Rabu, 01 April 2026

Dalam Pilada Medan, Shohibul : Jawa Belum Terkonsolidasi

Administrator - Rabu, 05 Februari 2020 01:34 WIB
Dalam Pilada Medan, Shohibul : Jawa Belum Terkonsolidasi

MEDAN I SUMUT24.co Pemerhati sosial dan Politik Shohibul Anshor Siregar mengatakan,Secara politik komunitas Jawa di Medan belum terkonsolidasi dalam arti mereka sangat tidak mudah untuk diarahkan kepada satu pilihan politik tertentu, baik untuk partai dalam pemilu maupun untuk

Baca Juga:

asangan dalam pilkada, ucapnya kepada SUMUT24, selasa (4/2) menanggapi peluang suku jawa

dalam Pilkada Medan, Menurut Dosen Fisipol UMSU tersebut, Saya melihat ada beberapa penjelasan untuk masalah ini. Pertama, kenyamanan mereka untuk hidup bersama dan saling bahu-membahu dengan sukubangsa lain secara sosiologis tidak pernah terancam. Tidak ada faktor pemicu anxiety (kecemasan). Bahwa secara budaya mereka memiliki wayang, kethoprak dan makanan khas, itu tak pernah menemukan nexus (titik pertentangan) dengan budaya lain. Lebihlanjut Direktur Nbasis tersebut, Mereka memiliki sejarah panjang terkait dengan kebijakan politik kolonial Belanda tempo hari dalam bentuk penyebaran penduduk sekaligus mendukung pengembangan perkebunan (kolonisasi), meski sebagai warga yang awalnya mungkin diidentikkan dengan kebun, tetapi dalam waktu yang cukup singkat mereka dapat keluar dari image itu. Tidak ada image kurang indah di Medan dan Sumatera Utara bagi nama-nama seperti Pirngadi, Kolonel Bedjo, Sukardi, Soemarsono, Danunagoro, S. Hadibroto, Harry Suwondo. Kedua, cross-cutting loyalities, yakni loyalitas ganda yang bersilangan. Seorang etnis Jawa mungkin saja pengurus sebuah organisasi Jawa, tetapi pada saat bersamaan ia mungkin menjadi orang beroenagruh di dalam partai politik, katakanlah seperti Wagirin Arman.

Pentolan tokoh Jawa ini bisa memilah aspirasi dan mencoba mengkromikannya agar terhindar dari kondisi disharmoni ketika partainya memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi yang dimunculkan oleh sejumlah komunitas atas nama atau untuk klaim Jawa.Kisah majunya figur Jawa untuk Pilkada kota Medan dan Sumatera Utara sudah kita catat berulangkali. Orang Jawa tak dapat secara optimum diarahkan kepada satu pilihan. Ketiga, polarisasi abangan dan santri. Jarang orang menyadari bahwa Jawa yang dulu selalu dikategorikan sebagai abangan, kini banyak menjadi santri atau berkategori santri. Periksa datanya di dalam organisasi yang ada di Sumatera Utara misalnya Asmuni dan Dalail Ahmad pada Muhammadiyah, Arifin Kamdi (alm) di Alwashliyah, dan lain-lain. Bagi kalangan santri ini tidak ada kewibawaan tertinggi dalam pengambilan keputusan politik selain waraddhu ilallahi wa rasulih (kembali kepada titah Allah dan sabda rasul).Bukankah Gatot Pujonugroho itu Jawa yang santri? Masih banyak yang berkategori seperti itu dan menduduki jabatan-jabatan penting atau peran sosial penting yang menegasikan keniscayaan instruksi berbau etnis Jawa dalam bidang politik.Keempat, umumnya kalangan abangan lebih banyak menonjol pada organisasi paguyuban yang dibangun. Hampir semua mereka memiliki keterbatasan untukberdiplomasi dengan para santri Jawa. Jika meninggal pastilah fardhu kifayah diurus bukan oleh organisasi paguyuban seperti Pujakesuma, ForumKomunikasi Warga Jawa, Pendhowo dan lain sebagainya, melainkan oleh kalangan santri itu.Karena itu adalah sebuah percobaan yang nanti akan menemukan ketidak optimuman jika terlalu berharap orang Jawa mengkonsolidasikan diri untuk merebut Medan 1. Saya perlu mengingatkan agar hati-hati terhadap manuever politik sesaat yang sering melakukan pengasahan emosional yang takakan berujung sehat ke depan, Ungkapnya. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sidang Perdana Kasus Satelit Kemhan, Tiga Terdakwa Didakwa Korupsi Proyek USD 29,9 Juta
Petani Minta Polda Sumut Tangkap Mafia Bawang Ilegal
Kabur Antar Provinsi, Pelaku Pembobolan Toko Akhirnya Ditangkap Polres Padang Lawas
Polisi Turun Langsung ke Desa! Bhabinkamtibmas Polsek Barumun Tengah Ajak Warga Pasar Binanga Jaga Kamtibmas
Strategi Fixed Price & Ekspansi Digital Bawa Bluebird (BIRD) Tumbuh Pesat di Tahun Buku 2025
Perusakan Kantor PWI Babel Bukan Kriminal Biasa, Forum Pemred MSI: Ada Indikasi Teror
komentar
beritaTerbaru