EPG Resmi Jadi Wali Nagari, Syafni Nola Putri Titip Pesan Penting: Banyak PR Menanti Aie Dingin!
EPG Resmi Jadi Wali Nagari, Syafni Nola Putri Titip Pesan Penting Banyak PR Menanti Aie Dingin!
News
Baca Juga:
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tapanuli Selatan memanggil 17 oknum pejabat pemerintah yang diduga terlibat dalam video viral yang mendukung salah satu pasangan calon kepala daerah, Minggu (10/11/2024).
Video tersebut mencuat ke publik dan mengundang perhatian karena keterlibatan aparatur pemerintah yang berstatus di kecamatan,kelurahan dan desa, dalam kegiatan politik yang seharusnya bersikap netral.
Ketua Bawaslu mengatakan dalam pemeriksaan administrasi menyatakan bahwa seluruh pihak yang dipanggil sedang menjalani proses pemeriksaan untuk melengkapi bukti yang akan diserahkan kepada pihak Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu).
"Jika terbukti melanggar aturan, maka kasus ini akan kami teruskan ke Gakumdu untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum," jelas Taufik saat dihubungi wartawan.
Menurut informasi yang diperoleh, 17 orang yang dipanggil terdiri dari berbagai pejabat di lingkungan Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Mereka termasuk 15 kepala desa, 1 lurah, dan 1 camat, yang semuanya diduga hadir dalam acara yang melibatkan kampanye politik.
*Masyarakat Desak Transparansi dan Netralitas dalam Pilkada*
Sebelumnya, Bangun Siregar, seorang tokoh masyarakat Tapanuli Selatan, menyerahkan laporan dugaan pelanggaran pemilu kepada Bawaslu pada Senin, 4 November 2024.
Laporan ini mencakup dokumentasi foto dan video yang memperlihatkan tim kampanye pasangan calon nomor urut 1, termasuk anggota berinisial SP, hadir dalam acara yang diduga melibatkan aparatur pemerintah setempat pada 31 Oktober 2024 di aula Sarasi, lantai tiga Sekretariat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam keterangannya, Bangun menyatakan bahwa keterlibatan aparatur pemerintah dalam acara tersebut merusak integritas pemilu yang seharusnya bebas dari pengaruh politik.
"Saya hadir di Bawaslu untuk memastikan bahwa Pilkada Tapanuli Selatan berlangsung adil dan damai, tanpa campur tangan pihak-pihak yang seharusnya netral," ujarnya. Ia menambahkan bahwa netralitas aparatur negara adalah faktor krusial untuk mencegah konflik kepentingan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses Pilkada.
Bangun juga mengkritisi kehadiran sejumlah guru dan kepala sekolah di acara tersebut, yang menurutnya dapat mempengaruhi persepsi netralitas lembaga pendidikan dalam Pilkada.
"Keterlibatan guru dan kepala sekolah menunjukkan adanya pola ketidaknetralan yang perlu diusut lebih lanjut," tambahnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik, terutama mengingat pentingnya netralitas aparatur pemerintah dalam memastikan Pilkada yang bersih, transparan, dan adil.
Banyak pihak berharap, Bawaslu dapat menindak tegas pelanggaran yang terbukti untuk menjaga integritas Pilkada Tapanuli Selatan.zal
EPG Resmi Jadi Wali Nagari, Syafni Nola Putri Titip Pesan Penting Banyak PR Menanti Aie Dingin!
News
Momen Peringatan Hari Sumpah Pemuda,BRI BO Sibuhuan Perkuat Pengabdian Layanan
News
Sumut Jadi Titik Awal Gerakan Nasional Pesantren Bebas TBC, Tiga Wakil Menteri Pukul Beduk di Deli Serdang
News
Suksesi Kepemimpinan Organisasi Pendiri Golkar SOKSI Sumut Resmi Buka Pendaftaran Calon Ketua Jelang Musda XII
News
Insiden Penurunan Bendera Bintang Bulan di Pulo Kenari Berujung Rusuh, Satu Orang Dilaporkan Meninggal Dunia dan Puluhan Lukaluka
News
PACITAN MARSUDI BUDAYA 1.Dhandhanggula PAKASA Pang Pacitan Paguyuban Kawula winarni, Kraton Surakarta Hadiningrat, Pang Pacitan sinebute,Wus
Umum
NGANJUK KAWENTAR BUDAYA KABABAR Ja lali ja keri kutha Nganjuk mranani. Pendopo Kabupaten Nganjuk begitu merbawani. Megah mewah gagah indah.
Info
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wah
kota
Kapolda Sumut Tekankan Pemberantasan Narkoba dan Kejahatan Jalanan Saat Kunjungi Polres Binjai
News
Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
News