Sabtu, 13 Juni 2026

Masyarakat jangan Percaya Isu Hoax, Seperti Penculikan Anak

Administrator - Rabu, 31 Oktober 2018 14:10 WIB
Masyarakat jangan Percaya Isu Hoax, Seperti Penculikan Anak

MEDAN | SUMUT24.co

Baca Juga:

Isu penculikan anak yang marak di media sosial seperti grup WhatsApp, dan grup Facebook hanya membuat masyarakat cemas.

Kecemasan itu disanggah oleh Kasubdit Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (32/10).

Ia mengatakan info penculikan anak yang sedang marak di sosmed itu tidak benar alias hoax.

“Sudah kita pastikan informasi tentang penculikan anak yang tersebar di sosmed itu hoax. Saya berharap masyarakat jangan percaya dengan isu yang menyesatkan,” katanya.

Begitupun, sambung pria dengan melati dua dipundaknya ini, sebagai orangtua harus tetap menjaga dan mewaspadai pergerakan anak mereka.

“Kewaspadaan harus tetap ditingkatkan, karena itu anak-anak kita. Siapa lagi yang menjaga mereka kalau bukan orangtuanya sendiri”ujarnya.

Ia mengimbau kepada para orangtua untuk terus menjaga dan mengawasi anak-anak mereka mulai dari pergi hingga pulang sekolah.

“Terutama tempat bermain anak. Saat berada di lingkungan luar, anak-anak jangan ditinggalkan. Karena mereka sangat butuh pengawasan dari kita sebagai orangtua,” katanya.

Mengenai informasi ada warga yang melakukan penangkapan terhadap perempuan dengan baju compang camping di seputaran Pancurbatu yang diamankan warga karena menculik anak.

“Nah seperti kasus ini, kata nya menculik anak. Tapi tidak ada anaknya dan masyarakat tidak membuat laporan ke polisi. Berarti dugaan saya, ini hanya untuk membuat takut saja,” katanya.

Kemudian terkait kenapa pihak kepolisian tidak menindak mereka yang menyebarkan informasi hoax terhadap penculikan anak, MP Nainggolan mengatakan karena tidak adanya laporan makanya tidak bisa diproses.

Mengenai pihak polisi bisa membuat laporan seperti laporan kelas A, MP Nainggolan menyatakan siapa yang dirugikan dalam hal ini.

“Kalau ada yang dirugikan, kita bisa langsung membuat laporan kelas A dan menyuruh pihak Cyber Crime untuk bertindak. Dalam hal ini, kita tidak tahu siapa yang dirugikan. Yang dibuat cemas, banyak,” tutup mantan Kapolres Nisel ini.(W05)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Rentetan Kecelakaan di Proyek Jalan Nasional Aek Kanopan, JAM PMII Minta Satker dan PPK Dicopot
Polisi Menyamar Jadi Pembeli, Kurir Sabu di Pantai Labu Gagal Kabur Usai Dikejar Petugas
Senator M. Nuh Dorong Akses Kesehatan untuk Warga Daerah Terbatas Melalui Khitanan dan Pengobatan Gratis di Dairi
Syaikh DR Reza Abdul Jabbar Kunjungi Masjid Agung, Ini Pesannya
Terungkap! Belanja LPJU Rp291 Miliar Jadi Paket Pengadaan Terbesar Pemko Medan Tahun 2026
Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gelar Jumat Curhat Bersama Masyarakat Desa Sidodadi
komentar
beritaTerbaru