Tinjau Museum Simalungun, Bupati Simalungun: Pelestarian Sejarah dan Budaya sebagai Fondasi Utama Pembangunan Daerah
Tinjau Museum Simalungun, Bupati Simalungun Pelestarian Sejarah dan Budaya sebagai Fondasi Utama Pembangunan Daerah
kota
Medan, Sumut24.co
Baca Juga:
- Tinjau Museum Simalungun, Bupati Simalungun: Pelestarian Sejarah dan Budaya sebagai Fondasi Utama Pembangunan Daerah
- Peringatan Hari Lansia Ke 30, Bupati Simalungun: "Lansia Adalah Sumber Semangat Generasi Muda"
- Martinijal Zakiyuddin Harahap Ajak Warga Medan Terapkan Pola Hidup Sehat Dalam Keseharian
Sekelompok anak muda yang tergabung dari berbagai wilayah di Indonesia berkumpul dalam rangka mendeklarasikan Organisasi Perbedaan Persatuan Nasional ( PESAN ) di Jakarta Selatan. Dengan mengusung tema ” Indonesia Sembuh Total “.
Berangkat dari sebuah kegelisahan akan berbagai persoalan yang mendera dan mungkin sudah mencederai perjalanan Bangsa ini dengan datangnya berbagai persoalan bertubi-tubi sejarah telah mencatat dimasa lalu , perselisihan tentang dasar negara Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bentuk Negara dan Pemerintahan menjadi benang kusut yang dibawa sampai ke generasi saat ini, belom lagi persoalan konflik politik dimasa lalu yang menimbulkan tragedi bahkan sampai menjadi trauma politik bagi anak-anak generasi saat ini. Menjadi memori yang menyulut sentimen akibat dari sebagian besar tidak bisa menerima trauma itu, hal ini menjadi kan sebuah cara- cara pandang generasi saat ini kepada masa lalu yang kelam, cenderung menyalahkan, dan lari dari persoalan sejarah yang membentuk bangsa Indonesia hari ini.
Belom lagi dengan adanya konflik horizontal SARA yang kian melebar dan diperbesar.
Konflik di sini bisa kita pahami sebagai sebuah Perbedaan yang mungkin saja mendasar dan prinsipil bagi kedua belah pihak..hal ini pada hakikatnya adalah esensi dari Keberagaman entitas di dalam bangsa Indonesia yang selama ini dipelihara menjadi sebuah kebencian, ketakutan dan trauma tadi. Yang bisa saja bila salah membaca konflik itu akan menjadi Pembedaan ( Diskriminasi) bukan Perbedaan lagi. Perbedaan selalu disembunyikan, diseragamkan dan produksi menjadi pisau untuk merusak, menghancurkan dan bahkan mematikan.
Rezim penyamarataan dari kontruksi kita berpikir terus ditanamkan dalam nalar politik dan pembungkaman narasi perbedaan diruang-ruang publik, disekolah di kampus, dan di lingkungan keagamaan.
Sehingga perwujudan terhadap Sila ke-3 Pancasila dan Semboyan Lambang Negara Bhineka Tunggal Ika yang menjadi cengkraman Burung Garuda. menjadi rapuh dan patah.. akibatnya akan selalu gagal dalam mewujudkan Persatuan Indonesia ( Persatuan Nasional ) di dalam segala sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
‘Non sense’ apabila bangsa ini menggembar – gemborkan terwujudnya Persatuan Bangsa, Persatuan Nasional, dan Persatuan Indonesia, bila selalu menegasikan adanya Perbedaan sesama anak bangsa, Perbedaan dipandang tidak ada, sebelah mata, diremehkan, dan dilecehkan.
Oleh sebab itu, tidak akan pernah ada Indonesia bersatu bila meniadakan pandangan tentang “cara berbeda” melihat diri (manusia) dan Indonesia.
Justru yang sekarang marak adalah politisasi Persatuan yang naif dan herois , ternyata pada hakikatnya berantakan dan centang perenang.
Oleh sebab itu bila kita, bangsa Indonesia hendak bersatu, mari… Kita rayakan Perbedaan “..!! Perbedaan merupakan saling melengkapi diibaratkan Indonesia memiliki berbagai perbedaan macam agama, etnis, suku dan RAS namun tetap satu dalam Bingkai Pancasila , inilah Indonesia. PESAN adalah sebuah motor pergerakan baru dalam bingkai pancasila menuju Indonesia Sembuh Total. Merdeka. #PesanRakyat
Deklarator Perbedaan Persatuan Nasional ( PESAN )
1.Leriadi 2.Muhammad Radius Anwar 3.Heru Santoso 4.Andre Stavannus 5. Safriadi Nasution. Rel
Tinjau Museum Simalungun, Bupati Simalungun Pelestarian Sejarah dan Budaya sebagai Fondasi Utama Pembangunan Daerah
kota
Peringatan Hari Lansia Ke 30, Bupati Simalungun "Lansia Adalah Sumber Semangat Generasi Muda"
kota
sumut24.co MedanMenjaga kesehatan bukan lagi sekadar pilihan atau tren sesaat, melainkan sebuah kebutuhan mutlak di tengah tantangan zaman
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari bertambahnya
kota
sumut24.co MedanWali Kota Pematang Siantar, Wesly Silalahi SH MKn menyaksikan langsung Pagelaran Seni dan Budaya yang menampilkan muda mud
Umum
Wali Kota diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan menghadiri acara Penyaluran Bantuan Rehabilitasi Sosial Dasar TA 2026
kota
Kominfo melaksanakan Penandatanganan Komitmen Bersama Mendukung Dashboard Satu Data untuk Peningkatan Kualitas Layanan Publik
kota
Brankas di Kafe de&rsquoClan Signature Dibongkar, Penyidik Temukan Tumpukan Uang
kota
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat TNI, Muncul Berbagai Spekulasi
kota
Rumah Digusur Bupati, Ibu Ponisah Ngadu ke Hamdani Syahputra Saat Reses Tahap II
kota