Percepat Pemulihan Bencana Aceh, Kemendagri Guyur Puluhan Ekskavator dan Dump Truck ke Bireuen hingga Pidie Jaya
Percepat Pemulihan Bencana Aceh, Kemendagri Guyur Puluhan Ekskavator dan Dump Truck ke Bireuen hingga Pidie Jaya
News
SIDIMPUAN | SUMUT24 Konsumsi makanan ringan jenis mie telor, 30 warga Desa Aek Bayur Kecamatan Padang Sidimpuan Batunadua diduga mengalami keracunan, Kamis (23/6) siang.
Baca Juga:
- Percepat Pemulihan Bencana Aceh, Kemendagri Guyur Puluhan Ekskavator dan Dump Truck ke Bireuen hingga Pidie Jaya
- Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Disdik Sumut Berlakukan PJJ 16–21 Oktober 2026
- Kabut Asap Masuk Sumut, Bobby Nasution Imbau Pembelajaran Jarak Jauh dan Minta Kepala Daerah Pantau Kualitas Udara
Informasi yang dihimpun wartawan di Puskesmas Pembantu Aek Bayur yang berada di Jalan H Dahlan Sitegar Kecamatan Batu Nadua menyebutkan, peristiwa tersebut terkuak lantaran warga berbondong-bondong menyambangi puskesmas sekira pukul 12.00 WIB. Kala itu, warga mengaku mengalami mual, muntah hingga mencret.
Melihat keluhan warga tersebut, petugas puskesmas pun menduga kalau warga mengalami keracunan.
Kepada wartawan, Kadis Kesehatan Kota Padang Sidimpuan, Letnan Dalimunthe mengatakan, dari gejala yang dialami warga tersebut pihaknya menduga hal itu merupakan keracunan. Kendati demikian, dirinya belum bisa memastikan apa jenis racun tersebut. “Tapi untuk sementara ini, dugaannya lantaran makanan mie gulung,” ucapnya.
Guna memastikan jenis racun yang bersemayam di tubuh warga tersebut, pihaknya telah mengambil sampel makanan guna diperiksa ke laboratorium. “Sampelnya sudah kita ambil, saat ini mau kita periksa ke laboratorium. Supaya diketahui hasilnya apa,” pungkasnya.
Sementara itu, Walikota Padang Sidimpuan, Andar Amin Harahap mengatakan, pihaknya telah menangani para korban. Untuk saat ini, dirinya mengaku telah merujuk 3 korban keracun tersebut ke RSUD Kota Padang Sidimpuan.
“Mengenai biayanya, semuanya geratis,” ucapnya singkat.
Sementara itu, Erwin yang merupakan orang tua korban keracunan mengaku, Rabu (22/6) malam 2 anaknya membeli mie gulung dari pedagang keliling, Putra. Setelah makan tersebut, kedua anaknya tidak mengalami gejala keracunan.
“Tapi pas sahur, anak saya mengaku perutnya mulas. Setelah itu, mereka pun mencret,” ucapnya singkat.
Terpisah, pedagang makanan ringan keliling, Putra mengaku kepada petugas kepolisian kalau dirinya tidak mengetahui makanan yang dijualnya tersebut mengandung racun. “Tidak tahu saya pak,” ucapnya.
Kendati demikian, petugas Polres Kota Padang Sidimpuan membawanya guna dimintai keterangannya.
Amatan wartawan di Puskesmas Pembantu Aek Bayur tampak ramai dikunjungi warga. Dari 30 warga yang keracunan tersebut, didominasi anak-anak yang berusia berkisar 6 tahun hingga 19 tahun.
Sementara itu, dari data yang diperpoleh ada 30 warga yang keracunan tersebut 3 diantaranya dirujuk ke RSUD Kota Padang Sidimpuan, 17 orang rawat inap dan 10 orang rawat jalan. (Indra)
Percepat Pemulihan Bencana Aceh, Kemendagri Guyur Puluhan Ekskavator dan Dump Truck ke Bireuen hingga Pidie Jaya
News
Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Disdik Sumut Berlakukan PJJ 16&ndash21 Oktober 2026
News
Kabut Asap Masuk Sumut,Bobby Nasution Imbau Pembelajaran Jarak Jauh dan Minta Kepala Daerah Pantau Kualitas Udara
kota
sumut24.co ASAHAN, Aktivitas pertambangan Galian C yang beroperasi di wilayah Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan, kembali menjadi soro
News
Dua Spesialis Curanmor di Jalan Gurila Diberi Tindakan Tegas Terukur
kota
Temui Majelis Taklim Halimah, Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Bersinergi Jaga Kamtibmas
News
40 Orang Positif Narkoba Diamankan saat Penggerebekan dI Gg Jati Panglima Denai
News
Cegah Gangguan Pernapasan, Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Bagika nMasker kepada Warga Binaan
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara secara resmi meluncurkan program Bus Perintis di Kabupaten Asahan, Kamis (15/10/2026)
News
sumut24.co ASAHAN, Praktik dugaan pungutan liar mencuat di lingkungan RSUD Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran, Kabupaten Asahan, se
News