MTQ Ke 23 Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat Resmi Dibuka Bupati
MTQ Ke 23 Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat Resmi Dibuka Bupati
kota
Shyfa seperti Harimau yang dibangunkan beberapa ucapannya menggertakkan hati ayah Farah, dia benar-benar marah melihat hal ini. “Ayah macam apa kau ini hah? Menyakiti anak kandungmu sendiri, melukai hati darah dagingmu, benar-benar laknat Allah sudah di belakangmu.†Sambil mengusap air hujan di mukanya Shyfa menarik tangan Farah dan pergi meninggalkan ayahnya yang masih terpaku di tengah rintik-rintik hujan. Shyfa memberikan kembali jilbabnya agar Farah segera mengenakan jilbab itu, setelah itu Farah pun mengikuti Shyfa yang berlinangan air mata.
Baca Juga:
Aku berjalan menuju rumahku dan masuk tanpa mengucapan salam, Abi dan Umi yang masih bingung apa yang sebenarnya terjadi akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada kami yang sudah basah kuyup. “nanti Shyfa cerita yaa, mi bi. Shyfa mau ke kamar dulu, mau mandi dan sholat†Shyfa langsung masuk ke kamar bersama Farah.
“Farah, ini handuk kau segera mandi saja lalu sholat sekarang sudah masuk Maghrib†Farah hanya mengangguk dan mengambil handuk yang diberikan Shyfa. Shyfa hanya memandangi suasana di luar lewat jendela, matanya nanar mendapati kejadian yang barusan dia lihat, tak terasa air matanya pun mengalir, membayangkan betapa tersiksanya hati Farah dia tidak akan sanggup jika dia yang berada pada posisi Farah saat itu.
Tok… tok… tok… Shyfa. Suara di balik pintu memanggil, ternyata itu umi. “iya umi, sebentarâ€. Shyfa berjalan sambil menghapus air mata nya. “Kamu kenapa belum mandi nak?†“sebentar lagi mi, Farah sedang mandi†“oh begitu, ya sudah nanti umi sama abi tunggu meja makan ya, sholat dulu sana.†“iya mi†jawab Shyfa lalu menutup pintu.
Tidak berselang lama Farah selesai mandi, wajahnya agak sedikit segar dan tida terlalu pucat seperti tadi, hanya saja raut wajahnya benar-benar menggambarkan kesedihan yang luar biasa. “Farah, bagaimana keadaanmu sekarang?†“aku sudah lumayan Shyfa, terima kasih atas bantuanmu, jika saja tadi tidak ada kau mungkin sekarang aku sudah disate oleh ayahku†suara Farah berat sekali saat itu. Sebenarnya aku langsung ingin bertanya padanya apa yang sebenarnya terjadi sampai-sampai ayahnya tega melakukan hal demikian padanya, tetapi karena kami belum sholat dan umi sudah menunggu kami dimeja makan jadi aku tunda dulu rasa penasaranku saat itu.
Selesai sholat berjamaah aku mengajak Farah untuk turun dan makan malam bersama di bawah, dan Farah mengangguk lalu kami pun turun. Ketika turun betapa terkejutnya Shyfa melihat seseorang yang sangat dia kenali dan rindukan ada di meja makan bersama umi dan abi nya, ya itu kak Latif kakak kesayangannya.
MTQ Ke 23 Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat Resmi Dibuka Bupati
kota
sumut24.co MedanAda alasan kenapa program IM3 Pasti Simpel terus menarik perhatian pelanggan Sumatra cara ikutannya mudah, hadiahnya ny
Ekbis
Medan sumut24.co Usai membongkar praktek peredaran narkoba di Phantom KTV yang berada di Jalan Adam Malik Medan, Sabtu (23/5/2026) pagi ke
Hukum
ESENSI HAJI DARI RITUAL MASSAL KE REVOLUSI BATIN
kota
Duo Hasrimy Bersaudara Disebut dalam Dua Perkara Dugaan Korupsi Smartboard di Sumut
kota
PEMBATALAN OPERASI TULANG BELIKAT SAMUEL SIMANJUNTAK DIPERTANYAKAN"
kota
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 untuk se
Info
BANDA ACEH Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, yang diduga melarang wartawan melakukan peliputan di sekolah penerim
News
Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Buka MTQ keXXV di Palopat Pijorkoling, 243 Finalis Siap Bersaing
News
Perayaan Waisak 2570 BE di Candi Bahal I Berlangsung Khidmat, Wabup Paluta Ajak Rawat Kerukunan
Umum