Jatanras Polres Asahan Sisir Rawan, Tiga Remaja Diamankan : Dua Celurit Disembunyikan di Atap Rumah
sumut24.co ASAHAN, Guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, Tim Jatanras Sat Reskrim Polres Asahan menggelar patro
News
MEDAN I SUMUT24.Co Seorang ibu bermana Siulin alias Tjong Siulin, mempertanyakan penetapan tersangka ketiga putranya yang kini menjadi tahanan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Baca Juga:
Terlebih, ketiga putranya ditetapkan sebagai tersangka dengan pasal penganiyayan dan pengeroyokan. Padahal, kasus yang sebenarnya adalah kasus saling serang (spelit).
“Anak saya sudah lima bulan ditahan yang dua orang, sekarang satu orang lagi anak saya juga mau ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan. Padahal anak saya yang satu ini tidak ikut campur dalam kejadiaan saling serang itu, bahkan dia melerai,†kata kuasa hukumnya Romy Tampubolon SH, Rabu (04/01/23).
Romy mengungkapkan, kejadian itu bermula lima bulan lalu, saat itu keluarga Siulin alias Tjong Siulin hendak pindah rumah di Jalan Rahayu, Kompleks Mutiara, Medan.
“Saat hendak pindah didatangi sejumlah preman yang diduga dari salah satu organisasi kelompok pemuda (OKP), para preman itu meminta uang keamanan kepada mereka. Lantaran baru pindah, keluarga Siulin tidak memberi apa yang preman itu minta. Seketika, sejumlah preman itu menebar ancaman bunuh,†ungkapnya.
Nah, sejak saat itu, para preman itu kerap mengganggu kenyaman keluarga Siulin. Sampai puncaknya, para preman itu melarang putranya, Vinsen dan David, untuk parkir mobil di lahan kososng samping rumah mereka. Bahakan, para pelaku sampai memukul wajah Vinsen sampai bonyok.
“Karena panik, anak saya yang satunya lagi pulang ke rumah mau memberi tahu apa yang terjadi. Namun kami tidak di rumah, yang di rumah anak bungsu kami, Wiliam. Dia yang kesal mendengar abangnya dipukuli bergegas mengambil samurai pajangan rumah. Ia pun lari keluar rumah menemui preman itu,†Siulin.
Melihat ada keributan, seorang pria bernama Usuf keluar rumah dan memarahi Wiliam karena membawa parang. Di situ, Wiliam didorong dan dicekik oleh Usuf (salah satu pelaku-red). Karena dicekik, Wiliam pun berontak. Namun hal itu langsung diredam oleh abangnya, Divid dan Vinsen.
“Karena sudah ribut. Anak saya si Vinsen ini langsung menemui Usuf dan meminta maaf karena adiknya membawa parang. Namun bukan malah pulang, Usuf malah mengambil batu dan mencoba melempar Wiliam. Melihat itu, anak saya David lantas mengambil airsofgan dan mengarahkannya ke Usuf, agar tidak melukai adiknya,†sebutnya.
Untuk itu, Siulin meminta Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Simanjuntak, bisa melihat kasus ini dan memberi keluarganya keadilan hukum yang sebenarnya. (W05)
sumut24.co ASAHAN, Guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, Tim Jatanras Sat Reskrim Polres Asahan menggelar patro
News
Dari Aspirasi Reses ke Lahan Pertanian, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani
News
Tabligh Akbar Maulid Nabi di Masjid Quatul Muslimin, Dorong Persatuan dan Kepedulian Sosial
News
Ternate Kelompok Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan di Kota Ternate, Maluku Utara, mengembangkan produk olahan pangan berbasis bahan lo
Tips
Abu Dhabi, UEA Etihad Airways, maskapai nasional Uni Emirat Arab, memperkenalkanEtihad Wellbeing, sebuah program terbaru yang menghadirk
News
Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2026 dapat menjadi acuan bersam
kota
Jakarta PT Federal International Finance (PT FIF) terus berupaya memperkuat komitmennya dalam membangun bisnis yang berintegritas, patuh,
News
Purwokerto Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyiapkan tindak lanjut kerja sama untuk
Tips
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meraih penghargaan Terbaik II atas Penilaian Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Keme
News
Pangandaran, PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan PTAstra dan bagian dari Astra Financial, terus memperluas manfaat
Umum