MEDAN I SUMUT24.co
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menjelaskan bahwa Indonesia di zaman kolonial Belanda juga pernah mengalami musibah wabah. Dari pengalaman sejarah 102 tahun yang lalu, dapat dipetik pelajaran yang bisa diterapkan pada saat ini, yakni penerapan perubahan prilaku pada masyarakat.
Baca Juga:
“Pemerintah kolonial dulu mereka fokus pada medis, namun mereka melakukan upaya lain yakni perubahan prilaku. Dalam melakukan perubahan prilaku ini adalah keteladanan yang diharapkan gubernur dapat mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan,” katanya.
Saat ini dijelaskan Doni, Indonesia dihadapkan pada perang total terhadap Covid-19. Langkah yang diambil yakni dengan mengajak orang lain dan berusaha patuh pada protokol kesehatan. Sementara sanksi hukum diharapkan jalan terakhir untuk melakukan tindakan.
“Kita berharap kompenen masyarakat berkontribusi dalam mengajak masyarakat untuk patuh pada protokol kesehatan. Kami tetap akan meberikan perhatian yang sama sesuai dengan perintah presiden untuk memprioritaskan 8 provinsi yang berada di zona merah,” katanya.
Ke depan, Doni juga mengajak untuk bagaimana memikirkan Rumah Sakit (RS) agar tidak terisi penuh. Ini guna melindungi dokter dan perwat dalam melaksanakan tugasnya. “Medis itu benteng terakhir, bukan benteng terdepan. Kita harus berupaya melindungi mereka dengan mencari solusi RS itu tidak penuh. Mereka bekerja tidak begitu berat sehingga mengurangi risiko mereka terpapar,” katanya.
Menurut Doni perubahan prilaku ini sangat penting menghadapi perang panjang yang belum diketahui sampai kapan dan dapat ditemukan vaksin. Sementara vaksin yang ditemukan sampai saat ini masih dalam tahap uji coba.(W03)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News