Rabu, 01 April 2026

Proyek " Water Purifier "Berbiaya Rp 594 Juta  di Deliserdang Terbengkalai

Administrator - Rabu, 05 Februari 2020 14:22 WIB
Proyek

 

Baca Juga:

DELISERDANG I SUMUT24 Proyek pengadaan air siap saji atau “water purifier” berbiaya Rp 594 juta dibangun di desa Binjai Bakung Kecamatan Pantai Labu sumber dana APBD tahun 2018 dengan menelan anggaran Rp 594,627,685 di kerjakan oleh cv cipta karya nusantara ‘ mangkrak’ sehingga tak dapat dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar.

Kita berharap Pemkab deliserdang tidak melindungi Dinas yang memberikan pekerjaan kepada pihak rekanan untuk tidak main-main dengan pembangunan “water purifier”, karena Bangunan “water purifier” menghabiskan anggaran Rp 500 juta tersebut sedikitpun tak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Sangat memprihatinkan dan memalukan kalau bangunan “water purifier” di desa Binjai Bakung tidak berfungsi dan disoroti masyarakat seharusnya menjadi rasa malu bagi Dinas dan rekanan yang menanganinya dari Pemkab Deliserdang, ucap warga setempat Abdul Malik kepada Wartawan, Rabu (5/2).

” Kerinduan masyarakat Desa Binjai Bakung akan sarana air bersih tadinya begitu antusias, tapi kenyataannya kami hanya melihat bangunan mangkrak dan tak berfungsi di desa kami” tambahnya.

Proyek “water purifier” yang sampai saat ini mangkrak dan air tidak dapat didistribusikan kepada masyarakat, belum lagi airnya yang keluar sangat jorok, karena dalam pengeborannya sangat dangkal diduga ada korupsi didalam pembangunan water purifier tersebut. kami warga desa Binjai Bakung berharap aparat penegak hukum agar menelusuri pembangunan water purifier tersebut selain sarat korupsi juga sangat kental adanya pengarahan pemenang tender dalam pengerjaan water purifier tersebut. sebagai masyarakat kami sangat kecewa dengan bangunan “water purifier” yang sampai saat ini tidak berfungsi.

Bangunan fisik “water purifier” juga dinilai markup. Karena dibandingkan dengan besarnya anggaran berkisar Rp 500 juta, namun dari hasil perhitungan kami hanya berkisar Rp300juta selain mesin, sangat tidak logis bangunan “water purifier” tidak berfungsi dan jadi proyek gagah-gagahan saja kepada masyarakat desa. anehnya lagi di desa yang sama hanya dengan menganggarkan dana Rp 300 juta saja tanpa bantuan pemerintah water purifier yang dibangun kualitasnya sangat bagus dan masyarakat dapat menikmatinya hingga sampai sekarang.

Sementara Kepala Desa Binjai Bakung Kecamatan Pantai Labu Topan yang dikonfirmasi terkait pembangunan water purifier tersebut dikantornya tidak berhasil, menurut stafnya bapak sedang rapat dikantor camat.(Hari’s)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sidang Perdana Kasus Satelit Kemhan, Tiga Terdakwa Didakwa Korupsi Proyek USD 29,9 Juta
Petani Minta Polda Sumut Tangkap Mafia Bawang Ilegal
Kabur Antar Provinsi, Pelaku Pembobolan Toko Akhirnya Ditangkap Polres Padang Lawas
Polisi Turun Langsung ke Desa! Bhabinkamtibmas Polsek Barumun Tengah Ajak Warga Pasar Binanga Jaga Kamtibmas
Strategi Fixed Price & Ekspansi Digital Bawa Bluebird (BIRD) Tumbuh Pesat di Tahun Buku 2025
Perusakan Kantor PWI Babel Bukan Kriminal Biasa, Forum Pemred MSI: Ada Indikasi Teror
komentar
beritaTerbaru