MADINA I SUMUT24.co
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan kasus Corona Virus Desiase (Covid 19) menjadi ancaman serius bagi masyarakat hingga saat ini.
Baca Juga:
Hal itu dibuktikan dengan lonjakan kasus Covid 19 yang melanda sejumlah daerah di Sumut.
Demikian disampaikan Gubsu pada acara kunjungan kerja ke Kabupaten Madina saat mengunjungi Posko Covid 19 di Bagas Godang Jl Willem Iskander Desa Saba Purba Panyabungan Madina, Selasa sore (6/10/2020).
Guna mengatasi lonjakan kasus itu, Gubsu Perintahkan Forkopimda serius dalam hal penanggulangan dan pengawasan Covid 19.
Saya prihatin terhadap sikap masyarakat yang tidak peduli dengan wabah yang meningkat drastis terjadi di daerah ini. “Saya tidak tahu mengapa bisa demikian. Apakah masyarakatnya yang tidak mau tahu tentang bahaya Covid, ataukah memang pemerintahnya yang tidak melakukan sosialisasi pencegahan”, kata Gubsu Edy Rahmayadi dengan nada kesal.
Lonjakan Covid 19 di Kabupaten Madina terjadi sejak 5 September 2020 hingga saat ini sebanyak 109 kasus.
Dijelaskan, sampai akhir Agustus lalu Kabupaten Madina masih berada pada zona hijau. Dan lonjakan kasus terjadi pada 5 September dengan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 15 orang dan menjadikan Madina zona merah oleh Satgas Covid 19 pusat.
Hingga saat ini orang terkonfirmasi sebanyak 180 kasus dengan rincian 70 sembuh dan satu orang meninggal dunia dan 109 orang dalam masa karantina dan perawatan.
Gubsu yang secara khusus melakukan kunjungan kerja di Posko Covid 19 Pemkab Madina mengajak pemerintah daerah untuk serius mengatasi kasus ini.
Pada kesempatan itu Gubsu Edi Rahmayadi juga secara tegas menyampaikan bahwa masyakatat yang diduga terpapar Covid sudah cukup banyak. Dia melihat secara langsung bahwa masyarakat kurang peduli terhadap imbauan pemerintah seperti wajib pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.
Sementara Pjs Bupati Madina mengatakan,Pjs Bupati Madina H Dahler Lubis dalam paparannya mengatakan, Sampai akhir bulan Agustus yang lalu, Madina masih berada pada zona hijau. Lonjakan terus terjadi pada 5 September dengan jumlah ksus konfirmasi sebanyak 15 orang, yang menjasikan Madina menjadi zona merah yang ditetapkan satgas covid 19 pusat pada 8 September yang lalu. Hingga hari ini orang terkonfirmasi sebanyak 180 kasus, Dengan rincian 70 orang sembuh, 1 orang meninggal dan 109 orang dalam masa karantina, ucapnya. Begitujuga pada tanggal 22-26 September yang lalu dilakukan swab massal sejumlah 806 sample awan telah dikirimkan ke provinsi dengan rincian 727 orang tenaga kesehatan dan 79 orang masyarakat. Dan pada 4 Oktober kemarin telah menerima hasil awan sebanyak 658 sampel dan sampel yang belum keluar sebanyak 148 sampel dengan catatan sebanyak 48 otlrang dan 42 orang diantaranya adalah tenaga kesehatan, ucapnya.
Lebihlanjut Dahler, Atas nama Pemda dan masyarakat kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas bantuan dari Gubernur dalam penanganan Covid 19, dimana kami telah menerima bantuan beberapa logistik dan peralatan untuk mendukung protokol kesehatan, seperti, seratus ribu lembar masker gratis, seribu Face Shield, Seratus unit tong dan westafel
Cuci tangan, 140 jerigen diingatkan dan Hand Sanituszer 500 botol.
Sebelumnya, Gubernur Edy Rahmayadi bersama istri Ny Nawal Lubis Edy Rahmayadi bersama rombongan ini disambut hangat oleh Pjs Bupati Madina Dahler Lubis bersama ibu, Unsur Pimpinan Daerah, Sekdakab, Tokoh Adat, Tokoh Ulama, sejumlah kepala OPD, Camat, Kepala Desa dan ASN di Kabupaten Madina. Sebelum melakukan paparannya Gubsu diulosi oleh para tokoh adat dan ulama sebagai tanda sambutan kepada orang nomor satu di Sumut itu.(W03)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News