Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
kota
MEDAN , SUMUT24.co Menyikapi peristiwa penyiksaan yang dialami, seorang kuli bangunan, yang bernama Sarpan, di Polsek Percut Sei Tuan, yang dipaksa untuk mengaku sebagai pelaku pembunuhan, adalah tindakan yang sangat tidak manusawi. Anggota DPRDSU Komisi A Irham Buana Nasution kepada Wartawan, Minggu (12/7).
Baca Juga:
- Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
- Sinergi Lewat Olahraga! Polres Padangsidimpuan Tumbangkan Bank Mandiri di Laga Seru
- Polri Hadir untuk Rakyat, Kapolres Yon Edi Winara Pimpin Perbaikan Jembatan Gantung Merah Putih di Tapsel
Mantan Ketua LBH Medan yang membidangi hukum dan pemerintahan. “Saya menyampaikan protes keras terhadap tindakan oknum polisi di jajaran polsek Percut Sei Tuan, yang telah melakukan tindakan kekerasan dan penyiksaan dalam proses pemeriksaan terhadap Koran, yang dipaksa untuk mengaku sebagai pelaku. Tindakan seperti ini tidak bisa ditolerir, Karena tidak sesuai dengan prinsip negara hukum yang mengedepankan perlindungan hak azasi manusia dan azas praduga tidak bersalah. Apa Lagi Indonesia telah meratifikasi konvensi internasional anti penyiksaan, yang telah diadopsi kedalam undang undang anti penyiksaan,” tegas Irham Buana.
Lebih lanjut Irham, Hal ini juga telah melanggar instruksi Kapolri, yang meminta seluruh jajaran polri untuk menjamin perlindungan hukum dan keadilan dalam proses penyidikan.
“Saya menilai telah ter jadi pelanggaran berat hak azasi manusia terhadap Korban Sarpan, yang tidak terbukti melakukan pembunuhan. Langkah cepat Kapolri, kapolda Sumut dan Kapolresta Medan, menyikapi masalah ini sangat kita apresiasi dan kita hargai. Langkah yang diambil dengan mencopot Kapolsek Percut Sei Tuan dan beberapa perwira lain, serta melakukan pemeriksaan terhadap mereka, adalah tindakan yang tepat,” ujar Irham.
Ditambahkannya, Ini penting agar perlakuan dan tindakan kekerasan seperti ini tidak terulang di Indonesia, khususnya di sumut. “Saya juga meminta agar Korban dijamin kesehatan dan perlindungan hukum agar bisa memberikan penjelasan yang terang benderang tentang penyiksaan yang dialaminya. Kami mohon Obdusman perwakilan Sumut dan Komisi Perlindungan Saksi Korban juga dapat mendampingi dan mengadvokasi kasus ini,” ujarnya. (red)
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
kota
Sinergi Lewat Olahraga! Polres Padangsidimpuan Tumbangkan Bank Mandiri di Laga Seru
kota
Polri Hadir untuk Rakyat, Kapolres Yon Edi Winara Pimpin Perbaikan Jembatan Gantung Merah Putih di Tapsel
kota
Dorong Pelayanan Publik Lebih Baik, Sekda Madina Afrizal Nasution Minta ASN Tingkatkan Disiplin
kota
59 Pejabat Dilantik Sekaligus! Bupati Madina Saipullah Nasution Kirim Pesan Tegas ke ASN
kota
Kelistrikan Dibahas Serius, PLN dan Pemkab Madina Sepakat Sinkronkan Data Lampu Jalan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya perencanaan matang, humanis, serta pertimbangan estetika da
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai mulai memasuki tahapan pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim memaparkan capaian dan strategi penurunan tingkat pengangguran terbuka (T
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mendorong penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarak
News