Forki DKI Jakarta Menggila di adidas Open 2026, Borong 32 Emas dan Kukuhkan Dominasi Karate Nasional
Forki DKI Jakarta Menggila di adidas Open 2026, Borong 32 Emas dan Kukuhkan Dominasi Karate Nasional
kota
LANGKAT | SUMUT24.co Evakuasi terhadap 28 jasad yang hangus terbakar korban kebakaran pabrik mancis di Jalan perintis Kemerdekaan, Kelurahan Sambirejo, Kabupaten Langkat, Jumat (21/6/2019) siang, disambut isak tangis pihak keluarga.
Baca Juga:
- Forki DKI Jakarta Menggila di adidas Open 2026, Borong 32 Emas dan Kukuhkan Dominasi Karate Nasional
- HEBOH! Warga Kasmia Sidimpuan Baru Keluhkan Biaya Masuk Pipa PDAM Diduga Tembus Rp4 Juta, Ini Respons Tirtanadi
- PDAM Tirtanadi Cabang Tapsel Tegaskan SOP Baru Sambungan Air: Warga Diimbau Daftar Resmi, Biaya Rp2 Jutaan
Menurut data yang dihimpun dilokasi kebakaran, peristiwa merengut nyawa itu terjadi sekira pukul 12.00 Wib, saat para pekerja pabrik sedang makan siang. Dan terdapat 26 korban tewas dengan tubuh hangus dilalap si jago merah disalahsatu ruangan pabrik.
Petugas pemadam kebakaran dari Pemkab Langkat dibantu oleh petugas pemadam dari BPBD Binjai berhasil memadamkan api namun korban yang tewas dilaporkan terkunci atau terjebak didalam satu kamar pabrik tersebut.
Menurut data Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat dilaporkan sebanyak 28 orang yang tewas hangus terbakar dan 4 orang sekarat.
Para korban merupakan pekerja pabrik tewas hangus terbakar dan berdempetan di dalam kamar. Sulit untuk mengenal para korban karena luka hangus tersebut.
Tampak hadir dilokasi Kapolres Binjai AKBP Tri Nugroho untuk mengamankan lokasi kebakaran yang dipenuhi warga masyarakat dari Binjai dan Langkat.
Para korban kebakaran tersebut dilaporkan dievakuasi ke salah satu rumah sakit di Medan untuk keperluan visum dan lainnya. Menanggapi hal tersebut Tokoh Masyarakat Binjai Langkat yang juga KetuanAsprindo Drs H Syahrir mengatakan, sangat miris kita melihat korban kebakaran pabrik mancis tersebut, selain tidak ada tempat ruang darurat penyelamatan juga pabrik tersebut tidak layak sebagai pabrik. Bisa-bisa pabrik tersebut ilegal, karena tidak ada racun api sebagai langlah awal pemadaman dan sebagainya. Korban tersebak karena pintu kamar kerja terkunci sehingga karyawan tidak bisa menyelamatkan diri. Ini perlu menjadi perhatian kenapa ruang kerja bisa dikunci berarti ada yang disembunyikan pemikik perusahaan tersebut. Kita minta kasus kebakaran tersebut diusut tuntas aparat penegak hukum, ucap Wakil Ketua Hikma Sumut itu. Apalagi pabrik tersebut berkedok industri rumahan sehingga jelas kurangnya pengawasan dari pihak pemerintah setempat. Belum lagi didalam pabrik tersebut dipekerjakan anak-anak dibawah umur dan itu sudah melanggar UU Ketenaga Kerjaan. Ini jelas pemilik home industri tersebut sudah membunuh pekerja sebanyak 28 orang baik secara langsung dan tidak langsung sehingga pemilik pabrik harus dihukum seberat-beratnya. (W03)
Forki DKI Jakarta Menggila di adidas Open 2026, Borong 32 Emas dan Kukuhkan Dominasi Karate Nasional
kota
HEBOH! Warga Kasmia Sidimpuan Baru Keluhkan Biaya Masuk Pipa PDAM Diduga Tembus Rp4 Juta, Ini Respons Tirtanadi
kota
PDAM Tirtanadi Cabang Tapsel Tegaskan SOP Baru Sambungan Air Warga Diimbau Daftar Resmi, Biaya Rp2 Jutaan
kota
Terungkap! Skema Distribusi Air PDAM Tirtanadi Tapsel&ndashPadangsidimpuan, Ini Fakta Sebenarnya, Dari Pajak Hingga Biaya Pasang
kota
UNIQLO Hadirkan Koleksi Kapsul Musim Panas 2026 UNIQLO F.RISSO, Pakaian Seharihari dengan Sentuhan Seni ItaliaTersedia mulai 22 Juni 2026 J
Umum
Delapan Bulan Terputus, Warga Medan Krio Desak Perbaikan Jembatan PenghubungMedansumut24.co Jembatan penghubung di Jalan Pelita, Desa Medan
News
Disdukcapil Kota Solok Terbitkan Ratusan KIA per Hari
kota
Pemkot Solok Bersama Polres Solok Kota, Sumatera Barat Upaya Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Melalui Kolaborasi di Sektor Pertanian.
kota
Tim URC Jatanras Poldasu Ringkus 8 Begal Sadis 3 Diantaranya Ditembak.
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan secara resmi menyambut kepulangan para jamaah haji asal daerahnya dalam sebuah acara yang be
News