Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
Baca Juga:
Hal ini disampaikan dalam diskusi yang digelar oleh Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) di Pimnas PKN, Menteng, Jakarta, Rabu (22/01/2025). Tema yang diangkat adalah "28 Tahun Petani Tak Terurus: Quo Vadis Masa Depan Petani?". Dalam diskusi tersebut, hadir dua narasumber utama, Khudori, pegiat Komite Pendayagunaan Pertanian, dan Dadan K Ramdan, pegiat pangan di lembaga nirlaba PPI Jawa Barat.
Dadan K Ramdan menekankan bahwa petani sudah memiliki daya hidup yang kuat. Meski tanpa program atau bantuan dari pemerintah, mereka akan tetap bertani. "Ada program atau tidak ada program, petani akan tetap bertani," ujar Dadan, yang sudah berpuluh tahun berinteraksi langsung dengan petani.
Namun, menurut Dadan, kebijakan pemerintah seharusnya lebih memihak kepada petani. "Petani itu tidak hanya diberikan program saja. Yang lebih penting adalah petani itu difasilitasi dan dikawal dalam menjalankan usaha pertaniannya," katanya. Ia menambahkan bahwa masalah utama di sektor pertanian terletak pada mata rantai penjualan hasil pertanian yang sering kali merugikan petani.
Hal senada disampaikan oleh Khudori, yang menilai kebijakan pemerintah untuk menghentikan impor beberapa komoditas dalam rangka mencapai swasembada pangan layak diapresiasi, meskipun masih membutuhkan evaluasi lebih lanjut. Khudori juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap masalah lahan yang semakin menyempit bagi petani. Data menunjukkan bahwa luas lahan yang dikuasai petani turun signifikan, dari 0,89 hektar pada 2013 menjadi 0,69 hektar pada 2023.
Khudori menyarankan lima langkah untuk mewujudkan swasembada pangan yang lebih efektif, antara lain dengan melindungi lahan pertanian produktif, mendorong kesejahteraan petani, serta mengurangi pemborosan pangan di tingkat konsumen.
Diskusi ini mempertegas bahwa untuk mencapai swasembada pangan, negara harus hadir lebih aktif dalam mendukung petani, bukan hanya lewat program, tetapi dengan kebijakan yang benar-benar memberikan perlindungan dan pendampingan bagi mereka. Rel
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
MEDAN Sumut24.coJelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman yang akan memasuki masa pensiun, sej
News
Viral! Peredaran Narkoba di Pantai Labu, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gerak Cepat bekuk Pelaku"
kota
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Jakarta Sumut24.coJaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan pidana 18 tahun penjara dalam per
Hukum
Jakarta Sumut24.coPresiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan dana denda administratif senilai Rp10 triliun serta lahan kawasan hutan
News
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi jabatan di jajaran perwira tinggi. Dalam mutasi terbaru, Irjen Pol
Profil
Jakarta DPR RI menerima sekaligus bersilaturahmi dengan Ketua Umum PB PGRI Pusat, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, beserta jajaran pengurus PGR
Politik
Jakarta Nurul Arifin menegaskan pentingnya perlindungan maksimal bagi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi
News
sumut24.co MedanAula Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi saksi riuhnya antusiasme mahasiswa
Umum