Medan I Sumut24.CO
Baca Juga:
Hj Bunda Indah sebagai Ketua Umum Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) Nasional menyatakan sudah memaafkan kelompok atau orang-orang yang sudah memfitnah dan menjelek-jelekkan dirinya pasca viral dirinya di medsos setelah menyatakam dengan tegas, “Menolak kedatangan Habib Riziq Sihab (HRS) apabila hanya ingin menjadi provokator dan menimbulkan kericuhan di Medan Medan menjelang pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang.
Pernyataan sudah memaafkan oknum tersebut disampaikan langsung Hj Bunda Indah kepada wartawan di Medan, Rabu siang (25/11/2020).
Lebih lanjut dikatakan Hj Bunda Indah, dirinya bukan mau melarang HRS datang ke Kota Medan kareba dirinya tak berhak melarang orang datang.
“Saya tak punya hak untuk melarang seorang yang katanya tokoh ummat, menjadi panutan, yang dikatakan orang-orang HRS masih keturunan cucu nabi Muhammad SAW. Sikahkan saja kalau mau datang ke Medan, tapi datanglah dengan santun dan datanglah usai pelaksanaan pilkaada 9 Desember nanti. Jangan datang sekarang. Karena kalau datang, tak ada yang bisa menjamin ketenangan masyarakat di Medan, malah justru kekungkinan besar akan menimbulkan persoalan baru dan membuat susana kota Medan yang sudah aman, kondusif, tenang ini, berubah dan menimbulkan persoalan baru hinggaz tak kondusif lagi,” tegas Hj Bunda Indah.
Dalam pertemuan dengan wartawan tersebut, turut hadir Ketua Majelis Taklim Halimah Indonesia, Tokoh Wanita Nasional, Ketua Umum DPP Rumah Komunikasi Lintas Agama Indonesia, Hj. Bunda Indah, Ketua Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) Sumut Ir. Soufi Nur Restu Nasution, Direktur Utama Bunda Foundation Chandra Syuhada Sinaga, MM, Ketua RKLA Kota Binjai Said Ritonga, Ketua Remaja Majelis Taklim (RMTH) Halimah Sumut Irwansyah Putra, Praktisi Hukum, Maizen Saftana SH, MH, Ketua MTH Binjai Ardiana Saragih, SH.
Lebih lanjut dikatakan Hj Bunda Indah, “saya tak punya kepentingan apa-apa dengan paslon Wali Kota Medan Bobby Nasution. Saya hanya ingin berbuat kebajikan, bersedekah membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan. Saya hanya ingi berdakwah untuk ummat Islam. Sebagai Tokoh Nasional, saya ingin Kota Medan kondusif, damai, tenang, tak muncul ada keributan menjelang pelaksanaan pilkada ini. Sehingga Kota Medan bisa berbenah diri, perekonomian masyarajat berjalan lancar, tak ada gangguan dan masyarajat Medan semakin sejahtera,” ujar Hj Bunda Indah.
Tujuan saya bersedekah dan beramal kebajikan, ujar Hj Bunda Indah, ” saya hanya ingin saat meninggal nanti dengan tenang dan bersih. Makanya sekarang ini saya iklas berbuat kebajikan dan menginpaqkan sebagain harta saya di jalan Allah SWT, bisa membatu masyarakat yang lemah, membagi rezeki bersama semua orang, bersama abang-abang becak setiap Jumat pagi, bersama kaum duafa. Saya tak haus jabatan, tak haus dengan kedudukan, apalagi harta. Bahkan saya ikhkaskan menjual rumah saya, dan uangnya saya sedekahkaan buat membantu orang-orang yang susah dan butuh bantuan,” ujar Hj Bunda Indah.
Masih dikatakan Hj Bunda Indah, saya sengaja masuk ke kampung, ke pengajian, untuk membantu pemerintah, ukut mensejahterakan masyarakat.
“Tapi kenapa justru saya difitnah, dibilang cebong, dibilang kafir, difitnah dan dituduh kalau saya sudah dibayar. Ini semua fitnah, dan biarlah saya difitnah. Sehingga pahala kebajikan orang-orang yang sudah memfitnah dan menjelek-jelekkan saya, semua pahalanya berguguran,” ujar Hj Bunda Indah.
“Kemarin, ada orang yang sudah memfitnah saya datang ke rumah ingin minta maaf, dan sudah saya mafaak. Bahkan saat pulang, orang tersebut saya bagikan rezeki kepadanya, hingga orang tersebut menangis haru dan memeluk saya,” ujar Hj Bunda Indah.
Sebelumnya, Ketua RKLA Sumut Ir. Soufi Nur Restu Nasution dalam sambutannya menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat Indonesiaz, khususnya warga Kota Medan agar menjaga, merawat keutuhan seerta keselaman NKRI yang kita cintai ini.
“Jangan sampai kita mudah terprovokasi olrh sekelompok orang yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, serta keutuhan NKRI ini. Jangan sampai kita lemah dan kendor mengawal NKRI. Siapapun yang ingin merusaknya, mari kita lawan bersama. Semoga bangsa ini tetap kuat dan dalam lindungan Allah SWT. RKLA ..Jaya, NKRI…Harga Mati,” tegas Soufi Nur Restu. (R03)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News