Preseden Kasus Amsal Sitepu dan Putusan MK Perkuat Uji Keadilan Perkara dr. Aris Yudhariansyah
Preseden Kasus Amsal Sitepu dan Putusan MK Perkuat Uji Keadilan Perkara dr. Aris Yudhariansyah
kota
Medan I Sumut24.co Kepala Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut), Abyadi Siregar merasa kaget luar biasa, begitu mendapat penjelasan tentang hilangnya sampel atau specimen untuk swab test seorang anak PDP yang dirawat di RS Pirngadi Medan. Sehingga, diduga inilah yang menjadi penyebab tak keluarnya hasil tes swab anak tersebut.
Baca Juga:
- Preseden Kasus Amsal Sitepu dan Putusan MK Perkuat Uji Keadilan Perkara dr. Aris Yudhariansyah
- Kajatisu Harli Patut Diapresiasi Sikap Ksatria Dengan Permintaan Maaf, Riza Usty Siregar: Ini Baru Pemimpin
- Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
“Saya kaget luar biasa mendengar informasi bahwa specimen atau sampel untuk swab tes anak itu hilang,” tutur Abyadi Siregar, saat di wawancarai wartawan, atas lambannya keluar hasil tes swab anak PDP yang dirawat di RS Pirngadi Medan, Kamis (28/5/2020).
“Beruntung kami (Ombudsman RI Perwakilan Sumut-red) menelusuri masalah ini, setelah kami menerima laporan. Atas dasar laporan itu, kami melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan pihak laboratorium RS USU dan pihak RS Pirngadi Medan. Dari hasil penelusuran itu, kita menerima keterangan bahwa sampel atau specimen anak itu ternyata hilang. Mereka tidak mengetahui kemana barangnya,” ungkap Abyadi Siregar dengan nada bingung.
Untuk mengganti specimen yang hilang itu, akhirnya memang telah dilakukan pengambilan specimen baru kembali terhadap anak tersebut. “Karena sampelnya hilang, maka sudah dilakukan pengambilan specimen kembali pada 27 Mei 2020. Menurut penjelasan kepada kita di Kantor Ombudsman, hasilnya akan diketahui tiga hari setelah pengambilan specimen,” kata Abyadi.
Abyadi Siregar sangat menyayangkan hilangnya specimen tersebut. Ini benar benar layanan kesehatan yang buruk terhadap pasien covid. “Kita menduga, kalau saja hal ini tidak ditelusuri dan tidak dibongkar, jangan jangan belum diketahui sampai kapan anak berinisial “T” itu menjalani isolasi di rumah sakit.
“Kasihan betul anak itu. Terkatung-katung akibat buruknya layanan. Ini kerja yang sangat ceroboh. Kasihan masyarakat akibat layanan kesehatan yang buruk seperti itu,” tegas Abyadi.
Berdasarkan temuan ini, Abyadi menjadi curiga, jangan jangan kasus seperti ini tidak hanya dialami satu orang. Tapi bisa dirasakan banyak pasien. Menunggu hasil swab tes yang tidak jelas kapan keluarnya akibat hilang specimennya. “Ini benar benar kerja ceroboh,” katanya.
Karena itu, untuk ke sekian kalinya, Abyadi meminta Tim Gugus Terpadu Percepatan Penanganan (GTPP) Covid19 Sumut agar segera melakukan evaluasi kinerja. Perbaiki sistem komunikasi dan koordinasi antar internal dan eksternal. Perbaiki penanganan layanan kesehatan dan perbaiki juga layanan penyaluran bantuan kesejahteraan sosial.
Abyadi meminta Gubernur Sumut agar bersungguh-sungguh meningkatkan peran pengawasannya terhadap kinerja Tim GTPP Covid19 Provinsi Sumut, sehingga berbagai persoalan dalam percepatan penanganan Covid -19 di Sumut ini bisa dilakukan dengan baik.
TINDAKLANJUT LAPORAN Sekedar diketahui, sejak beberapa hari lalu, Ombudsman RI Perwakilan Sumut menerima laporan terkait lambatnya keluar hasil pemeriksaan swab seorang anak PDP yang dirawat di RS Pirngadi Medan. Padahal, specimen anak itu sudah diambil pada 8 Mei 2020. Tapi hingga saat ini, hasil pemeriksaan swab yang kedua, belum juga keluar.
Hal itu menyebabkan kondisi anak berumur 12 tahun, tidak mendapatkan kepastian layanan yang jelas. Anak itu juga tidak mengetahui sampai kapan dirinya harus menjalani isolasi di rumah sakit. Padahal, sudah dirawat di rumah sakit sejak 4 Mei lalu.
Karena itu, Abyadi meminta keseriusan tim GTPP Covid-19 Sumut menjalankan tugasnya dalam percepatan penanganan Covid 19 di Sumut. (Red)
Preseden Kasus Amsal Sitepu dan Putusan MK Perkuat Uji Keadilan Perkara dr. Aris Yudhariansyah
kota
Medan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Harli Siregar, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di hadapan Komisi III DPR RI da
Hukum
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
kota
Sinergi Lewat Olahraga! Polres Padangsidimpuan Tumbangkan Bank Mandiri di Laga Seru
kota
Polri Hadir untuk Rakyat, Kapolres Yon Edi Winara Pimpin Perbaikan Jembatan Gantung Merah Putih di Tapsel
kota
Dorong Pelayanan Publik Lebih Baik, Sekda Madina Afrizal Nasution Minta ASN Tingkatkan Disiplin
kota
59 Pejabat Dilantik Sekaligus! Bupati Madina Saipullah Nasution Kirim Pesan Tegas ke ASN
kota
Kelistrikan Dibahas Serius, PLN dan Pemkab Madina Sepakat Sinkronkan Data Lampu Jalan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya perencanaan matang, humanis, serta pertimbangan estetika da
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai mulai memasuki tahapan pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)
News