Kejati Sumatera Utara Ajukan Banding Putusan Bebas Dugaan Korupsi Lahan PTPN I dengan Ciputra
Kejati Sumatera Utara Ajukan Banding Putusan Bebas Dugaan Korupsi Lahan PTPN I dengan Ciputra
kota
MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Isu penculikan anak yang terjadi di Kelurahan Kota Bangun terhadap tiga anak ternyata mendapat klarifikasi dari Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto.
“Dalam waktu 24 jam terakhir ada tiga kejadian yang diduga sebagai aksi penculikan anak dan ternyata itu tidak benar,”katanya saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, Rabu (31/10) sekir pukul 15.09 wib.
Ia menceritakan kejadian pertama itu ada seorang yang diketahui bernama Rasyida Omar Balatif (49) yang dituduh sebagai penculik anak oleh warga karena mondar mandir dengan gelagat yang mencurigakan.
“Yang bersangkutan sempat dihakimi warga, dan setelah diselamatkan petugas kita ternyata wanita itu mengalami depresi dan langsung dijemput oleh pihak keluarga yang tinggal di Jalan Bambu, Kota Medan,”ujarnya.
Untuk itu, Rasyida akan dilakukan pemeriksaan medis agar diketahui kepastian penyakit jiwanya.
Dikejadian kedua, sambung orang nomor satu di Polsek Medan Labuhan ada seorang warga yang diketahui bernama Lamni Ambarita warga Jalan Mangaan. Wanita 48 tahun ini dituduh sebagai penculikan anak berdasarkan atas pengaduan seorang anak kepada orangtuanya karena merasa diikuti.
“Setelah di cek ke lokasi, wanita tersebut mengalami penyakit kejiwaan dan sedang berjalan mengikuti rel Kereta Api,”ujarnya.
Kemudian kejadian terakhir, Yeheskiel Simanjuntak (8) warga Jalan Anggrek Kelurahan Besar diisukan sebagai korban penculikan anak. Isu itu tersebar, kata Kapolsek, karena anak tersebut tidak dijumpai di sekolah saat dijemput orangtuanya.
“Yeheskiel ditemukan didekat sekolah kakaknya dan mengaku dibonceng seorang pria dan diberikan sebuah roti namun dibuang oleh dirinya,”katanya.
Dari hasil penyelidikan, akunya, Yeheskiel tidak pernah sampai ke sekolah SD dan mengaku dibawa oleh orang yang tidak dikenal (OTK) karena takut dimarahi orangtuanya karena membolos sekolah.
Untuk itu, kata Kapolsek Medan Labuhan, agar warga jangan mudah terpancing isu dan main hakim sendiri. “Jika ada kejadian agar langsung melapor ke Polsek Medan Labuhan,” katanya.(W05)
Kejati Sumatera Utara Ajukan Banding Putusan Bebas Dugaan Korupsi Lahan PTPN I dengan Ciputra
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, SH., M.AP menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusa
News
Niat Edarkan Sabu, Malah Dapat Kamar Gratis di Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
kota
Diskominfo Sumut BukaBukaan Soal Anggaran Seleksi KI Sumut 20262030, Capai Rp409,7 Juta
kota
Rehabilitasi Sawah Tangga Bosi Tuntas, Pemkab Madina Kejar Target Panen Padi 4 Bulan ke Depan
kota
Madina Ditargetkan Jadi Zona Aman Narkoba, BNN Genjot Program Pemberdayaan Ekonomi Desa
kota
BNN RI Sambangi Madina, Bupati Saipullah Tegaskan Tak Bisa Sendiri Lawan Narkoba, Butuh Sinergi Forkopimda
kota
Monitoring Desa Binaan PKK di Padang Lawas, Wabup Achmad Fauzan Tertib Administrasi Wujud Tata Kelola yang BerkualitasMeta Deskripsi
kota
Peternak Puyuh di Padangsidimpuan Menjerit, Program MBG Diharapkan Jadi Nafas Baru Usaha Rakyat
kota
Perang Melawan Narkoba Terus Berlanjut, Polres Padangsidimpuan Ringkus Dua Residivis Pembawa Sabu
kota