Sabtu, 04 April 2026

Ini Kata Pengamat Politik Shohibul Anshor Siregar, Soal Akhyar Nasution

Administrator - Senin, 06 Juli 2020 12:20 WIB
Ini Kata Pengamat Politik Shohibul Anshor Siregar, Soal Akhyar Nasution

Medan, Sumut24.co

Baca Juga:

Pengamat politik Sumatera Utara Shohibul Anshor Siregar menilai tingkat elektabilitas Akhyar Nasution saat ini semakin menguat dan jauh meninggalkan bakal calon wali kota Medan lainnya.

Hal itu dikemukakannya dalam dialog “Dinamika Pilkada Medan 2020” bersama Komunitas Medan Cantik (KMC) dan ‘nBASIS di Amaliun Food Court, dan Inbasis, Senin (6/7).

Menurutnya ada 5 faktor utama yang membuat tingkat kepercayaan pemilih semakin menguat.

Pertama, kerja keras dan ceoat turun ke tengah masyarakat selama masa Pandemi Covid 19 yang dilakukan Akhyar sejak Maret lalu. Akhyar dinilai publik lebih sigap dibanding KDh lain yang terlihat lebih banyak berwacana di televisi. Sedangkan ia melakukan aksi nyata bukan bernarasi di belakang meja.

Kedua, pemanggilan atau apakah pemeriksaan yang dilakukan Poldasu terhadap Akhyar terkait pelaksanaan MTQ justru memunculkan kesan ia tengah “dikriminalisasi”. Publik malah bersimpati kepada Akhyar dan mempertanyakan super cepatnya pemeriksaan anggaran yang masih berjalan oleh pihak kepolisian sehingga aroma politis lebih mengemuka ketimbang nuansa penegakan hukum.

Ketiga, adanya intervensi penguasa berkolaborasi dengan semua kekuatan politik yang berupaya menjadikan calon tunggal di Pilkada Medan 2020 memunculkan resistensi yang tinggi terhadap calon karbitan. Situasi ini justru memunculkan simpati publik kepada Akhyar yang kemudian memberikan jalan alamiah bagi kemunculan koalisi partai pendukung Akhyar . Koalisi PKS dan Partai Demokrat sangat terbuka sekali bisa terwujud secara alamiah dilahirkan dari benih resistensi “kerakusan” kekuasaan .

Keempat, sosok sederhana yang konsisten dijalankan dalam kehidupan keseharian Akhyar beserta istri dan anak-anaknya itu sangat dinikmati publik. Kesetiaan hidup dalam garis kesederhanaan yang dipertontonkan Akhyar dan keluarganya memunculkan kepercayaan kuat publik bahwa Akhyar seorang yang anti korup dan tak mau menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan diri maupun kelompoknya. Publik sangat yakin sosok Akhyar ini akan mengakhiri “tradisi” KDh Kota Medan berakhir di prodeo.

Kelima, sosok marhaen dan nasionalis dipadu dengan keislaman yang kuat dari diri Akhyar Nasution menjadi daya tarik dan modal besar baginya untuk memenangkan kontestasi Pilkada Medan Desember 2020. Karakteristik seperti itu memang dibutuhkan di kota Medan sehingga tatkala Akhyar maju dicalonkan dari PDIP, resistensi seperti yang dialami di 2 x pilpres di Medan plus Pilgubsu dengan calon Djoss tak akan menimpa pada sosok Akhyar.

Sebaliknya jika Akhyar ditinggal PDIP dan diusung PKS-PD, kaum marhaen dan nasionalis tak akan meninggalkannya malah dengan mudah ikut menyatukan kekuatan bersama partai yang memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan (PKS) serta partai yang berplatform untuk demokrasi (PD).rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
Sinergi Lewat Olahraga! Polres Padangsidimpuan Tumbangkan Bank Mandiri di Laga Seru
Polri Hadir untuk Rakyat, Kapolres Yon Edi Winara Pimpin Perbaikan Jembatan Gantung Merah Putih di Tapsel
Dorong Pelayanan Publik Lebih Baik, Sekda Madina Afrizal Nasution Minta ASN Tingkatkan Disiplin
59 Pejabat Dilantik Sekaligus! Bupati Madina Saipullah Nasution Kirim Pesan Tegas ke ASN
Kelistrikan Dibahas Serius, PLN dan Pemkab Madina Sepakat Sinkronkan Data Lampu Jalan
komentar
beritaTerbaru