Alih Profesi Jadi Kurir 100 Pcs Pod Getar Oknum DJ Ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Medan
Alih Profesi Jadi Kurir 100 Pcs Pod Getar Oknum DJ Ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Medan
News
MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Selasa (6/11) siang, Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polrestabes Medan mendadak heboh. Pasalnya, seorang tahanan kasus narkoba bernama, M Imron (30), warga Perumnas Mandala di kabarkan meninggal dunia usai mengkonsumsi nasi bungkus.
Saat ajal M Imron menjemput, keluarganya melakukan kunjungan di ruangan besuk RTP Polrestabes Medan.
Petugas piket jaga RTP yang mendapati M Imron terjatuh dan tidak sadarkan diri, kemudian langsung di larikan ke ruang Dokkes Polrestabes Medan untuk mendapatkan perawatan.
Namun, karena kondisi kesehatan yang terus memburuk, korban kemudian di rujuk ke RSU Bhayangkara Medan dengan mengendarai mobil ambulan. Sayang, usaha untuk memberikan pertolongan terhadap M Imron tidak terselamatkan saat dalam penanganan medis di rumah sakit.
Sementara, menurut info yang beredar di dalam RTP, korban baru saja menyantap makan pertama dan kemudian saat makan untuk kedua kalinya bersama dengan teman-temannya, korban langsung tumbang.
Namun anehnya, teman-temannya yang ikut makan bersama tidak ada mengalami keracunan seperti yang beredar.
Saat ini, Polrestabes Medan, masih melakukan visum untuk mengetahui penyebab tewasnya korban.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr H Dadang Hartanto SH SIK MSi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa adanya salah seorang yang berada di RTP meninggal dunia.
“Bener, M Imron tahanan di RTP Polrestabes Medan meninggal dunia. Kini, kita menunggu hasil autopsi, apa penyebab kematiannya,” kata Kombes Pol Dadang, Selasa (6/11).
Terkait adanya dugaan keracunan makanan terhadap korban, orang nomor satu di Mapolrestabes Medan ini belum bisa membenarkan pernyataan yang beredar tersebut.
“Polrestabes Medan masih menunggu hasil autopsi. Jadi terhadap tahanan lainya tidak ada mengalami hal yang dialami korban, mereka biasa saja dan tidak terjadi kenapa-kenapa. Autopsi yang bisa menentukan hasil,” ujar Kombes Pol Dadang.
“Untuk hasil autopsinya nanti akan kita berikan keterangan setelah hasil Autopsi keluar. Tapi barang bukti sudah kita kumpulkan,” jelas Kapolrestabes Medan.
Sambung Kombes Pol dadang, semua barang bukti sudah dikumpulkan untuk mengetahui apa penyebab kematian korban.
“Kita sudah turunkan Propam dan Reskrim untuk pemetaan, mengetahui penyebab kematian tahanan di RTP,” pungkas Kombes Pol Dadang.(W02)
Alih Profesi Jadi Kurir 100 Pcs Pod Getar Oknum DJ Ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Medan
News
sumut24.co ASAHAN, Guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, Tim Jatanras Sat Reskrim Polres Asahan menggelar patro
News
Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
News
Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
News
Ternate Kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan di Kota Ternate, Maluku Utara, mengembangkan produk olahan pangan berbasis bahan lo
Tips
Abu Dhabi, UEA Etihad Airways, maskapai nasional Uni Emirat Arab, memperkenalkanEtihad Wellbeing, sebuah program terbaru yang menghadirk
News
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2026 dapat menjadi acuan bersam
kota
Jakarta PT Federal International Finance (PT FIF) terus berupaya memperkuat komitmennya dalam membangun bisnis yang berintegritas, patuh,
News
Purwokerto Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyiapkan tindak lanjut kerja sama untuk
Tips
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meraih penghargaan Terbaik II atas Penilaian Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Keme
News