Rabu, 10 Juni 2026

Terungkap! Skema Distribusi Air PDAM Tirtanadi Tapsel–Padangsidimpuan, Ini Fakta Sebenarnya, Dari Pajak Hingga Biaya Pasang

Administrator - Rabu, 10 Juni 2026 07:40 WIB
Terungkap! Skema Distribusi Air PDAM Tirtanadi Tapsel–Padangsidimpuan, Ini Fakta Sebenarnya, Dari Pajak Hingga Biaya Pasang
Baca Juga:

Padangsidimpuan | Sumut24.co

Perusahaan Daerah Air Minum PDAM Tirtanadi Cabang Tapanuli Selatan memberikan penjelasan terkait sistem distribusi air bersih, jaringan pipa, hingga skema biaya pemasangan sambungan rumah di wilayah Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan.

Keterangan ini disampaikan sebagai bentuk klarifikasi atas berbagai pertanyaan masyarakat mengenai perluasan jaringan serta mekanisme layanan air bersih di dua wilayah tersebut.

Kabag Umum PDAM Tirtanadi Cabang Padangsidimpuan, Khaidir Pohan, menjelaskan bahwa jaringan pipa di wilayah Kota Padangsidimpuan saat ini sudah terpasang secara menyeluruh.

Namun, untuk beberapa wilayah di Tapanuli Selatan masih dalam proses penyesuaian dan pengembangan jaringan.

"Di Padangsidimpuan sudah terpasang semua, sedangkan di Tapsel masih bertahap. Termasuk di Sidimpuan Baru tidak ada penambahan jaringan dari kami," ujarnya, Selasa (09/06/2026).

Ia juga menegaskan bahwa penambahan pipa di Komplek Kasmia, Sidimpuan Baru, Kelurahan Silandit, merupakan bagian dari proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU), bukan dari PDAM Tirtanadi.

Lebih lanjut, PDAM Tirtanadi menjelaskan bahwa sumber air yang digunakan untuk layanan di wilayah tersebut berasal dari Sidundung, Angkola Barat, Tapanuli Selatan.

Menurut Khaidir, sistem ini sudah berlangsung sejak sebelum Padangsidimpuan berstatus kota madya.

"Ini satu sistem lama, sebelum Padangsidimpuan menjadi kota madya, sumber air memang sudah dari Tapsel," jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kerja sama pengelolaan air masih berjalan berdasarkan kontrak jangka panjang yang sudah berlangsung sejak 1999.

"Kontraknya 25 tahun, pembenahan sampai Juli 2024. Namun kerja sama Cabang Tapsel dengan Tirtanadi masih tetap berlanjut," tambahnya.

*12 Ribu Pelanggan dan Kontribusi ke Daerah*

Saat ini, jumlah pelanggan PDAM Tirtanadi Cabang Tapsel tercatat sekitar 12 ribu pelanggan.

Karena sumber air berasal dari Tapanuli Selatan, PDAM juga tetap membayar Pajak Air Permukaan kepada daerah tersebut.

"Pajak air kita bayar ke Tapsel karena sumber airnya dari sana. Di Padangsidimpuan belum ada pengambilan sumber air sendiri," jelasnya.

Selain itu, PDAM Tirtanadi juga memberikan kontribusi rutin kepada Pemerintah Kota Pemko Padangsidimpuan berupa dana sekitar Rp10 juta per bulan yang masuk ke kas daerah.

*Biaya Sambungan Rumah: Tergantung Kondisi Lapangan*

Sementara itu, dari sisi layanan pelanggan, Bidang Hubungan Pemasaran dan Pelanggan PDAM Tirtanadi Cabang Tapanuli Selatan, Eka, menjelaskan bahwa biaya pemasangan sambungan rumah sangat bergantung pada kondisi jaringan pipa di lapangan.

Jika pipa utama sudah tersedia di depan rumah, maka biaya pemasangan relatif lebih murah.

"Kalau ada pipa besar di depan rumah, biaya pemasangan sekitar Rp2.050.000. Tapi kalau belum ada jaringan pipa, biayanya bisa di atas atau di bawah Rp4 juta, tergantung hasil survei," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun biaya pemasangan dibebankan kepada pelanggan, aset jaringan tetap menjadi milik PDAM Tirtanadi dan sepenuhnya dikelola serta dirawat oleh pihak perusahaan.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
HEBOH! Warga Kasmia Sidimpuan Baru Keluhkan Biaya Masuk Pipa PDAM Diduga Tembus Rp4 Juta, Ini Respons Tirtanadi
PDAM Tirtanadi Cabang Tapsel Tegaskan SOP Baru Sambungan Air: Warga Diimbau Daftar Resmi, Biaya Rp2 Jutaan
Dirut Perumda Tirtanadi Sumut Ardian Surbakti dan Kajatisu Harli Siregar Teken MoU Penanganan Perkara DATUN
Air PDAM Mati Tiga Hari, Pengelola Mess Sempurna Pemprovsu Keluhkan Pelayanan
Rp2,41 Miliar Menggantung, PT Ramsdivo Tuding Perumda Tirtanadi Ingkar Janji
PB ALAMP AKSI Desak Kejati Sumut Usut Dugaan Korupsi di PT Inalum dan Perumda Tirtanadi
komentar
beritaTerbaru