap siapa saja yang memicu kekhawatiran publik,” tegas kepolisian setempat dalam pernyataannya.
Laporan Straits Times menyebut satu penumpang wanita beserta satu anak harus diinterogasi polisi. Alasannya tidak disebut lebih lanjut. Para penumpang lainnya diketahui telah turun dari pesawat dan harus menjalani pemeriksaan keamanan sebelum diperbolehkan pulang. (red)
Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
News
Ternate Kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan di Kota Ternate, Maluku Utara, mengembangkan produk olahan pangan berbasis bahan lo
Tips
Abu Dhabi, UEA Etihad Airways, maskapai nasional Uni Emirat Arab, memperkenalkanEtihad Wellbeing, sebuah program terbaru yang menghadirk
News
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2026 dapat menjadi acuan bersam
kota
Jakarta PT Federal International Finance (PT FIF) terus berupaya memperkuat komitmennya dalam membangun bisnis yang berintegritas, patuh,
News
Purwokerto Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyiapkan tindak lanjut kerja sama untuk
Tips
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meraih penghargaan Terbaik II atas Penilaian Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Keme
News
Pangandaran, PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan PTAstra dan bagian dari Astra Financial, terus memperluas manfaat
Umum
Bekasi, POP MART, perusahaan hiburan berbasis IP terkemuka dan pelopor global dalam budaya designer toys, untuk pertama kalinya menghadirkan
Ekbis
Ternate Sebanyak 416 tenaga kerja di Maluku Utara telah menyelesaikan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch IV yang dilaksanakan di Bala
Politik