Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
Seekor penguin bernama Dindim telah menggetarkan hati sebagian besar orang karena ketulusan dan kasih sayangnya yang besar, terhadap seorang nelayan yang pernah menyelamatkan hidupnya 5 tahun silam. Dindim sendiri merupakan seekor penguin yang tinggal di daerah Amerika Selatan, karena ia merupakan penguin dari jenis Magelianic, keluarga penguin yang berhabitat di negara tropis Amerika Selatan. Â Apa yang membuat Dindim begitu terkenal dan menjadi buah bibir saat ini. Pasalnya, setiap tahunnya Dindim selalu melakukan perjalanan sepanjang 8 ribu km untuk mengunjungi penyelamat hidupnya yakni seorang nelayan bernama Joao Pereira yang tinggal di Rio de Jeneiro, Brasil. Â Pertemuan Dindim dan Joao berawal di tahun 2011. Saat itu, Joao menemukan Dindim terluka parah dan kehilangan sebagian besar bulu tubuhnya. Kondisi ini diperkirakan karena Dindim baru saja terjebak di dalam air laut yang bercampur dengan tumpahan minyak lalu terdampar di tepi pantai tempat tinggalnya. Â Melihat Dindim yang begitu menderita, pria paruh baya itu pun membawa pulang penguin malang tersebut lalu membersihkan tubuhnya dan mengobati luka di tubuhnya. Joao juga merawat dan memberi makan Dindim dengan tulus. Setelah sehat dan kondisinya pulih, Joao akhirnya melepaskan Dindim ke habibat aslinya. Â Joao mengatakan, “Aku mengira bahwa saat aku melepasnya, itu adalah pertemuan terakhir kita. Aku tak pernah berpikir bahwa aku bisa bertemu kembali dengannya. Namun, beberapa bulan kemudian ia kembali ke sini. Ia mengunjungiku dan melakukan hal itu setiap tahunnya. Â “Aku sudah menganggapnya sebagai anakku sendiri. Mungkin, ia juga menganggapku sebagai ayahnya. Ia selalu ada di dekatku saat ia berkunjung. Ia hanya mau ada di dekatku. Ia meminta makan dariku. Ia juga sangat senang saat aku menyiramnya dengan air. Kalau ada orang lain yang mendekat padanya, ia akan mematok orang tersebut atau mengepakkan siripnya sebagai tanda bahwa ia tidak suka,” tambah Joao. (int)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
- Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
- Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
- Gema Kemanusiaan TMMD 127: Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
kota
Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
kota
Gema Kemanusiaan TMMD 127 Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
kota
Di Pondok Sederhana Sangkunur, Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel Jadi Penolong bagi Ibu Siti Halimah
kota
Di Bawah Terik Matahari, Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Sertu Himsar Panjaitan Cat Toren Sumur Bor Demi Air Bersih Warga Sangkunur
kota
Kuas Pengabdian Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Percantik Wajah Baru Fasilitas Air Sangkunur
kota
Keringat Prajurit untuk Rakyat Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Bantu Wujudkan Rumah Impian Warga
kota
Bukan Main! Rumah Impian Pak Anton Akhirnya Terwujud di Tangan Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel
kota
sumut24.co MEDAN , Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini berada di fase penting dalam sejarah panjangnya sebagai salah satu perguruan t
kota
sumut24.co ASAHAN, Masjid Agung H.Achmad Bakrie di Jalan Jendral Sudirman (Jalinsum), Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat, me
News