Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
Ilmuwan asal Norwegia mengklaim, selangkah lagi mereka akan berhasil memecahkan misteri hilangnya ratusan pesawat terbang dan kapal laut di Segitiga Bermuda.
Baca Juga:
- Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
- Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
- Gema Kemanusiaan TMMD 127: Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
Hal tersebut diungkapkan setelah adanya penemuan serangkaian kawah bawah laut di dasar Laut Barents, di lepas pantai Norwegia.
Meskipun tidak berada dekat dengan Segitiga Bermuda yang membentang dari Florida ke Puerto Rico dan Pulau Atlantik, para ilmuwan berharap, kawah tersebut akan menjadi kunci untuk menjelaskan fenomena membingungkan selama ratusan tahun ini.
Kawah, yang memiliki lebar 800 meter dan kedalaman 45 meter, diyakini telah diciptakan oleh ledakan gelembung besar metana di sedimen dasar laut dari lepas pantai Norwegia yang kaya gas.
“Beberapa kawah raksasa ditemukan di dasar Laut Barents dan mungkin disebabkan oleh ledakan besar gas,” kata peneliti dari Arctic Universitas Norwegia.
Para ilmuwan memiliki teori bahwa hal serupa mungkin terjadi di Segitiga Bermuda dan sekarang melihat apakah gelembung-gelembung gas besar meledak, mungkin cukup untuk menenggelamkan kapal.
Rincian lebih lanjut dari penemuan tersebut akan dirilis pada pertemuan tahunan Geosciences Uni Eropa bulan depan. Di situ, para ahli akan menganalisis apakah gelembung semacam ini bisa menempatkan kapal-kapal dalam bahaya.
Sebelumnya, teori serupa telah dikatakan oleh para ahli pada 2010. Profesor Joseph Monaghan meneliti hipotesis itu ditemani David May di Monash University, Melbourne, Australia.
Mereka mengatakan balon-balon raksasa gas metana keluar dari dasar laut yang menyebabkan sebagian besar–tidak semua, kecelakaan misterius di lokasi itu terjadi.
Ilmuwan Rusia pada 2014 juga melontarkan hal yang sama. Ilmuwan Rusia, Igor Yeltsov, mengatakan gas metan dalam jumlah masif yang terlepas di langit Segitiga Bermuda dapat membuat lapisan udara sangat tidak stabil. Karenanya, bukan hal yang mustahil bila pesawat-pesawat banyak yang jatuh di area itu.
Segitiga Bermuda, yang juga dikenal sebagai Segitiga Setan, dilaporkan telah membuat banyak kapal dan pesawat menghilang secara misterius sejak lama. Perihal kehilangan dilaporkan terjadi sejak 1851. Diperkirakan hingga kini 8.127 orang telah hilang di Segitiga Bermuda. Landasan laut ini memiliki banyak anomali magnetik yang dapat menyesatkan pembacaan kompas. Stok gas metana beku yang masif di dasar laut dangkal tersebut bisa meledak dengan kuat dan semburan gas metananya mampu menenggelamkan kapal besar.
Detail soal temuan ini rencananya akan disampaikan pada pertemuan Peneliti Geo Sains Eropa di Wina, Austria, 17-22 April mendatang. Salah satu topik yang dibahas adalah pengaruh ledakan gas metan terhadap perjalanan kapal. (int)
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
kota
Gema Kemanusiaan TMMD 127 Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
kota
Di Pondok Sederhana Sangkunur, Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel Jadi Penolong bagi Ibu Siti Halimah
kota
Di Bawah Terik Matahari, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Sertu Himsar Panjaitan Cat Toren Sumur Bor Demi Air Bersih Warga Sangkunur
kota
Kuas Pengabdian Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Percantik Wajah Baru Fasilitas Air Sangkunur
kota
Keringat Prajurit untuk Rakyat Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Bantu Wujudkan Rumah Impian Warga
kota
Bukan Main! Rumah Impian Pak Anton Akhirnya Terwujud di Tangan Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel
kota
sumut24.co MEDAN , Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini berada di fase penting dalam sejarah panjangnya sebagai salah satu perguruan t
kota
sumut24.co ASAHAN, Masjid Agung H.Achmad Bakrie di Jalan Jendral Sudirman (Jalinsum), Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat, me
News