Senin, 06 Juli 2026

Polres Tanjungbalai Dukung Usaha Kecil Menengah Nelayan

Administrator - Sabtu, 28 September 2019 11:01 WIB
Polres Tanjungbalai Dukung Usaha Kecil Menengah Nelayan

TANJUNG BALAI | SUMUT24.co

Baca Juga:

Polres Tanjung Balai menggelar audiensi dengan Organisasi Kelompok Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Tanjungbalai, Jumat (27/9/2019), bertempat di Aula Paramasatwika di Polres Tanjungbalai.

Audensi KNTI tersebut dipimpin Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH yang didampingi Kabag Ops Kompol Ridwan, Kabag Sumda Kompol M.Siregar, Kasat Pol Air AKP Agung Basuni SIK, Kasat Reskrim AKP S.K.Harefa, Kasat Intelkam Polres Tanjungbalai AKP J.F Simanjuntak yang turut dihadiri para peserta dari KNTI Kota Tanjung Balai, yaitu Ketua KNTI Muslim, DPP KNTI Yasser Arafat, dan Sekretaris KNTI.

DPP KNTI Yasser Arafat mengatakan, KNTI merupakan organisasi nelayan tradisional yang sangat memerlukan kehadiran kepolisian di tengah masyarakat nelayan Kota Tanjungbalai.

“Nelayan Kota Tanjungbalai sangat ingin dekat dan bersahabat dengan kepolisian. Kita ingin menghapus rasa ketakutan bila melihat polisi. Kami mendukung bapak Kapolres untuk dapat mendukung Ibu-ibu UKM untuk mendorong perekonomian para suami, seperti Kreasi pembuatan Pupuk dll,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH mengatakan Polres Tanjungbalai mendukung Organisasi Kelompok Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) dan mendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) oleh ibu-ibu Nelayan kota Tanjungbalai dalam membantu perekonomian Keluarga.

“Kami dari pihak Kepolisian Polres Tanjungbalai juga menghimbau kepada KNTI untuk tidak ikut serta pada aksi turun kejalan pada hari Senin tanggal 30 September 2019. Dan perlu diketahui pengesahan RUU KUHP telah ditunda, namun aksi unjuk rasa tetap dilaksanakan oleh massa,” jelas AKBP Putu Yudha.

Kapolres juga menyampaikan kepada seluruh anggota Organisasi KNTI untuk bijak dalam menggunakan media sosial, karena apabila salah dalam menggunakan media sosial akan berdampak negatif.

“Apalagi, dalam hal Upload dan Shared berita yang belum pasti Kebenaran nya, terutama berita terkait ksi unjuk rasa beberapa hari ini, Maka dampak negatif akan mempengaruhi masyarakat luas,” jelas AKBP Putu Yudha mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini.

Diakhir arahan orang nomor satu di Polres Tanjung Balai ininya, AKBP Putu Yudha menyampaikan dan menjelaskan Polres Tanjungbalai akan suatu Program bernama “POLISI RINDU MASYARAKAT” (ril/W02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
Dukung Lahirnya Perempuan Muda Berprestasi, Bupati Simalungun dan Ketua TP PKK Hadiri Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2026
Soal Tudingan Penganiayaan Terhadap Tersangka SH, Ini Penjelasan Kepala BNNK Deli Serdang
Satres Narkoba Polrestabes Medan Bongkar Jaringan Vape Ilegal Internasional Disalah Satu Hotel di Medan
Wali Kota bersama Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono dan sejumlah kepala daerah menghadiri Pembukaan Sinode Besar 2026 Gereja GPI
RSUD dr. Djasamen Saragih membuka kembali layanan Cathlab dengan Penjaminan BPJS Kesehatan. Cath Lab merupakan ruang tindakan medis canggih dengan tek
komentar
beritaTerbaru