Kejati Sumatera Utara Ajukan Banding Putusan Bebas Dugaan Korupsi Lahan PTPN I dengan Ciputra
Kejati Sumatera Utara Ajukan Banding Putusan Bebas Dugaan Korupsi Lahan PTPN I dengan Ciputra
kota
MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Sukartini ibu kandung Kompol Fahrizal terdakwa kasus penembakan hingga adik iparnya bernama, Jumingan meninggal dunia memberikan keterangan pada sidang lanjutan yang kembali digelar pada, oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan.
Dikatakan Sukartini Ibu kandung terdakwa mengatakan bahwa anak laki-lakinya itu membenci warna hitam. Hal itu diutarakan Sukartini yang menjadi saksi bersama dua orang lainnya yakni. Heni Wulandari (Istri korban) dan Maya Safira Harahap (Istri Kompol Fahrizal) di Ruang Cakra 5 PN Medan, Senin (29/10) siang.
Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Deson Togatorop ini, Sukartini mengakui kalau Kompol Fahrizal Sejak 2014 lalu sudah menjalani perawatan baik secara spiritual hingga medis.
“Kami sudah membawanya berobat secara spiritual ke ustaz dan bahkan sampai ke medis, pak hakim. Dia sebelumnya sehat-sehat saja tapi kata orang pintar dia seperti diguna-gunakan itu,” kata Sukartini dalam kesaksiannya membeberkan kalau Kompol Fahrizal itu sangat membenci setiap benda berwarna hitam.
“Dengan warna yang hitam, dia (Kompol Fahrizal-red), setiap ada benda warna hitam pasti dia bakar, padahal dia sehat-sehat saja kami pun tidak tahu kenapa dia bisa seperti itu,” kata Sukartini
Sukartini mengaku setelah anaknya masuk ke Akademi Kepolisian, Fahrizal tidak pernah memiliki masalah kejiwaan.
Mulai pertama bertugas di Garut, kemudian pindah ke Tasikmalaya dan PTIK di Jakarta, Kompol Fahrizal menurutnya tidak memiliki masalah kesehatan.
“Pindah tugas ke Padangsidempuan pada 2010-2011 lalu juga tidak ada masalah baik keluarga dan kesehatan, ada 7 bulan tugas di sana dia berkelakukan baik pak hakim,” pungkas Sukartini.
Sementara Maya Safira Harahap dalam kesaksiannya mengaku kalau satu minggu sebelum kejadian suaminya itu mengalami demam.
“Memang dalam belakangan terakhir ini dia sedikit aneh, tangan dikaoskakiin, saya sempat berpikir kalau sakitnya kambuh lagi makanya kami putuskan pulang berobat ke Medan,” kata Maya.
Maya juga menjelaskan bahwa pada 2016 suaminya sudah tidak lagi mengonsumsi obat yang diberikan dokter Mustafa dari Klinik Bina Atma.
Bahkan sejak menjabat sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Fahrizal juga sudah tidak lagi mengalami sakit.
Sedangkan Heni Wulandari (istri korban) lebih banyak ditanya hakim saat proses terjadinya penembakan hingga terbunuhnya suami tercitanya tersebut.
“Katanya kalian sudah berdamai yaa, apa kamu tidak dendam,” tanya hakim kepada Heni.
Sambil menangis, Heni (istri korban-red) menjawab, kalau pembunuh suaminya merupakan orang yang tidak bisa ia lupakan jasanya begitu saja.
“Saya juga tidak lupa dengan kebaikan abang saya walaupun suami saya dia bunuh,” kata Heni menangis.
Akhirnya sidang ini pun ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada Senin (5/11) pekan depan dengan agenda mendengar keterangan saksi lainnya.
Dalam kasus ini Kompol Fahrizal yang terakhir menjabat Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Lombok Tengah ini didakwa melakukan tindak pidana Primer Pasal 338 KUHP atau Subsider Pasal 359 KUHP oleh JPU Randy Tambunan terkait penembakan yang dilakukan terhadap adik iparnya pada 4 April 2018 silam.(W02)
Kejati Sumatera Utara Ajukan Banding Putusan Bebas Dugaan Korupsi Lahan PTPN I dengan Ciputra
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, SH., M.AP menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusa
News
Niat Edarkan Sabu, Malah Dapat Kamar Gratis di Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
kota
Diskominfo Sumut BukaBukaan Soal Anggaran Seleksi KI Sumut 20262030, Capai Rp409,7 Juta
kota
Rehabilitasi Sawah Tangga Bosi Tuntas, Pemkab Madina Kejar Target Panen Padi 4 Bulan ke Depan
kota
Madina Ditargetkan Jadi Zona Aman Narkoba, BNN Genjot Program Pemberdayaan Ekonomi Desa
kota
BNN RI Sambangi Madina, Bupati Saipullah Tegaskan Tak Bisa Sendiri Lawan Narkoba, Butuh Sinergi Forkopimda
kota
Monitoring Desa Binaan PKK di Padang Lawas, Wabup Achmad Fauzan Tertib Administrasi Wujud Tata Kelola yang BerkualitasMeta Deskripsi
kota
Peternak Puyuh di Padangsidimpuan Menjerit, Program MBG Diharapkan Jadi Nafas Baru Usaha Rakyat
kota
Perang Melawan Narkoba Terus Berlanjut, Polres Padangsidimpuan Ringkus Dua Residivis Pembawa Sabu
kota