Minggu, 08 Maret 2026

Sekolah Hira Pemenang Zayed Sustainability Prize 2022 Mewakili Asia Selatan

Administrator - Rabu, 19 Januari 2022 11:21 WIB
Sekolah Hira Pemenang Zayed Sustainability Prize 2022 Mewakili Asia Selatan

Jakarta I Sumut24.CO Sekolah Hira memenangkan Zayed Sustainabiliy Prize 2022 untuk kategori Sekolah Menengah Dunia (Global High School) untuk Wilayah Asia Selatan. Sekolah Hira terpilih menjadi pemenang di antara tiga finalis pada Upacara Penghargaan ke-tigabelas yang diselenggarakan selama the Abu Dhabi Sustainabiity Week (ADSW).

Baca Juga:

Upacara penghargaan ini dihadiri oleh pemimpin, menteri-menteri dan pejabat tingkat senior dunia dari Uni Emirat Arab dan luar negeri, selain para finalis Penghargaan tahun 2022.

Sekolah Hira, sebuah sekolah nirlaba, nirsektarian, sekolah bersama yang mandiri untuk anak usia 3 hingga 19 tahun berlokasi di Male, Maladewa, memenangkan penghargaan tersebut atas proyeknya yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan melestarikan air melalui sebuah solusi tadah air hujan yang berkelanjutan untuk perawatan, penyimpanan, dan penggunaan ulang air selama satu tahun penuh.Hal ini menyebarkan sebuah sistem yang menawarkan penyaringan modern dan pengawasan kualitas untuk memastikan keamanan. Air yang dipanen digunakan untuk kebutuhan dasar, minum dan berkebun.

Melalui keberlanjutan yang dilakukan oleh para siswa, sekolah ini bertujuan untuk mengurangi biaya dan mendapatkan swasembada air minum dengan memanfaatkan musim hujan yang panjang di Maladewa, yang berlangsung kira-kira delapan bulan setiap tahun, sembari mengatasi masalah air lubang bor dan air sumur di negara kepulauan Asia Selatan.

Proyek ini akan melindungi lapisan-lapisan lensa air yang rapuh dari air tanah yang segar yang mengapung di atas air asin di badan air – dengan mengurangi jumlah penarikan sebesar 368.640 liter per tahun.Lensa tersebut muncul di pengaturan air tanah permukaan (terrestrial) non pesisir di mana air asin yang mendasarinya sebagian besar berasal dari penguapan konsentrasi garam yang larut di air hujan.Keuntungan bagi sekolah dan lingkungan tersebut termasuk peningkatan kesehatan, diharapan terjadi selama 50 tahun ke depan sebanyak dua liter air minum tersedia per orang, per hari, dengan total 30.720 liter per bulan.

Dr. Lamya Fawwaz, Direktur the Zayed Sustainability Prize mengatakan: The Zayed Sustainability Prize mengakui bahwa anak-anak muda adalah motor pendorong untuk pengembangan berkelanjutan dan memperdayakan mereka untuk mencapai potensi maksimal mereka.

Pemuda dunia adalah masa depan, dan kemampuan mereka yang berkesinambungan memperkenalkan, mendorong dan memberikan inspirasi positif, perubahan akar rumput menjadi penting untuk memungkinan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif, khususnya mengingat aksi iklim yang dipercepat di mana pemuda adalah pemangku kepentingan utama.

Dr.Fawwaz melanjutkan: “The Zayed Sustaiabllity Prize memberikan selamat kepada Sekolah Hira atas kemenangannya dan memuji proyek inovatifnya yang mencari sampai memaksimalkan akses air dan meningkatkan Kesehatan bagi siswa dan lingkungan keseluruhan, sembari menjaga sumber-sumber alam di Maladewa. Terlebih lagi, proyek ini mencari sampai menjaga ekosistem negara yang rapuh dari dampak buruk perubahan iklim. Tim Penghargaan seluruhnya mengharapkan kesuksesan bagi mereka saat mereka memulai usaha yang dipimpin oleh pemuda yang semangat dan menjanjikan, dan kemajuannya akan dipantau dalam bulan dan tahun mendatang.”

Mengomentari kemenangan Penghargaan ini, Ibu Fathimah Afaaf, Kepala Sekolah Hira mengatakan: “The Zayed Sustainability Prize memberikan inspirasi bagi kami untuk mewujudkan visi kami akan pola pikir mengembangkan keberlanjutan dalam sekolah dan lingkungan kami. Menjadi pemenang Penghargaan ini memungkinkan Sekolah Hira menjadi pelopor dalam pelestarian air, dan kami berharap proyek ini akan memberikan pesan yang berdampak besar bahwa panen air hujan adalah sebuah solusi yang berkesinambungan untuk menghadapi masalah kekurangan air bersih di lingkungan kita. Bagi siswa, keterlibatannya dalam proses ini menjadi pendorong kepercayaan diri mereka, untuk berinovasi dan mencari solusi setahap demi setahap. Hal ini mendorong mereka mengemban tanggung jawab dan untuk mempimpin dengan perilaku membawa perubahan positif kepada masyarakat.”

Sejak berdirinya tahun 2010, Sekolah Hira sudah berusaha untuk menjaga dan memajukan warisannya akan ‘sekolah hijau’. Contoh aksi-aksi berkelanjutan sebelumnya temasuk melarang pemakaian plastik sekali pakai dan memasang panel surya untuk energi bersih, dengan keterlibatan siswa di semua tingkat aktifitas tersebut melalui pendekatan praktek langsung yang mendorong dan memberi inspirasi partisipasi proaktif dan minat.

Zayed Sustainability Prize senilai 3 juta Dolar Amerika ini mengakui Usaha Kecil Menengah, Organisasi Nirlaba dan Sekolah Menengah Dunia atas solusi-solusi berkelanjutannya, sesuai dengan Target Pembangunan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) atau United Nations’ Sustainable Development Goals(SDGs) dan telah berdampak terhadap hidup lebih dari 370 juta orang di seluruh 150 negara, hingga saat ini.

Kategori Sekolah Menengah Dunia sendiri telah menjangkau dan memberikan dampak kepada kurang lebih 45.144 siswa dan lebih dari 425.170 orang dalam lingkungan yang lebih luas, dan angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

Cakupan kategori-kategori Kesehatan, Pangan, Energi, Air dan Sekolah Menengah Dunia, penghargaan ini diinspirasi oleh dan dalam upaya menghormati warisan keberlanjutan dan kemanusiaan dari pendiri dan presiden pertama Uni Emirat Arab, Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan Almarhum.

Untuk kategori Sekolah Menengah Dunia, enam sekolah, setiap sekolah mewakili satu wilayah dunia, menerima sampai dengan 100.000 Dolar Amerika untuk menjalankan proyek mereka yang dipimpin oleh siswa.

Tidak seperti kategori-kategori untuk organisasi, Sekolah Menengah menyerahkan penawaran proyeknya untuk membangun atau memperbesar sebuah solusi yang sudah mereka kembangkan untuk sekolah mereka atau lingkungan lokal.

Tujuan dari kategori ini, yang telah diperkenalkan di Penghargaan tahun 2012 adalah untuk memberikan inspirasi kepada anak-anak muda untuk menjadi pelopor, inovator dan pendukung keberlanjutan yang akan memberikan kontribusi kepada masa depan yang lebih lestari. Wilayah dunia untuk Sekolah Menengah Dunia adalah: Amerika, Eropa dan Asia Tengah, Timur Tengah dan Afrika Utara, Afrika Sub-Sahara, Asia Selatan an Asia Timur & Pasifik. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tim Satreskrim Polres Palas bersama Diskoperindag Sidak LPG 3 Kg di Sibuhuan, Pedagang Jual Hingga Rp35 Ribu per Tabung
Patroli Blue Light Polsek Sosa Intensifkan Pengamanan Malam, Antisipasi Tawuran dan Balap Liar
Gema Kemanusiaan TMMD 127: Ketika Seragam Loreng Menjelma Menjadi Obat Paling Mujarab bagi Rakyat
Di Pondok Sederhana Sangkunur, Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0212/Tapsel Jadi Penolong bagi Ibu Siti Halimah
Di Bawah Terik Matahari, Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS Sertu Himsar Panjaitan Cat Toren Sumur Bor Demi Air Bersih Warga Sangkunur
Kuas Pengabdian: Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS Percantik Wajah Baru Fasilitas Air Sangkunur
komentar
beritaTerbaru