Senin, 06 April 2026

Akhyar: Orang Jawa Bisa Jadi Tauladan  Selalu Gunakan Pakai Masker

Administrator - Sabtu, 18 Juli 2020 12:43 WIB
Akhyar: Orang Jawa Bisa Jadi Tauladan  Selalu Gunakan Pakai Masker

Medan, Sumut24.co

Baca Juga:

Plt Wali Kota Medan membuat terobosan baru dalam upaya mencegah bertambahnya korban Covid 19 dengan melibatkan tokoh masyarakat Jawa untuk ikut mensosialisasikan Perwal No 27 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Orang Jawa itu di Kota Medan jumlahnya mencapai 30 persen. Maka jika semua orang Jawa memakai masker sama artinya dengan 1/3 penduduk Medan sudah memakai masker.

Itu berarti sepertiga tugas saya sudah selesai. Saya sudah bisa tidur tenang, tidak lagi pusing memikirkan berapa lagi hari ini bertambah pasien Covid ,” kata Akhyar Nasution dalam bahasa Jawa yang cukup fasih pada pertemuan Silaturahmi dengan tokoh masyarakat Jawa dari berbagai paguyuban yang dikoordinir Letkol (purn) Oliv Sudjali, Mas Kirmanto, Choking Susilo, Mulyono dan kawan-kawan, Sabtu (18/7) di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota.

Melihat besarnya potensi masyarakat Jawa dalam memutus peredaran Covid, Akhyar mengaku dirinya membuat terobosan mengundang para tokoh untuk bersilaturahmi sekaligus makan siang bersama .

Dikatakan Covid ini tidak tiketahui kapan akan berakhir. Dengan kenyataan itu maka tidak juga bisa diketahui kapan kehidupan normal di Kota Medan bisa dimulai.

Di tengah ketidakpastian itu, katanya aktifitas kehidupan tidak boleh terhenti tetapi harus dijalankan.

Untuk itulah dibuat panduan Adaptasi Kebiasaan Baru di semua sektor kegiatan agar dalam.beraktifitas tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker , membuat atau mengatur jaga jarak serta menyediakan tempat cuci tangan di ruang- ruang publik.

“Untuk itulah saya mengundang para tokoh hadir agar seluruh warga Jawa di Medan pakai masker,” ujarnya.

Sementara dalam sesi tanya jawab sejumlah perwakilan organisasi Jawa menyatakan kesiapan mensosialisasikan Perwal dan adaptasi baru.

Mereka juga meminta Akhyar Nasution melanjutkan kepemimpinannya karena Akhyar adalah bagian dari keluarga besar orang Jawa di Kota Medan.

“Kami warga Jawa siap mendukung berlanjutnya kepemimpinan Akhyar,” kata Mas Eko.

Perwakilan lainnya menyebut meski ada marga Nasution di belakang nama Akhyar , namun bagi warga Jawa mereka tau bahwa “Roso” Jawa Akhyar lebih kental.

Sekitar 70-an tokoh mewakili organisasi paguyuban Jawa di antaranya Joko Tingkir, Pagar Jati, Jember Comunity, DIY, Persaudaraan Arek Suroboyo, Banyumas Gel, PJB, Pendowo dan lainnya.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Silaturahmi CEO Sumut24 Group dengan Pimpinan Prima TPK dan BNCT, Apresiasi Layanan Container Berbasis Digital
Warga Dairi Keluhkan Jalan Nyaris Putus, Kajiman Sihotang Minta Perhatian Pemerintah.
Ketum PB Pendawa Indonesia Jalin Sinergi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Sumut
Krisis Selat Hormuz dan Momentum Indonesia Membangun Ekonomi Selat
KRI Bima Suci Tiba di Belawan, Rico Waas Siap Kenalkan Potensi Medan ke Mata Dunia
PROLETAR SURATI KAPOLRESTABES MEDAN, KAPOLDASU HINGGA KAPOLRI: PERTANYAKAN LAMBANNYA PENANGANAN LAPORAN
komentar
beritaTerbaru