Kamis, 15 Oktober 2026

Pucuk Rotan Obat Perangsang dan Malaria

Administrator - Selasa, 14 Juni 2016 08:41 WIB
Pucuk Rotan Obat Perangsang dan Malaria

MEDAN | SUMUT24 Pucuk rotan atau yang dikenal dengan Pakat asal Tabagsel, Madina dan daerah pinggiran di Sumut. Ternyata Rotan yang dikenal sebagai bahan pembuat perlengkapan rumah tangga, perhiasan dan assesoris bisa di nikmati menjadi kuliner yang unik dan nikmat.

Baca Juga:

Di Medan Sumatera Utara, pucuk rotan, atau biasa disebut pakat, pada bulan Ramadhan selalu banyak dijual di pinggir jalanan di Kota Medan. Pakat sering dijadikan sebagai santapan atau lalap  kuliner di masyarakat untuk berbuka puasa.

Salah seorang Penjual Pucuk Rotan di Jalan Letda Sujono Pak Regar (56) mengatakan, Pakat atau pucuk rotan muda ini didatangkan dari berbagai daerah di Sumatera Utara atau Tabagsel dan dari daerah lainnya. Pucuk rotan ini sangat berguna untuk menambah selera makan dan untuk kesehatan seperti, dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti kencing manis, malaria dan sebagai obat perangsang penambah nafsu makan.

Untuk menikmati pakat ini, kita harus mengolahnya terlebih dahulu dengan cara membakarnya selama kurang lebih setengah jam. Setelah matang, pucuk rotan dikupas dan biasanya dipotong – potong sekitar 5-10 cm. Setelah itu pucuk rotan sudah bisa dinikmati dengan di cocol dengan berbagai macam sambal atau bisa juga kita olah lagi menjadi gulai.

Warga Mandailing Natal sendiri sangat menyukai pakat, selain rasanya yang enak dan khasiatnya yang bagus juga harganya yang sangat ekonomis. Untuk menambah selera makan, sajian pakat ini juga dapat ditambahkan dengan lemang sebagai pencuci mulut. Pakat rotan ini sendiri selain menjadi makanan kegemaran masyarakat Mandailing Natal, juga merupakan makanan adat yang disantap pada upacara-upacara adat bagi warga Tabagsel dan Madina.

Ditambahkan Pak Regar, Pucuk rotan ini sudah sangat sulit didapatkan sehingga harus didatangkan dari daerah Sumatera Barat dan Riau. “Karena hutan di Sumut ini sudah banyak yang berubah jadi kebun kelapa sawit sehingga pucuk rotan jadi langka,” ujarnya. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Rp20 Miliar Disebut Telan Dana, Stadion Sangnaualuh Kembali Disuntik Rp7,39 Miliar: Manson Purba Desak APH Usut Dugaan Korupsi
KPK Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas dalam OTT di BNPB, Sekretaris Utama Ikut Diamankan
Dr. Ramces Pandiangan Bersuara Keras, Dugaan Pengerusakan oleh Satpol PP Deli Serdang Kini Dilaporkan ke Polisi
FABEM SUMUT DAN MASKER PRAGI UCAPKAN SELAMAT BERTUGAS DIRUT PT.PLN SUROSO ISNANDAR
D’Legends Sumut Serahkan Sertifikat Touring Medan–Banda Aceh, Kurniawan Tekankan Semangat Persaudaraan*
232 Dapur SPPG Diresmikan di Sumut, Wagub Dorong Pemerataan Layanan Gizi hingga ke Daerah
komentar
beritaTerbaru