Selasa, 21 Juli 2026

Wow, 30 Anak Batunadua Keracunan Konsumsi Mie Gulung

Administrator - Jumat, 24 Juni 2016 08:45 WIB
Wow, 30 Anak Batunadua Keracunan Konsumsi Mie Gulung

SIDIMPUAN | SUMUT24 Konsumsi makanan ringan jenis mie telor, 30 warga Desa Aek Bayur Kecamatan Padang Sidimpuan Batunadua diduga mengalami keracunan, Kamis (23/6) siang.

Baca Juga:

Informasi yang dihimpun wartawan di Puskesmas Pembantu Aek Bayur yang berada di Jalan H Dahlan Sitegar Kecamatan Batu Nadua menyebutkan, peristiwa tersebut terkuak lantaran warga berbondong-bondong menyambangi puskesmas sekira pukul 12.00 WIB. Kala itu, warga mengaku mengalami mual, muntah hingga mencret.

Melihat keluhan warga tersebut, petugas puskesmas pun menduga kalau warga mengalami keracunan.

Kepada wartawan, Kadis Kesehatan Kota Padang Sidimpuan, Letnan Dalimunthe mengatakan, dari gejala yang dialami warga tersebut pihaknya menduga hal itu merupakan keracunan. Kendati demikian, dirinya belum bisa memastikan apa jenis racun tersebut. “Tapi untuk sementara ini, dugaannya lantaran makanan mie gulung,” ucapnya.

Guna memastikan jenis racun yang bersemayam di tubuh warga tersebut, pihaknya telah mengambil sampel makanan guna diperiksa ke laboratorium. “Sampelnya sudah kita ambil, saat ini mau kita periksa ke laboratorium. Supaya diketahui hasilnya apa,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Padang Sidimpuan, Andar Amin Harahap mengatakan, pihaknya telah menangani para korban. Untuk saat ini, dirinya mengaku telah merujuk 3 korban keracun tersebut ke RSUD Kota Padang Sidimpuan.

“Mengenai biayanya, semuanya geratis,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Erwin yang merupakan orang tua korban keracunan mengaku, Rabu (22/6) malam 2 anaknya membeli mie gulung dari pedagang keliling, Putra. Setelah makan tersebut, kedua anaknya tidak mengalami gejala keracunan.

“Tapi pas sahur, anak saya mengaku perutnya mulas. Setelah itu, mereka pun mencret,” ucapnya singkat.

Terpisah, pedagang makanan ringan keliling, Putra mengaku kepada petugas kepolisian kalau dirinya tidak mengetahui makanan yang dijualnya tersebut mengandung racun. “Tidak tahu saya pak,” ucapnya.

Kendati demikian, petugas Polres Kota Padang Sidimpuan membawanya guna dimintai keterangannya.

Amatan wartawan di Puskesmas Pembantu Aek Bayur tampak ramai dikunjungi warga. Dari 30 warga yang keracunan tersebut, didominasi anak-anak yang berusia berkisar 6 tahun hingga 19 tahun.

Sementara itu, dari data yang diperpoleh ada 30 warga yang keracunan tersebut 3 diantaranya dirujuk ke RSUD Kota Padang Sidimpuan, 17 orang rawat inap dan 10 orang rawat jalan. (Indra)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tokoh Masyarakat Madina H. Syahrir Nasution Dukung PWI Sumut Adukan Hotman Paris: Jangan Rendahkan Martabat Wartawan
Dorong Geliat Ekonomi Lokal, BRI BO Sibuhuan Kunjungi Calon Agen Brilink Baru
Layanan Kesehatan Masyarakat Nias Utara Semakin Baik, Pemprov Sumut Terus Dorong Optimalisasi Sejak 2019
Mendukung Program BSPS, BRI BO Sibuhuan  Berikan Fasilitas Layanan  ke Masyarakat Penerima Bantuan
Diduga Kelalaian Sistemik, Tokoh Pemuda Sumatera Utara Desak Kasus Tabrakan Maut Sibolangit Diusut Hingga Perusahaan
Dukung Program TJSL,BRI BO Sibuhuan  Lakukan Survei Kecalon Penerima Bantuan
komentar
beritaTerbaru