Senin, 25 Mei 2026

Al Quran Berbahan Sutra di Afghanistan

Administrator - Rabu, 23 Mei 2018 12:32 WIB
Al Quran Berbahan Sutra di Afghanistan

Kabul I SUMUT24 Satu-satunya Alquran yang dibuat dari bahan sutra telah selesai disusun di Afghanistan. Para kreator berharap Alquran ini bisa melindungi tradisi kaligrafi Afghanistan.

Baca Juga:

Dilansir AFP, Rabu (23/5), setiap helai halaman Alquran yang terdiri dari 610 halaman itu dibuat menggunakan tulisan tangan. Alquran itu dibuat oleh 38 penulis kaligrafi dan diselesaikan dalam waktu 2 tahun.

Halaman sampul Alquran itu dibuat dari bahan kulit kambing. Total berat Alquran itu mencapai 8,69 kg.

“Tujuan kami adalah untuk memastikan seni kaligrafi tidak mati di negara ini, menulis kaligrafi adalah bagian dari budaya kami.” kata Khwaja Qamaruddin Chisti, master kaligrafi yang berusia 66 tahun di kantornya di kawasan pegunungan Turquoise, Kabul.

Dengan Alquran dinilai sebagai naskah suci, kaligrafi juga dihormati dalam Islam dan seni Islam.

“Ketika dilihat sebagai suatu seni, kami tidak bisa memberikan nilai. Tuhan telah mempercayakan kepada kami dengan pekerjaan ini, dan ini bermakna lebih dari aspek finansial untuk kami,” imbuh Chishti.

Menggunakan bambu atau pena buluh bertinta, Chishti dan rekan-rekan sesama penulis kaligrafinya menghabiskan dua hari untuk menyalin versi Alquran menjadi satu halaman, kadang-kadang lebih lama jika mereka membuat kesalahan dan harus mengulang dari awal.

Mereka menggunakan aksara Naskh, salah satu gaya kaligrafi yang dikembangkan pada era Islam awal untuk menggantikan Kufic karena dinilai lebih mudah dibaca dan ditulis.

Dekorasi antara naskah itu dikenal sebagai iluminasi, pengerjaannya lebih memakan waktu. Pengerjaan tiap halamannya membutuhkan waktu satu minggu.

Tim seniman menggunakan tinta natural yang terbuat dari batu lapis lazuli, emas dan perunggu untuk membuat pola-pola yang terkenal pada masa Dinasti Timurid, abad ke-15 dan 16 di kota barat Herat.

“Seluruh warna yang digunakan berbahan dasar alam,” kata Mohammad Tamim Sahibzada, master seni miniatur yang bertanggung jawab untuk membuat warna-warna cerah di dalam Alquran tersebut.

Sahibzada mengatakan, mengerjakan kaligrafi di atas bahan sutra untuk pertama kalinya sungguh menantang. Seluruh bahan yang terbuat dari bahan-bahan lokal (panjang 305 meter), itu dirawat dalam larutan yang terbuat dari biji-bijian kering yakni ispaghula, atau psyllium untuk mencegah tinta meluber.(red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
MTQ Ke 23 Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat Resmi Dibuka Bupati
Program “IM3 Pasti Simpel” Bikin Pelanggan Sumatra Pulang Bawa Motor Listrik
Dari THM Phantom KTV, Satresnarkoba Polrestabes Medan Ringkus Pemasok Narkoba
ESENSI HAJI: DARI RITUAL MASSAL KE REVOLUSI BATIN
Duo Hasrimy Bersaudara Disebut dalam Dua Perkara Dugaan Korupsi Smartboard di Sumut
PEMBATALAN OPERASI TULANG BELIKAT SAMUEL SIMANJUNTAK DIPERTANYAKAN"
komentar
beritaTerbaru