Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Punya Kekayaan hingga Rp31,39 Miliar
Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Punya Kekayaan hingga Rp31,39 Miliar
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Hukuman penjara ternyata masih bisa membuat narapidana menjalankan bisnis haramnya. Hal tersebut sesuai dengan fakta yang terungkap di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas I Tanjung Gusta, Jalan Pemasyarakatan, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia.
Sebab, seorang narapidana bernama Yusrizal Daulay alias Ijal alias Ebot (37) kedapatan petugas setelah beberapa waktu berhasil mengedarkan daun ganja kering di LP tersebut.
Padahal, narapidana yang telah divonis penjara seumur hidup atas kasus narkoba ini pada tahun 2013 lalu berada di dalam sel. Akan tetapi ia masih leluasa mengedarkan barang haram tersebut.
Namun, usahanya mengedarkan barang haram tersebut terhenti setelah petugas Lapas menangkapnya. Tidak sampai di situ, petugas juga mengamankan 10 kilogram ganja kering siap edar yang telah dikemas dalam 8200 amplop darinya pada Sabtu, (1/4/2017). Selain Ebot, petugas juga mengamankan Paino, yang berperan sebagai kurir.
Informasi yang dihimpun, Senin, (3/4/2017) penangkapan keduanya bermula dari laporan para napi yang menyebut jika tersangka Paino menjadi kurir ganja di dalam penjara. Dari situ, petugas pun melakukan penyelidikan dan menggrebek Blok Senyum Kamar J4/T5 yang berada dilantai III tempat Paino.
“Terungkapnya kasus ini berawal dari penggerebekan kamar Paino, di situ, dapat barang buktinya yang disimpan di bawah tempat tidurnya. Saat diinterogasi, Paino mengaku ganjanya dari si Ebot, makanya si Ebot diamankan juga,” kata salah seorang petugas ketika dikonfirmasi.
Dari pemeriksaan sementara, dijelaskannya, tersangka Ebot mengaku menjadi pengedar ganja di penjara sejak dua pekan terakhir. Ganja tersebut didapatkannya dari napi juga yang dibeli seharga Rp10 juta.
“Tersangka tahanan pendamping (Tamping) kebersihan di Lapas, makanya bebas. Dia (Ebot) divonis penjara seumur hidup, sedangka si Paino divonis tujuh tahun penjara,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Kepolisian Sektor Medan Helvetia, Kompol Hendra saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Orang nomor satu di Mapolsek Helvetia itu mengaku jika kini kedua tersangka masih dalam pemeriksaan pihaknya.
“Iya benar ada serahan dari Lapas, kini keduanya masih menjalani pemeriksaan,” ujar Kompol Hendra.(W02)
Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Punya Kekayaan hingga Rp31,39 Miliar
kota
Bank Sumut Gandeng Tiga LPKSO Luncurkan KUR PMI, Perluas Akses Pembiayaan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia
kota
Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Silaturahmi DPD FKN Sumut dan SAS Center, Dukung Dua Agenda Akbar di Medan
kota
Buka Muswil III SAPMA PP Sumut, Ijeck Tegaskan Kader Harus Jauhi Narkoba, Firmansyah Kembali Terpilih
News
Sutrisno Pangaribuan Nilai Bobby Nasution Melecehkan DPRD Sumut karena Tinggalkan Rapat Paripurna
kota
Polsek Medan Area Tangkap Sekuriti Rampas HP Wanita Lansia saat Duduk di Kursi Roda
kota
3 Korban Tewas Ledakan Grand Polonia Teridentifikasi
kota
sumut24.co MedanWanita Karo Indonesia (WKI) berkolaborasi dengan Kaukus Perempuan Parlemen RI menggelar Seminar Dialog Interaktif di Kanto
Umum
Monthly Upgrade Academy Perkuat Pemahaman Sejarah dan Nilai Luhur UNPAB sebagai Fondasi Kemajuan Institusi
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI , Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, menyerahkan hadiah kepada lima wajib pajak asal Kota Tanjung
News