Sibolangit I Sumut24
Seorang Jurnalis atau wartawan (cetak, online, radio, televisi) saat ini harus didandani, dipoles, dengan 3 V. Pastinya, ubtuk menjadi wartawan tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Baca Juga:
Selain memahami isu atau materi liputan, hal penting lainnya yang harus dimiliki seorang jurnalis adalah kemampuan berbicara dan menjaga penampilan agar narasumber bisa lebih nyaman saat diwawancarai.
Demikian dikatakan Choky Sitohang CEO dari CHOSSI (Choky Sitohang Speaking Incorporation) dalam acara pelatihan Wartawan Ekonomi dan Bisnis yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara di The Hill Hotel dan Restoran, Sibolangit, Rabu (4/11/2020).
Choky yang nengaku sebagai mantan wartawan teesebut mengungkapkan bahwa belajar public speaking tidak mengenal usia karena hal tersebut adalah soft skill yang bisa terus digali.
“Hal yang harus dikuasai ada tiga, atau disebut 3V Communication. Ada Verbal atau diksi, materi atau what we say. Selanjutnya, voice atau kemampuan berbicara dan visual atau penampilan†kata mantan Host di sakah satu siaran radio swasta tersebut.
Lanjut Choky yang mebgaku lahir di Bandung tetap ngotot agar marga Sitohang ttetap dipakaiikan padanya saat persentasi seberapa penting tiga hal tersebut, maka untuk kemampuan verbal dibutuhkan 7 persen saja, kemudian voice 38 persen dan paling penting adalah visual sebanyak 55 persen.
“Kenapa penampilan, karena jaga mood narasumber itu sangat penting. Body language itu apalagi untuk jurnalis sangat dibutuhkan. Bukan untuk genit yah menjaga penampilan, tapi juga to represent who you are,†jelas pria yang selalu berpenamoilan modis ini.
Di samping itu, jika ingin sukses saat public speaking dan presentasi dibutuhkan fokus dan juga penguasaan isu dan kemampuan menjelaskannya. Hal ini dibutuhkan agar membuat percaya diri tumbuh. (R03(
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News