5 Kali Beraksi, Polsek Medan Labuhan Tangkap 2 Komplotan Curanmor
5 Kali Beraksi, Polsek Medan Labuhan Tangkap 2 Komplotan Curanmor
News
MEDAN I SUMUT24.co Pemerhati sosial dan Politik Shohibul Anshor Siregar mengatakan,Secara politik komunitas Jawa di Medan belum terkonsolidasi dalam arti mereka sangat tidak mudah untuk diarahkan kepada satu pilihan politik tertentu, baik untuk partai dalam pemilu maupun untuk
Baca Juga:
asangan dalam pilkada, ucapnya kepada SUMUT24, selasa (4/2) menanggapi peluang suku jawa
dalam Pilkada Medan, Menurut Dosen Fisipol UMSU tersebut, Saya melihat ada beberapa penjelasan untuk masalah ini. Pertama, kenyamanan mereka untuk hidup bersama dan saling bahu-membahu dengan sukubangsa lain secara sosiologis tidak pernah terancam. Tidak ada faktor pemicu anxiety (kecemasan). Bahwa secara budaya mereka memiliki wayang, kethoprak dan makanan khas, itu tak pernah menemukan nexus (titik pertentangan) dengan budaya lain. Lebihlanjut Direktur Nbasis tersebut, Mereka memiliki sejarah panjang terkait dengan kebijakan politik kolonial Belanda tempo hari dalam bentuk penyebaran penduduk sekaligus mendukung pengembangan perkebunan (kolonisasi), meski sebagai warga yang awalnya mungkin diidentikkan dengan kebun, tetapi dalam waktu yang cukup singkat mereka dapat keluar dari image itu. Tidak ada image kurang indah di Medan dan Sumatera Utara bagi nama-nama seperti Pirngadi, Kolonel Bedjo, Sukardi, Soemarsono, Danunagoro, S. Hadibroto, Harry Suwondo. Kedua, cross-cutting loyalities, yakni loyalitas ganda yang bersilangan. Seorang etnis Jawa mungkin saja pengurus sebuah organisasi Jawa, tetapi pada saat bersamaan ia mungkin menjadi orang beroenagruh di dalam partai politik, katakanlah seperti Wagirin Arman.
Pentolan tokoh Jawa ini bisa memilah aspirasi dan mencoba mengkromikannya agar terhindar dari kondisi disharmoni ketika partainya memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi yang dimunculkan oleh sejumlah komunitas atas nama atau untuk klaim Jawa.Kisah majunya figur Jawa untuk Pilkada kota Medan dan Sumatera Utara sudah kita catat berulangkali. Orang Jawa tak dapat secara optimum diarahkan kepada satu pilihan. Ketiga, polarisasi abangan dan santri. Jarang orang menyadari bahwa Jawa yang dulu selalu dikategorikan sebagai abangan, kini banyak menjadi santri atau berkategori santri. Periksa datanya di dalam organisasi yang ada di Sumatera Utara misalnya Asmuni dan Dalail Ahmad pada Muhammadiyah, Arifin Kamdi (alm) di Alwashliyah, dan lain-lain. Bagi kalangan santri ini tidak ada kewibawaan tertinggi dalam pengambilan keputusan politik selain waraddhu ilallahi wa rasulih (kembali kepada titah Allah dan sabda rasul).Bukankah Gatot Pujonugroho itu Jawa yang santri? Masih banyak yang berkategori seperti itu dan menduduki jabatan-jabatan penting atau peran sosial penting yang menegasikan keniscayaan instruksi berbau etnis Jawa dalam bidang politik.Keempat, umumnya kalangan abangan lebih banyak menonjol pada organisasi paguyuban yang dibangun. Hampir semua mereka memiliki keterbatasan untukberdiplomasi dengan para santri Jawa. Jika meninggal pastilah fardhu kifayah diurus bukan oleh organisasi paguyuban seperti Pujakesuma, ForumKomunikasi Warga Jawa, Pendhowo dan lain sebagainya, melainkan oleh kalangan santri itu.Karena itu adalah sebuah percobaan yang nanti akan menemukan ketidak optimuman jika terlalu berharap orang Jawa mengkonsolidasikan diri untuk merebut Medan 1. Saya perlu mengingatkan agar hati-hati terhadap manuever politik sesaat yang sering melakukan pengasahan emosional yang takakan berujung sehat ke depan, Ungkapnya. (W03)
5 Kali Beraksi, Polsek Medan Labuhan Tangkap 2 Komplotan Curanmor
News
Minggu Kasih Kapolda Sumut Merawat Kebhinekaan, Menjaga Generasi, dan Mewujudkan Sumut Aman
News
Mubes XVI PPTSB Tetapkan Sairon Sinaga, Mangihut Sinaga Tegaskan Jangan Ada Lagi Perpecahan!
News
BAKOPAM Sumut Tegas! Ibnu Hajar Minta Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggerebekan Pesantren
News
Sentuh Hati Lansia di Sibuhuan, Kasat Reskrim Polres Palas AKP Irwansah Sitorus Bagikan Sembako
News
Jaga SPBU Tetap Kondusif, Kasat Reskrim Polres Palas Pimpin Patroli Keamanan
News
Warga Resah, Timsus Serigala Sakti Gerebek Kafe RemangRemang di Palas, Puluhan Botol Minuman Beralkohol Diamankan
News
Gubuk Kumpul Warga di Selambo Diubah Jadi Sarang Narkoba2 Pengedar Digerebek, Sabu Digantung di Pohon
News
Fahdi Saidi Lubis, Akademisi dan Peneliti Ilmu Komputer yang Resmi Menjadi Menantu Anto Genk
Profil
sumut24.co JakartaKonten video yang ditampilkan tim Sekretaris Perusahaan Perumda Tirtanadi berhasil memukau dewan juri sehingga sepakat d
Umum