Senin, 21 September 2026

Tambang Ilegal di Madina Undang Bencana Alam, Gubsu Harus Turun Tangan

Administrator - Sabtu, 06 Juni 2020 03:12 WIB
Tambang Ilegal di Madina Undang Bencana Alam, Gubsu Harus Turun Tangan

MEDAN I SUMUT24.co Tambang-tambang emas ilegal di Kabupaten Mandailing Natal terus menjadi-jadi sehingga terancamnya keseimbangan lingkungan. Untuk itu kita minta Bupati Madina agar menertibkannya dan Gubsu diminta agar turun tangan, karena bumi Gordang Sambilan terancam bencana alam akibat tambang ilegal tersebut, Ucap Wakil Ketua Hikma Sumut H Syahrir Nasution kepada SUMUT24, Jumat (5/6). Menurutnya, Warga Mandailing jangan tutup mata dan telinga. Saya selaku putra dari Batang Natal tersentuh nurani saya melihat kondisi Ekosistem Sungai tersebut. saya masih berharap kepada Bupati Madina yang juga putra Sopo Tinjak Batang Natal untuk menertibkannya. Selaku Inisiator KMMPI , saya juga minta kepada Warga Mandailing umumnya untuk mensupport semua sungai-sungai yang ada kandungan mineral lainnya untuk mengawasinya. Jangan lagi rakyat Madina disengsarakan. Atas nama Warga Madina, saya minta Gubsu untuk turun terjun ke lapangan sesuai janjinya dulu akan menertibkan “penambang-penambang Illegal “ tapi juga mayoritas pengusha-pengusaha besar juga ikut bermain di sini. Untuk Gubsu yang merindukan Sumut Bermartabat kedepan, rakyat juga ingin memiliki Martabat . Identitas Mandailing harus kita tunjukkan dan jaga bahwa kita juga sejak nenek moyang / Ompung-ompung kita dulu memiliki “ MARTABAT” yang tinggi yang tdk bisa dinilai dengqn “ Segepok Rupiah” apalagi menggadaikan Tano Sere Mandailing ini kepada Oligharki dan kapitalist-kapitalis. Tano Mandailing sekarang memang sedang di lirik dan diincar oleh segelintir Oligharki Pengusaha & Penguasa yang seolah-seolh ingin menjadi pahlawan membangun Tano Madina, faktanya itu semua hanya “ OMDO” alias Omong Doank, bak kata orang kita Mandailing “ Olan na Kecek” dei, tar songon “ BURAS NI SI LOMLOM “ najolo hikayat carito Rakyat Tempoe Doloe. Utuk itu Warga MADINA harus bersatu padu dan menjadikan musuh “ BERSAMA” New Imperalisme Baru” Yang sudah masuk ke kolong tempat tidur kita. Jangan sampai (Menyadur dri Surah Nuh . 1 -4, Al Qura’nnulkarim ), terjadi di bumi Mandailing ini.Orang yg menyeru pada kebenaran harus tetap ada di muka bumi ini. Jika tidak, maka akan terulang lah seperti masa yang lalu, disaat orang sholehnya sudah berpulang keharibaan sang khaliknya, maka hanya tinggal orang-orang yang Jahil saja menjadikan kembali menyembah berhala (artinya kondisi hari ini) menghambakan Uang & Materi semata. Tunggu la Azzab Allah SWT sangat pedih, ucapnya.(Red)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
PSMS Menang Telak 6-0 atas Persiku, Kadispora Sumut Terpukau
Ketua PSI Soroti Anggaran Rehab Masjid Jeunieb
Tak Ingin Molor, Wali Kota Padangsidimpuan Koordinasi dengan BPKP Soal Percepatan Huntap
Pengurus PP Polri Tapsel 2026-2031 Dikukuhkan, Kompol Purn Daulat Mhd Zein Harahap Jadi Ketua
World Cleanup Day di Huta Godang, Wabup Tapsel Jafar Ingatkan Ancaman Erosi dan Perubahan Iklim
DPC Hima Lubis Kota Medan Resmi Dilantik, Ini Pesan Wakil Wali Kota
komentar
beritaTerbaru