Sabtu, 04 April 2026

JIKA BUPATI ASHARI TAMBUNAN BERSIH COPOT KADISKES

Administrator - Senin, 13 Juli 2020 02:41 WIB
JIKA BUPATI ASHARI TAMBUNAN BERSIH COPOT KADISKES

 

Baca Juga:

DELISERDANG I SUMUT24 Kasus mangkraknya pembangunan Puskesmas Desa Sialang Kecamatan Bangun Purba yang menggunakan uang rakyat yang senilai Rp. 3,1 Milyar berbuntut panjang. Jika semula perhatian masyarakat hanya tertuju pada pembangunan fisik puskesmas yang mangkrak, kini mengarah pada dugaan Mark – Up pembelian pengadaan lahan puskesmas tersebut.

Aktifis pemuda Deli Serdang, Naik Purba, SH ketika meninjau langsung proyek ini, dengan tegas mengatakan sebagai putra asli daerah bangun purba, saya merasa tersinggung dan kecewa terhadap kinerja Kadiskes Deli Serdang berserta segenap panitia pembangunan puskesmas ini. Jangan jadikan wilayah kecamatan bangun purba, sebagai ladang korupsi untuk memperkaya diri, apalagi untuk alasan pembangunan kesehatan sebab sektor kesehatan termasuk salah satu skala prioritas pembangunan di Deli Serdang.

Masyarakat Bangun Purba, telah lama merindukan peningkatan layanan kesehatan, kita tidak ingin Bangun Purba dalam pelayanan kesehatan dan sosial kemasyarakatan tertinggal dari 21 kecamatan lainnya di Deli Serdang. Jika Bupati Ashari Tambunan, tidak memiliki hubungan emosional khusus dengan kontraktor yang mengerjakan proyek ini dan clean, copot Kadiskes Deli Serdang.

Lebih lanjut, Naik Purba menjelaskan : kurang lebih 100 meter dari jalan besar dan tidak hanya 50 meter dan puskesmas yang mangkrak, lahan keluarga saya Rp. 30.000.000/Rante hingga saat ini sulit dijual, sementara lahan untuk puskesmas yang mangkrak dibeli oleh Dinas Kesehatan Rp. 150.000.000/Rante. Bukankah jual beli ini diduga Mark – Up ? Kita minta Kejaksaan Negeri Deli Serdang segera mengusut dugaan Mark – Up ini.

Ditempat yang sama, Yetno pemilik rumah makan samping puskesmas yang

mangkrak, juga angkat bicara bahwa tanah yang berada di belakang rumah makan saya ini hanya ditawarkan Rp. 25.000.000/Rante hingga kini juga tidak ada yang berminat membelinya. Secara pribadi, saya juga ikut bersyukur karena tanah mertua saya itu dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang ( Dinas Kesehatan Red ) dengan harga Rp. 150.000.000/Rante.

Ditempat terpisah, Sophian mantan ketua KNPI Deli Serdang di era Naik Purba sebagai Ketua GPI Deli Serdang, ketika diminta pendapatnya, Sabtu Tanggal 11 Juli 2020 ikut angkat bicara, kami minta agar aparat dipikor penegak hukum baik kepolisian maupun kejaksaan segera memanggil dan memeriksa Kadis Kesehatan Deli Serdang, Panitia Pengadaan, Camat Bangun Purba saat itu serta pejabat lainnya yang terkait dengan pembelian pengadaan lahan / tanah puskesmas yang mangkrak tersebut. Dan kepada Bupati Ashari dengan hormat kami minta segera dicopot Kadis Kesehatan Deli Serdang. Jika kasus ini tidak tuntas, jangan halangi kami para eksponen Aktifis Pemuda Deli Serdang yang cinta Kabupaten Deli Serdang akan turun gunung.(Ir)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
Sinergi Lewat Olahraga! Polres Padangsidimpuan Tumbangkan Bank Mandiri di Laga Seru
Polri Hadir untuk Rakyat, Kapolres Yon Edi Winara Pimpin Perbaikan Jembatan Gantung Merah Putih di Tapsel
Dorong Pelayanan Publik Lebih Baik, Sekda Madina Afrizal Nasution Minta ASN Tingkatkan Disiplin
59 Pejabat Dilantik Sekaligus! Bupati Madina Saipullah Nasution Kirim Pesan Tegas ke ASN
Kelistrikan Dibahas Serius, PLN dan Pemkab Madina Sepakat Sinkronkan Data Lampu Jalan
komentar
beritaTerbaru