Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
Sebuah komet berwarna hijau terang dipastikan melewati langit, Selasa (29/3). Komet yang disebut Sky Gazers ini akan melewati Bumi dengan jarak lebih dari 3,3 juta mil.
Baca Juga:
- Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
- Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
- Gema Kemanusiaan TMMD 127: Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
Yang membuat para ilmuwan dan astronom gembira adalah cahaya kehijauan yang dipancarkan Sky Gazers kali ini 100 kali lebih terang dari yang diharapkan. Saat ini, komet tersebut tengah bergerak cepat ke belahan bumi utara.
Akan tetapi, dikarenakan bulan tengah penuh, diperkirakan butuh teropong untuk melihat cahaya kehijauan dari komet tersebut. Sementara itu Sky & Telescope memaparkan cara terbaik melihat komet tersebut.
Pergilah ke suatu daerah yang tidak terpengaruh polusi cahaya atau setidaknya jauh dari kota. Anda harus tiba setidaknya 1,5 jam sebelum matahari terbit.
Komet bergerak di antara konstelasi Sagitarius dan Scorpio. Konstelasi ini terletak di bagian selatan langit sebelum fajar. Planet Saturnus dan Mars juga berada di bagian langit tersebut. Kedua planet tersebut dan bintang terang Antares akan menjadi hal pertama yang harus kamu perhatikan. Ketiganya membentuk sudut segitiga. Nah, komet itu akan melewati bagian kiri segitiga tersebut. Jangan lupa bawa teropong karena cahaya bulan dapat mengaburkan pandangan Anda.
Menurut senior editor Sky & Telescope, Kelly Beatty, komet ini memiliki warna kehijauan yang disebabkan oleh molekul karbon diatomik yang terpancar di bawah sinar matahari.
“Namun, warna hijau yang indah itu kemungkinan tak dapat Anda lihat kecuali menggunakan teleskop,” kata Kelly.
“Sebab, cahayanya tidak terkonsentrasi di satu titik melainkan tersebar. Jadi agak redup,” imbuh dia.
Mengingat para astronom masih mempelajari komet tersebut, mereka masih belum bisa memastikan berapa lama komet melewati bumi dan kapan akan terlihat lagi. (int)
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
kota
Gema Kemanusiaan TMMD 127 Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
kota
Di Pondok Sederhana Sangkunur, Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel Jadi Penolong bagi Ibu Siti Halimah
kota
Di Bawah Terik Matahari, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Sertu Himsar Panjaitan Cat Toren Sumur Bor Demi Air Bersih Warga Sangkunur
kota
Kuas Pengabdian Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Percantik Wajah Baru Fasilitas Air Sangkunur
kota
Keringat Prajurit untuk Rakyat Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Bantu Wujudkan Rumah Impian Warga
kota
Bukan Main! Rumah Impian Pak Anton Akhirnya Terwujud di Tangan Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel
kota
sumut24.co MEDAN , Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini berada di fase penting dalam sejarah panjangnya sebagai salah satu perguruan t
kota
sumut24.co ASAHAN, Masjid Agung H.Achmad Bakrie di Jalan Jendral Sudirman (Jalinsum), Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat, me
News