Selasa, 27 Oktober 2026

Warga Kampung Kompak Sampali Tolak Ganti Rugi dan Relokasi dari Pengembang

Administrator - Selasa, 21 Mei 2024 08:01 WIB
Warga Kampung Kompak Sampali Tolak Ganti Rugi dan Relokasi dari Pengembang
Istimewa
Deliserdang |sumut24.co -

Baca Juga:

Ratusan warga Kampung Kompak, Jalan H. Anif, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara bersatu menolak keras terhadap ganti rugi yang akan dilakukan oleh pengembang serta membantah adanya dibeberapa media online yang menyatakan bahwa warga kampung menerima ganti rugi ataupun relokasi.

"Kami warga Kampung Kompak tidak akan memberikan ataupun menjual tanah kami kepada Pengembang dan preman-preman serta para mafia tanah. Kami akan tetap tinggal dan mempertahankan tanah kami ini sampai titik darah penghabisan," ucap Bambang Sumantri mewakili warga Kampung Kompak, Senin (20/5/2024) sore.

"Seperti yang ada dibeberapa media online yang menyatakan bahwa Kepala Desa (Kades) Sampali mengundang warga Kampung Kompak untuk menerima relokasi ataupun ganti rugi dari pengembang. Kami warga Kampung Kompak tidak pernah menghadiri pertemuan tersebut, dan warga yang menghadiri itu bukanlah warga Kampung Kompak. Sekali lagi kami tegaskan, bahwa Tanah kami ini tidak akan kami jual sama siapapun. Kami sudah puluhan tahun tinggal disini," sambungnya.

Salah seorang warga bermarga Nababan juga meminta kepada aparat penegak hukum (APH) untuk melindungi dan memberikan kenyamanan kepada warga Kampung Kompak atas penyerangan ataupun teror yang masih dilakukan oleh para preman-preman dan mafia tanah guna menyerobot tanah warga Kampung Kompak.

"Kami mohon kepada bapak Presiden Republik Indonesia, Kapolri, Kapoldasu, Kapolrestabes Medan, Kapolsek Medan Tembung, PLT Gubernur Sumut dan PLT Bupati Deliserdang agar kami dilindungi dari ancaman ataupun intimidasi oleh mafia tanah. Kami ini warga miskin/susah pak, kami sudah puluhan tahun tinggal di Kampung Kompak ini," sebut warga bermarga Nababan.

"Bila ada orang-orang yang mengatasnamakan warga Kampung Kompak yang rela menjual atau memberikan tanah kampung kompak kepada preman-preman dan mafia tanah serta pengembang mereka itu bukanlah warga Kampung Kompak melainkan para penyerobot tanah kami dan kami tidak mengenal mereka," tegasnya.

Selain itu, warga Kampung Kompak juga berharap kepada pihak kepolisian Polrestabes Medan segera menangkap pelaku berinisial R yang mana diketahui tim dari para mafia tanah serta mencoba menjual tanah kampung warga Kampung Kompak. Dan diduga pelaku berinisial R itu sudah dilaporkan ke Polrestabes Medan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami juga mohon kepada pihak kepolisian agar pelaku berinisial R segera ditangkap," ujar warga sebut saja butet.

Ia juga berharap pihak kepolisian Polrestabes Medan segera mengusut tuntas kejadian pembacokan dan penyerangan terhadap warga Kampung Kompak yang dilakukan oleh preman-preman dan mafia tanah yang terjadi pada tanggal 23 Desember 2023 lalu.

"Kami juga mohon kepada pihak Polrestabes Medan agar segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku lainnya yang menganiaya/membacok warga kami yang terjadi pada tanggal 23 Desember 2023 lalu. Karena pelaku lainnya masih bebas berkeliaran, sehingga kami warga disini tidak nyaman dan masih terancam dalam melakukan aktivitas sehari-hari," pungkasnya.(W02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sidak Disdukcapil Tanjungbalai, Mahyaruddin Minta Warga Tak Dipersulit Urus Dokumen
Gerebek Markas Narkoba Mencirim Kampung, Bandar Disergap dan Pistol Hingga Sejumlah Sajam Disita
Terima Tim Verval Sumut, Wali Kota Tanjungbalai Usulkan Kampung Kreatif SEJALAN
Bekali Warga Pelatihan Tanggap Darurat dan Evakuasi Diri saat Bencana, PLN UIP SBU Gelar Pelatihan Desa Siaga Bencana
Bawa Sabu Seberat 240 Gram ke Medan, Polisi Sergap Seorang Penumpang Travel Medan - Aceh di Jalan Williem Iskandar
20 Warga Terima Bantuan Bedah Rumah Rp 600 Juta, Pemko Tanjungbalai Tekankan Tepat Sasaran
komentar
beritaTerbaru