MEDAN I SUMUT24.co
Polda Sumatera Utara (Poldasu) bersama Polres jajaran dihari ketiga operasi preman kembali berhasil menjaring seratusan pelaku pungutan liar (pungli) dan preman yang meresahkan masyarakat di beberapa lokasi diwilkum Polda Jajaran.
Dari data yang diperoleh, Tim Gabungan Dit Reskrimum, Dit Sabhara dan Brimob Polda Sumut serta Polres jajaran menyisir tempat-tempat yang rawan aksi Preman dan berhasil mengamankan 142 orang lagi pada hari ketiga ini.
Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menyebutkan, dari 142 yang diamankan, seorang kasusnya proses penyidikan. “Satu orang sidik dan 141 dibina,” beda dengan hari kedua sebanyak 488 orang yang terjaring 6 diantaranya disidik.
Lanjut Nainggolan, seratusan orang yang diamankan pada hari, Selasa (15/06/21) karena melakukan pungutan liar terhadap masyarakat. “Ada 74 titik yang menjadi sasaran Operasi Premanisme dan Pungli,” katanya.
Nainggolan mengungkapkan, Polda Sumut tidak akan memberikan ruang sedikitpun bagi oknum-oknum masyarakat yang melakukan aksi premanisme dan pungli. Kemudian, diminta kepada para Kapolres jajaran Polda Sumut untuk merilis setiap penangkapan preman. Hal itu bertujuan untuk memberangus dan membuat efek jera para preman. Ujarnya.
“Negara tidak Boleh kalah dengan aksi premanisme. Oknum dan preman segera dibersihkan, tangkap dan tuntaskan bila ada yang kedapatan yang melawan hukum akan kita proses.
Berulang kali polisi menghimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan hotline layanan 110 ketika mendapatkan aksi premanisme. Menurutnya, layanan itu akan tersedia 24 jam bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dari kepolisian.
“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan aksi premanisme. Kepolisian kini memiliki aplikasi Dumas Presisi dan layanan Hotline 110. Kami akan memberikan bantuan yang maksimal kepada warga Sumut,” pungkasnya.(W05)
Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News