Sabtu, 04 April 2026

Berjuang Ditengah Covid-19, Seorang Tuna Netra Beralih Profesi dari Tukang Kusuk Menjadi Pengemis

Administrator - Sabtu, 09 Mei 2020 08:36 WIB
Berjuang Ditengah Covid-19, Seorang Tuna Netra Beralih Profesi dari Tukang Kusuk Menjadi Pengemis
Medan | Sumut24.co Pasangan suami istri (Pasutri), Alven Silitonga (50) dan istrinya, Evi Boru Nadeak (51) warga Gang LKMD samping Gang Sabang yang bersebelahan dengan Rel Kereta Api Jalan Mandala, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumut harus berjuang untuk melangsungkan hidupnya ditengah Pandemi Covid-19. Alven Silitonga yang mengalami cacat fisik dengan kedua matanya yang tidak bisa melihat suami dari Evi Boru Nadeak yang keseharianya sebagai tukang pijat (kusuk) terpaksa beralih profesi dengan mengais rejeki menjadi pengemis. Dari pantauan awak media, pasutri tersebut tinggal di sebuah rumah berukuran 4×6 M2 dan kabarnya rumah tersebut merupakan peninggalan orang tua Alven Silitonga. Saat di sambangi, Alven Silitonga bercerita tentang kondisi kehidupannya dan ia mengalami kebutaan sejak ia masih kecil berusia sekitar 5 tahun akibat terkena penyakit campak. Sejak merebaknya Covid-19, pasutri ini mengaku belum pernah menerima bantuan dari pemerintah. Untuk kebutuhan sehari-hari hanya Alven Silitonga yang bekerja sebagai tukang kusuk Tuna Netra. “Selama Pandemi Covid-19 tidak ada satupun orang yang datang untuk datang dikusu. Saat ini kami hanya mengharapkan belas kasihan orang lain dengan cara mengemis di Pasar/Pajak,” ujar Evi istri dari Alven. Sambungnya, terkadang saya medapat bantuan dari keluarga itupun jika keluarganya ingat sama kami, kata Alven, Sabtu (9/5/2020), kepada wartawan yang datang menyambangi rumah kediamannya. Dengan meneteskan air mata, Evi menceritakan kisah memilukan yang dialaminya selama beberapa tahun belakangan ini. Ketika itu pasutri ini ingin mengurus Kartu Keluarga (KK) dan mereka pun menemui Kepala Lingkungan mereka yang berinisial H. Namun ketika bertemu, Kepling tersebut tidak mau mengurus KK dan KTP mereka dengan alasan pasutri itu tidak memiliki surat pindah. Pada hal sambung Evi, suaminya (Alven Silitonga) sudah tinggal di Gang LKMD ini puluhan tahun sejak di tinggalkan oleh keluarganya yang saat ini memilih tinggal menetap di Pulau Batam dan oleh Alven mengamininya. “Sebelum saya menikah, saya sudah tinggal disini bersama orang tua saya, abang dan adik-adik saya. Namun karena mereka pergi ke Batam, saya berjuang sendiri dirumah ini. Masak saya mengurus KK dan KTP harus memakai surat pindah?, Kan aneh,” ujarnya Alven sambil mengusap -ngusap matanya yang tengah berlinangan air mata. Sambungnya mengungkapkan, ditengah Pandemi Civid-19 ini ia tak lagi memiliki penghasilan tetap akibat tidak ada lagi orang yang mau di kusuk. “Karena tidak ada lagi orang yang datang untuk di kusuk mau tidak mau karena untuk menutup perut yang sejengkal ini saya pun terpaksa ke pasar Sukarame, Komplek Asia Mega Mas untuk mencari nafkah menjadi seorang pengemis. Itu saya lakukan hanya untuk menyambung hidup dan bukan sebagai mata pencarian karena saya masih memiliki diberikan Tuhan dua tangan dan dua kaki yang masih bisa saya pergunakan,” pungkasnya. Pasutri tersebut berharap perhatian dari Gubernur Sumut, Plt Walikota Medan dan Kapolda Sumut agar dapat membantu mereka dalam pengurusan KK dan KTP serta berharap bantuan sembako pemerintah. Pasangan ini adalah segelintir potret kemiskinan yang kurang mendapat perhatian pemerintah.(W02)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
Sinergi Lewat Olahraga! Polres Padangsidimpuan Tumbangkan Bank Mandiri di Laga Seru
Polri Hadir untuk Rakyat, Kapolres Yon Edi Winara Pimpin Perbaikan Jembatan Gantung Merah Putih di Tapsel
Dorong Pelayanan Publik Lebih Baik, Sekda Madina Afrizal Nasution Minta ASN Tingkatkan Disiplin
59 Pejabat Dilantik Sekaligus! Bupati Madina Saipullah Nasution Kirim Pesan Tegas ke ASN
Kelistrikan Dibahas Serius, PLN dan Pemkab Madina Sepakat Sinkronkan Data Lampu Jalan
komentar
beritaTerbaru