Kamis, 12 Maret 2026

Jangan Salahkan Jilbabku - Kakak yang Dirindukan

Administrator - Rabu, 27 Juli 2016 07:37 WIB
Jangan Salahkan Jilbabku - Kakak yang Dirindukan

Shyfa seperti Harimau yang dibangunkan beberapa ucapannya menggertakkan hati ayah Farah, dia benar-benar marah melihat hal ini. “Ayah macam apa kau ini hah? Menyakiti anak kandungmu sendiri, melukai hati darah dagingmu, benar-benar laknat Allah sudah di belakangmu.” Sambil mengusap air hujan di mukanya Shyfa menarik tangan Farah dan pergi meninggalkan ayahnya yang masih terpaku di tengah rintik-rintik hujan. Shyfa memberikan kembali jilbabnya agar Farah segera mengenakan jilbab itu, setelah itu Farah pun mengikuti Shyfa yang berlinangan air mata.

Baca Juga:

Aku berjalan menuju rumahku dan masuk tanpa mengucapan salam, Abi dan Umi yang masih bingung apa yang sebenarnya terjadi akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada kami yang sudah basah kuyup. “nanti Shyfa cerita yaa, mi bi. Shyfa mau ke kamar dulu, mau mandi dan sholat” Shyfa langsung masuk ke kamar bersama Farah.

“Farah, ini handuk kau segera mandi saja lalu sholat sekarang sudah masuk Maghrib” Farah hanya mengangguk dan mengambil handuk yang diberikan Shyfa. Shyfa hanya memandangi suasana di luar lewat jendela, matanya nanar mendapati kejadian yang barusan dia lihat, tak terasa air matanya pun mengalir, membayangkan betapa tersiksanya hati Farah dia tidak akan sanggup jika dia yang berada pada posisi Farah saat itu.

Tok… tok… tok… Shyfa. Suara di balik pintu memanggil, ternyata itu umi. “iya umi, sebentar”. Shyfa berjalan sambil menghapus air mata nya. “Kamu kenapa belum mandi nak?” “sebentar lagi mi, Farah sedang mandi” “oh begitu, ya sudah nanti umi sama abi tunggu meja makan ya, sholat dulu sana.” “iya mi” jawab Shyfa lalu menutup pintu.

Tidak berselang lama Farah selesai mandi, wajahnya agak sedikit segar dan tida terlalu pucat seperti tadi, hanya saja raut wajahnya benar-benar menggambarkan kesedihan yang luar biasa. “Farah, bagaimana keadaanmu sekarang?” “aku sudah lumayan Shyfa, terima kasih atas bantuanmu, jika saja tadi tidak ada kau mungkin sekarang aku sudah disate oleh ayahku” suara Farah berat sekali saat itu. Sebenarnya aku langsung ingin bertanya padanya apa yang sebenarnya terjadi sampai-sampai ayahnya tega melakukan hal demikian padanya, tetapi karena kami belum sholat dan umi sudah menunggu kami dimeja makan jadi aku tunda dulu rasa penasaranku saat itu.

Selesai sholat berjamaah aku mengajak Farah untuk turun dan makan malam bersama di bawah, dan Farah mengangguk lalu kami pun turun. Ketika turun betapa terkejutnya Shyfa melihat seseorang yang sangat dia kenali dan rindukan ada di meja makan bersama umi dan abi nya, ya itu kak Latif kakak kesayangannya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
KPK Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Tambahan
Operasi Ketupat Toba 2026, Polda Sumut Pastikan Pengamanan Mudik Lebaran Berjalan Aman
Polda Sumut Tetapkan 2 Tersangka Penambang Emas Ilegal
Operasi Ketupat Toba 2026, Polda Sumut Pastikan Pengamanan Mudik Lebaran Berjalan Aman
Polda Sumut Tetapkan 2 Tersangka Penambang Emas Ilegal Akan Periksa 3 Perusahaan "Raksasa"
Gerindra Sergai Gelar Buka Puasa Bersama, Sekda Sergai Apresiasi Kepedulian Sosial Partai
komentar
beritaTerbaru