Kamis, 05 November 2026

Dampak Corona, Sabtu-Minggu Jalanan Sepi di Medan

Administrator - Minggu, 22 Maret 2020 13:55 WIB
Dampak Corona, Sabtu-Minggu Jalanan Sepi di Medan

MEDAN I SUMUT24.CO Banyak ruas jalan di Medan lengang dan sepi dampak berita-berita seputar virus corona. Banyak angkutan umum terpaksa parkir, karena tidak adanya penumpang.

Baca Juga:

Tak cuma jalanan yang sepi, warga yang biasa keluar untuk makan bersama keluarga di rumah-rumah makan atau restoran yang ada diinti Kota Medan juga ikut mengalami hal yang sama, yakni sepi pengunjung dan sepi yang melintas.

Seperti di Jalan Pattimura, S Parman, Abdullah Lubis, Gajahmada Medan biasanya berjejer rumah makan, restoran, caffe, pada Sabtu (21/3) hingga Minggu (22/3) tampak sepi dan lengang.

“Ya mungkin ada benarnya, akibat merebaiknya virus corona dan adanya himbauan Pemko Medan dan Pemprovsu agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah dan menghindari tempat-tempat keramaiman, makanya jalanan ikut sepi,” ujar Yani (32) warga yang mengaku tinggal di Jalan Pattimura Medan.

Pantauan koran ini, pada Minggu siang hingga sore hari, biasanya seputaran Jl Diponegoro Medan dari depan Kantor Gubsu, Mesjid Agung Medan hingga berbelok ke Jalan Zainul Arifin atau kawasan Sun Plaza Medan, juga ikut lengan dan sepi. Padahal pada setiap minggunya, kawasan ini selalu macet sejak siang hingga malam hari.

Hal yang sama juga terrjadi sepanjang kawasan Padang Bulan Medan juga ikut sepi dan lengang.. Biasanya, ruas jalan di kawasan Padang Bulan terpantau macet oleh ratusan jenis kendaraan, terutama di sore hari.

Dikabarkan, sejak anak kuliah diliburkan, suasana jalan di kawasan tersebut terpantau jauh lebih lengang. Sama halnya dengan jalan-jalan perkotaan yang jauh lebih lengang tidak seperti biasanya.

Begitu pula di Jalan Prof HM M Yamin — atau disebut Jalan Serdang — yang biasanya selalu macet, kini mulai lengang.

Menurut pengakuan supir grab Supeno, sejak virus wabah corona merebak, terlebih lagi berbagai instansi yang dirumahkan dengan mengerjakan tugasnya di rumah, anak sekolah dan perguruan tinggi diliburkan. Sehingga, banyak ruas jalan baik perkotaan maupun jalan umum lainnya jauh lebih lengang.

Selain itu kata Wak Dul, pendapatan mereka pun jauh berkurang dibanding dengan sebelum maraknya himbauan dan pemberitaan di berbagai media tentang virus corona ini.

“Tapi kami harus tetap bekerja meski penghasilan yang didapat tidak seperti biasa, ” tambahnya.

Sama halnya dengan Rini, yang berjualan baju di pusat pasar Petisah. Dia mengaku, kadang satu harian tidak ada penjualannya yang laku.

“Bila begini situasinya dalam sebulan saja, sudah pasti tidak ada pendapatan, karena tidak laku dan orang yang belanja pun sangat sepi,” akunya. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
EPG Resmi Jadi Wali Nagari, Syafni Nola Putri Titip Pesan Penting: Banyak PR Menanti Aie Dingin!
Momen Peringatan Hari Sumpah Pemuda,BRI BO Sibuhuan Perkuat Pengabdian Layanan
Sumut Jadi Titik Awal Gerakan Nasional Pesantren Bebas TBC, Tiga Wakil Menteri Pukul Beduk di Deli Serdang
Suksesi Kepemimpinan Organisasi Pendiri Golkar: SOKSI Sumut Resmi Buka Pendaftaran Calon Ketua Jelang Musda XII
Insiden Penurunan Bendera Bintang Bulan di Pulo Kenari Berujung Rusuh, Satu Orang Dilaporkan Meninggal Dunia dan Puluhan Luka-luka
PACITAN MARSUDI BUDAYA
komentar
beritaTerbaru
PACITAN MARSUDI BUDAYA

PACITAN MARSUDI BUDAYA

PACITAN MARSUDI BUDAYA 1.Dhandhanggula PAKASA Pang Pacitan Paguyuban Kawula winarni, Kraton Surakarta Hadiningrat, Pang Pacitan sinebute,Wus

Umum